Review Komik Grimm Fairy Tales #27 (Zenescope, 2008)

Awalnya saya hendak menyelingi seri review komik Grimm Fairy Tales ini dengan spin-off perdana mereka, “Return To Wonderland”. Apalagi spin-off tersebut cukup sukses hingga berujung pada serial tetap plus miniseri lainnya. Namun baru membaca edisi perdananya ternyata saya langsung puyeng, wkwkwk. Seperti perlu dua tiga kali baca baru bisa paham. Alhasil, lanjut ke serial utamanya dulu aja ya. Cuss deh simak sinopsis komik Grimm Fairy Tales #27 di bawah ini.

Oh ya, di cerita sebelumnya, ada dongeng “The Little Mermaid” yang mengajarkan pada kita untuk tidak menghalalkan secara cara demi mendapatkan sesuatu yang kita inginkan. Bisa jadi ujung-ujungnya berakhir tragis seperti yang dialami oleh si putri duyung Ariel dan Sara.

Sinopsis Komik *SPOILER*

Review Komik Grimm Fairy Tales #27 (Zenescope, 2008)

3 blind mice, see how they run – and run for their lives they will when Belinda gets a hold of them! When three conmen meet a lonely old woman who puts them up for free they think they’ve hit the jackpot. As they freeload off of their sweet hostess they concoct a scheme to rob her blind. But the crooks soon come to realize that in the world of Grimm Fairy Tales, nothing ever goes as planned!

Story: Joe Tyler, Ralph Tedesco, Dan Wickline
Art: Dean Juliette
Color: Kieran Oats
Letter: Alphabet Soup Studio’s Jim Reddington
Judul Edisi: Three Blind Mice
Tanggal Rilis: Mei 2008

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung spoiler!

Tom Muro, seorang teknisi, mendapat panggilan dari Beth Parker, seorang nenek kaya raya yang tinggal sendiri di rumah mewahnya. Sebetulnya tidak benar-benar sendiri. Ada keponakannya yang bernama Tyler. Pun begitu, Tyler akan segera pergi traveling keliling Eropa sehingga Beth ingin agar Tom membereskan segala urusan yang ada di rumahnya. Mulai dari mengganti lampu, memperbaiki pipa ledeng, hingga mengganti bel pintu.

Beberapa jam berlalu. Beth sempat menanyakan mengenai vas bunga antik miliknya yang tidak ada di tempat biasanya. Tom mengaku menemukannya sudah pecah berkeping-keping di lantai sehingga ia pun membuangnya. Ia yakin Whiskers, kucing Beth, yang tidak sengaja menyenggolnya. Beth heran karena ia tidak mendengar apa pun.

Tom tiba-tiba bercerita bahwa ini adalah hari terakhirnya bekerja sebagai teknisi. Apartemen tempat tinggalnya akan dirobohkan dan ia tidak bisa tinggal di tempat lain karena masalah biaya. Khawatir tidak ada lagi yang bisa membantunya, Beth menawarkan Tom untuk tinggal di rumahnya. Tom setuju.

Tom mendatangi sebuah toko pegadaian. Ada Belinda yang bekerja di sana. Vas bunga antik Beth ternyata diam-diam ia curi. Pun begitu dengan sebuah buku dongeng yang dianggap berharga oleh Tom. Seolah tidak mengenali buku tersebut, Belinda membukanya dengan menyatakan bahwa cerita tentang “Three Blind Mice” adalah salah satu favoritnya saat ia masih kecil.

Pada jaman dahulu kala, ada tiga ekor tikus liar yang sedang memperdebatkan siapa di antara mereka yang harus masuk ke rumah seorang nenek tua dan mencuri makanannya. Salah satunya, sebut saja tikus A, terpilih untuk melakukannya.

Di dalam, terlihat nenek tua yang dimaksud sedang mengobrol dengan sesuatu bernama Edgar. Di saat itulah ia melihat si tikus A. Karena panik, tikus A berlari tanpa melihat arah. Ia pun terantuk kaki meja hingga membuat nenek itu iba. Mengira tikus A buta, si nenek kemudian memberikan beberapa potong keju untuknya. Usai makan, si nenek bahkan mengantarkannya keluar dari rumahnya.

Sejak kejadian itu, tikus A dan dua orang rekannya rutin masuk ke dalam rumah nenek sembari berpura-pura buta. Dan setiap kali mereka melakukannya, si nenek terlihat iba dan langsung memberikan makanan pada mereka. Hingga akhirnya ia merasa tidak tega jika harus membiarkan ketiga tikus tersebut berada di alam liar setiap harinya.

Tom bertemu dengan kedua temannya, Steve dan Mike. Ia mengajak mereka untuk ikut bekerjasama mencuri habis harta benda milik Beth. Rencananya terlihat berjalan lancar. Dengan berpura-pura hendak menemani keduanya tinggal di penginapan selama beberapa hari, Beth lalu meminta agar sekalian saja Steve dan Mike menginap di rumahnya.

Beth menanyakan pada Tom perihal koleksi uang kunonya yang mendadak hilang. Ia sempat mencurigainya. Pun begitu, Tom berpura-pura kesal dan tidak terima dituduh sebagai pencuri. Aktingnya membuat Beth luluh dan meminta maaf karena telah mencurigainya.

Belinda mendatangi rumah Beth. Ia mengaku ada orang yang menjual buku dongeng milik Beth di tokonya dan ingin mengembalikannya. Sebelum pergi, Belinda menambahkan bahwa ia sempat membacakan dongeng mengenai “Three Little Mice” pada orang yang membawakan buku tersebut, namun orang itu pergi sebelum ia menyelesaikan ceritanya.

Malam harinya, Beth memasakkan makan malam untuk Tom, Steve, dan Mike. Whiskers sempat hendak mencicipinya, namun Beth melarang. Ia menyatakan bahwa masakan tersebut khusus ia buat untuk Tom dkk. Dan ternyata itu bukanlah masakan biasa. Kini Tom, Steve, dan Mike sudah dalam keadaan tidak sadarkan diri pasca menyantapnya.

Si nenek tua membawa tikus A dan dua temannya ke dalam sebuah kandang. Tanpa diduga, itu bukanlah kandang untuk mereka. Melainkan kandang milik Edgar, ULAR peliharaan si nenek tua. Sedari awal ia ternyata sudah tahu bahwa ketiganya tidak benar-benar buta.

Tom, Steve, dan Mike tersadar. Saat ini mereka ada di ruang bawah tanah rumah Beth dalam keadaan mata diperban. Beth duduk dengan santai di dekat mereka sembari membacakan buku dongeng “Three Little Mice” hingga tuntas. Dengan emosi, Tom membuka perban di matanya. Tanpa disangka, kedua bola matanya sudah tidak ada. Tidak itu saja, bola mata-bola mata mereka ternyata kini berada di dalam toples, bersama dengan bola mata-bola mata orang lain yang menjadi korban Beth.


Jujur, satu-satunya adegan horor atau sadis yang bisa bikin saya terdiam kaku dan tidak berkutik adalah yang berkaitan dengan bola mata. Entah kenapa, terasa seram sekali kalau sudah organ tubuh yang satu itu yang diutak-atik. Asli jadi merinding baca penghujung halaman edisi #27 dari Grimm Fairy Tales ini. Mana artworknya bagus pula. Coba kalau jelek, gak bakalan kebayang yang aneh-aneh…

OK Google, tema artikel yang berhubungan: , ,

Reply