Review Komik Grimm Fairy Tales #25 (Zenescope, 2008)

Kisah “The Little Mermaid” membuka volume ke-5 dari Grimm Fairy Tales yang saat ini memasuki edisi ke-25. Dengan Belinda yang sepertinya sudah berhasil mengalahkan Sela Mathers dalam edisi #24 lalu, sepertinya tidak akan ada lagi kesempatan kedua yang lebih baik bagi orang-orang yang tersesat dalam kegelapan. Benarkah? Temukan jawabannya dalam sinopsis komik Grimm Fairy Tales #25 berikut ini, ges.

Sinopsis Komik *SPOILER*

Review Komik Grimm Fairy Tales #25 (Zenescope, 2008)

At Belinda’s urging, a down-on-her-luck mother uses her daughter, Sara, as a means to a better life. Soon, a promising college student enters a new world of glitz and glamour and a naïve little mermaid makes a deal with the infamous sea witch as both enter worlds wrought with betrayal and pain. This fish-out-of-water tale shows that even the best of intentions can lead to enduring heartache and proves the consequences of our fondest desires must be dealt with, whether we like it our not.

Story: Joe Tyler, Ralph Tedesco, Linda Ly, Raven Gregory
Art: Claudio Sepulveda
Color: Nei Ruffino
Letter: Alphabet Studios
Judul Edisi: The Little Mermaid: Part One
Tanggal Rilis: April 2008

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung spoiler!

Sebuah kapal diserang badai di tengah laut. Dengan angin yang sedemikian kencang, kapal itu pun akhirnya karam. Satu persatu awaknya tenggelam. Sesaat kemudian, hadir sekumpulan putri duyung yang menangkap para awak kapal itu. Termasuk salah satunya yang bernama Ariel. Namun alih-alih membawanya ke dalam laut, ia justru menyelamatkan pria yang ia tangkap itu ke daratan. Pria yang belakangan ia ketahui merupakan seorang putra pangeran.

Belinda mendatangi seorang wanita bernama Lucy yang tinggal di mobil karavan. Ia berusaha mempengaruhi Lucy bahwa seharusnya Sara, putrinya, dengan usianya yang sekarang, sudah bisa memberikan kehidupan yang lebih layak bagi dirinya. Lucy mencoba membela Sara. Namun Belinda kemudian meminta Lucy untuk membaca sebuah dongeng mengenai “The Little Mermaid” terlebih dahulu.

Malam harinya, saat Sara pulang dari kuliah, Lucy tanpa basa basi meminta Sara untuk mulai sekarang mengikuti apa yang ia mau. Sara mengiyakan.

Esok harinya, setelah meminta Sara memakai pakaian yang seksi, Lucy menyuruhnya untuk berkenalan dengan seorang pria bernama Stephen Chambers. Ia adalah seorang atlet yang tengah naik daun. Dan tentu saja, tampan dan kaya.

Saat Sara masuk ke club tempat Stephen biasa hangout, Belinda memastikan apakah Lucy sudah membaca cerita dongeng tersebut hingga usai. Lucy ternyata belum melakukannya. Belinda pun meminta Lucy untuk menyelesaikan membaca saat itu juga.

Ariel mendatangi kediaman penyihir laut yang dikenal bisa mewujudkan semua permintaan. Ia meminta agar kaki duyungnya bisa berubah menjadi kaki manusia biasa. Sebagai gantinya, penyihir laut mengambil suara indah Ariel.

Beberapa waktu kemudian, sang pangeran yang kebetulan berada di pesisir pantai menemuka Ariel yang terdampar dalam keadaan lemah. Ia segera membawanya ke istana dan merawatnya hingga sembuh. Sayangnya, tidak ada anggota keluarga kerajaan yang menyukai kehadirannya selain sang pangeran sendiri.

Dengan gombalan yang menyatakan dirinya seperti berada di dunia yang berbeda saat sedang bersama Ariel, pangeran itu berhasil mendapatkan hati sekaligus tubuh Ariel. Hati Ariel yang awalnya berbunga-bunga tak butuh waktu lama untuk hancur lebur. Malam harinya ia mendapati pangeran pujaannya tengah bercumbu dengan wanita lain yang bernama Madeline. Kebetulan Madeline lebih diterima oleh raja dan anggota kerajaan yang lain sebagai calon pendamping pangeran di masa depan.

Ketidakadaannya suara membuat Ariel hanya bisa melampiaskan perasaannya dengan menangis. Di saat yang sama, dari kejauhan tampak seorang wanita duyung (penyihir laut, kah?) tiba di pesisir pantai.


Twist yang lumayan mengagetkan dari cerita “The Little Mermaid”. Apalagi dengan cerita yang masih bersambung plus hadirnya seseorang yang belum diketahui di penghujung halaman. Kalau cerita utamanya sendiri sepertinya sudah bisa ditebak. Sara bakal bernasib tragis di tangan Stephen, sedang Lucy bakal menyesal. Tapi semoga saja tidak demikian. Biar ada kejutan lain, hehehe.

OK Google, tema artikel yang berhubungan: , ,

Reply