Review Komik Grimm Fairy Tales #21 (Zenescope, 2008)

Di cerita sebelumnya, terungkap bahwa Belinda bukan berniat untuk menghukum orang yang bersalah. Lebih parah, tujuannya menggunakan kekuatannya adalah untuk memastikan hal-hal buruk tetap terjadi dan orang yang memiliki kemampuan untuk berbuat jahat tetap terus melakukan perbuatannya. Sepertinya bakal jadi musuh yang berat bagi Sela mengingat sudah dua edisi berturut-turut Belinda berhasil mempecundangi Sela Mathers. Akankah ia berhasil untuk yang ketiga kalinya? Simak kelanjutan kisahnya dalam sinopsis komik Grimm Fairy Tales #21 berikut ini.

Sinopsis Komik *SPOILER*

Review Komik Grimm Fairy Tales #21 (Zenescope, 2008)

When a college professor makes inappropriate advances toward his female student, Belinda decides to step in to help the girl out. But as always, Belinda’s motives are much more than what meets the eye… When a young apprentice to a powerful Sorcerer ignores her teacher’s warning and is punished harshly for it, she finds that revenge has terrible consequences.

Story: Ralph Tedesco, Joe Tyler, Raven Gregory
Art: Eric J
Color: Nei Ruffino
Letter: Alphabet Soup
Judul Edisi: The Sorcerer’s Apprentice
Tanggal Rilis: Januari 2008

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung spoiler!

Bel yang menandakan jam kelas usai berdering. Satu demi satu siswa keluar dari ruangan Profesor Richard Delroy yang baru saja mengajar. Kecuali Samantha Darren, yang masih sibuk menyelesaikan catatannya. Richard lantas menghampiri Samantha dan tanpa disangka mulai melecehkannya. Ia ternyata sudah berulangkali berusaha menggoda Samantha secara fisik, namun Samantha selalu berusaha menghindar.

Sesaat kemudian seorang guru masuk. Samantha kaget dan tanpa sengaja menjatuhkan laptopnya hingga retak. Guru itu sendiri mengaku bernama Belinda, yang bakal menggantikan guru Sela untuk sementara waktu.

Setelah Richard pergi, Belinda mengajak Samantha ngobrol. Setelah tahu Samantha begitu membenci Richard dan ingin agar Richard mati saja, Belinda memberikan sebuah buku dongeng padanya. Ia meminta Samantha untuk membaca kisah tentang “The Sorcerer’s Apprentice”.

Belinda adalah murid seorang penyihir terkenal. Ia sengaja berguru kepadanya agar bisa menjadi penyihir sepertinya. Alih-alih diperlakukan layaknya murid, penyihir tersebut justru memperlakukan Belinda bagai pembantu. Hari-hari Belinda dilalui dengan bersih-bersih tempat tinggal penyihir tersebut. Tidak jarang ia mendapat perlakuan kasar darinya.

Usai membersihkan ruangan, Belinda lanjut mengisi bak air yang berukuran lumayan besar. Ember demi ember ia angkut, namun bak tersebut belum jua penuh. Melihat topi sihir yang ditinggalkan oleh si penyihir di meja membuat Belinda jadi gatal untuk mencobanya. Setelah mengenakan salah satu kostum milik si penyihir, Belinda memakai topi tersebut, membuka catatan mantranya, lantas melafalkannya pada sebatang sapu.

Tanpa diduga, sihirnya berhasil. Sapu tersebut menjadi hidup dan mulai mengambil ember untuk mengisi bak air. Bangga dengan dirinya sendiri, Belinda lalu duduk di kursi sembari memperhatikan sapu tersebut bekerja. Lama kelamaan ia pun tertidur.

Beberapa saat kemudian Belinda terbangun. Ia kaget begitu tahu sapu tersebut terus-terusan mengisi bak air tanpa peduli seluruh rumah sudah dibanjiri air yang tingginya hampir mencapai pinggang Belinda. Belinda mencoba menghentikan sapu tersebut dengan tongkat sihirnya, namun gagal.

Tak ada rotan akar pun jadi. Belinda mengambil kapak lantas menghujamkannya pada sapu malang tersebut. Bukannya hancur berkeping-keping, ternyata masing-masing pecahan sapu tersebut justru berubah menjadi sapu yang baru, yang masing-masing sudah siap mengisi bak dengan air.

Dengan air yang semakin meninggi, Belinda memutuskan untuk mencoba sihirnya kembali. Hasilnya lebih parah. Entah bagaimana, mantranya justru membuat binatang-binatang peliharaan si penyihir berubah menjadi berukuran raksasa. Tidak itu saja, binatang-binatang itu lanjut bertarung dengan sengit di dalam rumah.

Untungnya, sesaat kemudian penyihir pulang dan langsung melafalkan mantra sihir yang tepat sehingga semuanya kembali seperti semula. Tanpa mengindahkan permintaan maaf Belinda, sang penyihir menghajarnya hingga babak belur. Sudah bosan diperlakukan kasar, kali ini Belinda tidak tinggal diam. Saat penyihir lengah, ia mengambil potongan kaca yang ada di lantai, lantas menusukkannya ke tubuh si penyihir.

Sebelum menghembuskan nafas terakhir, penyihir tersebut memberikan kekuatan sihirnya pada Belinda. Namun tidak dengan percuma. Ia juga mengurung Belinda ke dalam sebuah lampu minyak seperti yang ada dalam dongeng Aladin.

Samantha bingung setengah mati saat tahu cerita dongeng tersebut berakhir begitu saja. Lebih bingung lagi saat tiba-tiba Richard muncul di hadapannya. Dan lagi-lagi Richard meraba-raba tubuh Samantha untuk melecehkannya.

Di tengah usahanya untuk melepaskan diri dari Richard, tangan kanan Samantha menggapai sebuah batu yang secara kebetulan ada di samping tempatnya duduk. Ia pun langsung menghujamkan batu tersebut ke kepala Richard, yang lantas tewas seketika.

Dengan panik Samantha kemudian lari dari TKP. Belinda lalu hadir dan mengambil buku dongeng miliknya. Sembari tersenyum, ia mengenang betapa si penyihir telah mengubahnya menjadi jin dan membuatnya terperangkap dalam lampu minyak selama ratusan tahun hingga akhirnya ia bisa membebaskan diri darinya. Sementara itu, di pantulan air kolam yang ada di hadapan Belinda, terlihat Sela yang sepertinya sedang terjebak.


Agak bingung dengan endingnya. Apakah benar Belinda sudah berhasil menangkap dan menahan Sela atau itu hanya gambaran untuk menunjukkan kekalahan Sela yang kesekian kalinya dari Belinda. Jelas harus menunggu jawabannya di edisi berikutnya.

OK Google, tema artikel yang berhubungan: , ,

Reply