Review Komik Grimm Fairy Tales #2 (Zenescope, 2005)

Di cerita sebelumnya yang sekaligus merupakan edisi perdana dari seri komik Grimm Fairy Tales, kita diperkenalkan dengan seorang wanita bernama Britney Waters, yang punya hubungan dengan karakter Red dalam dongeng Little Red Riding Hood. Nah, kali ini, giliran dongeng Cinderella yang akan dibahas. Seperti apa? Simak langsung sinopsis komik Grimm Fairy Tales #2 berikut ini.

Sinopsis Komik *SPOILER*

Review Komik Grimm Fairy Tales #2 (Zenescope, 2005)

The retelling the classic and enchanting story of Cinderella with a terrifying twist. Our heroin longs to escape the physical and mental torment of her cruel step mother and seeks vengeance for the years of torture she’s endured. On the very same night a Prince is choosing his bride to be, a mysterious stranger promises to grant Cinderella all of her wishes in exchange for one shocking thing.

Story: Ralph Tedesco, Joe Tyler
Art: Aluisio DeSouza (Pencils), Matt Mieman (Inks)
Color: Josh Ravello, Mike Renzine
Letter: –
Judul Edisi: Cinderella
Tanggal Rilis: November 2005

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung spoiler!

Cindy Monroe bercita-cita untuk bergabung dengan Sigma Beta, klub elit di kampusnya. Apa daya, gayanya yang kutu buku membuat mereka langsung menolaknya mentah-mentah. Meski sudah tahu sulit untuk diterima, tetap saja hal tersebut membuat hati Cindy remuk.

Tanpa sengaja Cindy lantas melihat spanduk adanya kuliah tamu dari Dr. Sela Mathers yang bertajuk “Fairy Tales Really Behind The Fantasies?”. Penasaran, ia pun melangkah masuk ke ruang seminar dan mulai mendengar. Kala itu yang tengah dibahas adalah mengenai sebagian dongeng anak-anak yang sebenarnya punya kisah asli yang lebih gelap dan tragis. Contohnya adalah Cinderella.

Seperti hari-hari biasa, Cinderella diminta untuk membersihkan rumah. Kedua kakak tirinya, Anastasia dan Drisella, kemudian masuk begitu saja dengan sepatu penuh lumpur. Alih-alih minta maaf, mereka justru memerintahkan Cinderella untuk buru-buru membersihkan lantai agar tidak dimarahi oleh ibu tirinya, Lady Tremaine. Dengan sedih Cinderella melakukannya.

Tak lama Lady Tremaine datang dan mengabarkan akan adanya pesta di kerajaan besok malam. Semua wanita diundang oleh pangeran karena ia memang berniat untuk mencari pendamping. Cinderella yang mendengarnya hendak ikut datang. Namun Lady Tremaine malah marah dan menganggap Cinderella tidak pantas untuk itu. Ia bahkan mengurung Cinderella ke dalam ruang bawah tanah.

Sementara Anastasia dan Drisella bersiap-siap dengan gaun tercantik mereka, Cinderella mendapat penampakan sosok seorang wanita yang mengaku bisa mewujudkan apapun keinginannya. Imbalannya hanya satu, jiwa Cinderella. Dipenuhi rasa dendam, Cinderella menerimanya. Ia ingin agar bisa mendapat hidup yang bahagia serta membalas dendam pada ibu serta kakak-kakak tirinya. Dan wanita itu pun mengabulkannya.

Seperti dongeng Cinderella yang kita tahu, ia kemudian datang ke pesta dengan gaun yang indah, dandanan cantik, serta sepatu kaca. Cinderella juga sempat berdansa dengan pangeran sebelum akhirnya waktu menunjukkan hampir pukul 12 malam dan, sesuai persyaratan, Cinderella harus sudah meninggalkan TKP. Tidak ingin terjadi apa-apa, Cinderella melakukannya dan tanpa sengaja menjatuhkan sepatu kacanya.

Esok harinya, wanita itu kembali menemui Cinderella yang tengah menjemur pakaian. Cinderella menagih janji akan hidup yang layak padanya. Dengan tenang si wanita meminta agar Cinderella bersabar karena saat ini sang pangeran tengah mencari pemilik sepatu kaca yang tertinggal di istananya. Sebelum wanita itu pergi, tidak lupa Cinderella memastikan bahwa ibu dan kakak tirinya mendapat balasan atas perbuatan mereka selama ini kepadanya. Wanita itu mengiyakan.

Waktu berlalu. Lady Tremaine mendapat kabar bahwa tak lama lagi pangeran akan tiba di rumah mereka. Saat hendak bersiap-siap, langit tiba-tiba menghitam dan sekelompok burung gagak bermunculan. Tanpa basa-basi, gagak-gagak tersebut langsung menyerang mereka bertiga. Anastasia dan Drisella yang tidak sempat masuk ke dalam rumah tewas seketika. Sementara Lady Tremaine yang panik terjatuh ke dalam ruang bawah tanah. Ia minta tolong pada Cinderella yang mengetahui hal tersebut. Tentu saja Cinderella tidak menghiraukannya dan malah menutup rapat pintu ruang bawah tanah tersebut.

Tak lama kemudian pangeran tiba. Setelah berkenalan, sang pangeran minta agar Cinderella mencoba mengenakan sepatu kaca. Begitu cocok, pangeran langsung menciumnya dan memintanya untuk ikut ke istana bersamanya.

Cindy seolah tersadar dari lamunannya. Sudah tidak ada seorang pun di dalam ruang seminar selain dirinya dan Dr. Sela. Dr. Sela kemudian menghampiri Cindy dan menyatakan bahwa ia bisa membantu Cindy mewujudkan impiannya asal ia mau melakukan satu pengorbanan kecil.


Secara sudah sempat membaca edisi-edisi belakangan dari seri ini maupun seri-seri spin-off lainnya dari jagat Grimm Fairy Tales, gemes rasanya kalau harus dari awal me-review satu demi satu edisi yang ada. Ingin langsung aja ngebahas spin-off spin-off tersebut, dimana Cindy, Britney (dari edisi sebelumnya), dan karakter-karakter lainnya bersatu padu dalam cerita yang benar-benar orisinil. Tapi berhubung bulan puasa, ya harus sabar aja deh, hehehe.

OK Google, tema artikel yang berhubungan: , ,

Reply