Review Komik Grimm Fairy Tales #13 (Zenescope, 2007)

Grimm Fairy Tales #13 adalah edisi perdana dari volume ketiga serial komik Grimm Fairy Tales. Volume sebelumnya ditutup oleh cerita “The Pied Piper” yang mana karakter utamanya nanti, The Pied Piper sendiri tentunya, bakalan sering eksis dalam spin-off maupun miniseri jagat Grimm Fairy Tales ini. Dan seperti biasa, total akan ada 6 edisi dalam volume ini, yang berarti akan ditutup pada edisi #18. So, tanpa perlu berpanjang lebar lagi, berikut sinopsis komik Grimm Fairy Tales #13. Selamat membaca!

Sinopsis Komik *SPOILER*

Review Komik Grimm Fairy Tales #13 (Zenescope, 2007)

A young girl is desperate to escape an abusive relationship before it’s too late and a meeting with her professor, Sela, might provide her a way out… when a young man is transformed into a hideous beast he is granted a short time to change his ways and reverse the curse, but can he overcome his abusive mindset or will his rage consume him and ruin any chance he has at redemption?

Do not miss one of the most intriguing and beautiful issues of Grimm Fairy Tales yet.

Story: Joe Brusha, Ralph Tedesco
Art: Tommy Castillo
Color: Mark McNabb
Letter: Artmonkeys
Judul Edisi: Beauty and the Beast
Tanggal Rilis: Februari 2007

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung spoiler!

Untuk kesekian kalinya, Jenna Washington mendapat perlakuan kasar dari kekasihnya yang posesif, Drew Peirce. Meski sering tersakiti, rasa cinta membuat Jenna sulit untuk berpaling. Saat tengah merenung di taman, tiba-tiba Sela Mathers datang menghampirinya.

Seolah tahu apa yang dialami Jenna selama ini, Sela meminjamkan buku dongeng miliknya. Ia khusus meminta Jenna untuk membaca kisah mengenai “Beauty And The Beast”.

Pada jaman dahulu kala, hiduplah seorang putra bangsawan bernama Edmund Munroe. Kekayaan — yang ia warisi dari ayahnya — serta parasnya yang tampan membuat Edmund bertindak semaunya. Merampas harta milik orang lain maupun menyakiti wanita sudah merupakan hal biasa baginya.

Di hari ulang tahunnya yang ke-20, ia menemukan sebuah bunga mawar merah di dalam tabung kaca di depan pintu. Awalnya ia mengira itu hanyalah pemberian dari wanita yang ia tolak cintanya. Memang benar. Pun demikian, wanita itu bukanlah wanita biasa, melainkan wanita yang memiliki kekuatan sihir. Didorong oleh rasa sakit hati, wanita tersebut sengaja menggunakan mawar merah sebagai media kutukan bagi Edmund. Sejak itu, wajah maupun tubuh Edmund berubah total menjadi monster yang buruk rupa. Satu-satunya cara untuk menghilangkan kutukan adalah dengan menemukan wanita yang benar-benar mencintai Edmund apa adanya.

Pasca kejadian tersebut, Edmund ternyata banyak memikirkan kembali mengenai hal-hal buruk yang pernah ia lakukan selama ini. Dari hari ke hari sifatnya semakin lama semakin membaik. Ia menyesali semua ulahnya di masa lalu dan ingin berubah menjadi pria yang lebih baik.

Pada hari ke-24, Edmund menemukan seorang wanita cantik bernama Jesabel di dekat kastilnya. Jesabel sedang dalam keadaan sekarat saat itu. Dengan lembut Edmund merawat dan mengobati lukanya. Jesabel, yang awalnya takut, lama-kelamaan juga mulai terbiasa dengan penampilan Edmund.

12 hari berlalu. Edmund mulai jatuh cinta pada Jesabel. Ia yakin Jesabel merasakan hal yang sama. Sayangnya, Jesabel lantas mengaku bahwa ia sudah memiliki tunangan yang bernama George. Niat Jesabel untuk kembali pada George membuat Edmund murka dan memutuskan untuk mengurung Jesabel di kastil.

Jenna menghentikan sejenak perjalanan dongengnya karena harus bekerja. Di bar tempatnya bekerja, ia bertemu dengan Steve, salah satu pelanggan yang dekat dengannya dan seringkali membuat Drew cemburu. Tanpa diduga, Steve saat itu secara tidak langsung mengajak Jenna untuk mengenal lebih dekat alias berkencan. Jenna tidak mengiyakan, namun juga tidak menolaknya.

Beberapa saat kemudian, sebuah pesan SMS masuk ke ponselnya. Adalah Drew yang meminta maaf atas ulahnya semalam.

George dengan dibantu oleh Alicia, sepupunya, mengumpulkan pasukan untuk mencari keberadaan Jesabel. Melihat ada sebuah kastil, Alicia memutuskan untuk berpisah dari rombongan dan memeriksa kastil tersebut sendirian.

Baru saja memasuki area kastil, muncul Edmund yang langsung menyerang Alicia karena dianggap telah masuk ke wilayahnya tanpa izin. Saat melarikan diri, tidak sengaja Alicia bertemu dengan Jesabel yang ada di balik jendela kastil. Berselang beberapa detik, Edmund tiba-tiba sudah ada di belakang Alicia dan menghabisinya tanpa basa-basi. Jesabel syok melihatnya.

Tak lama George dan pasukannya datang. Sementara anak buahnya menyerang Edmund, George membebaskan Jesabel dari kastil. Kalah jumlah pada akhirnya membuat Edmund tidak berdaya dan pasrah melihat Jesabel pergi bersama George.

Usai membaca buku dongeng tersebut, Jenna makin yakin untuk menerima ajakan Steve. Baru saja ia menyatakan persetujuannya, Drew ujug-ujug muncul, berniat untuk memberi kejutan pada Jenna. Rasa cemburu membuat Drew langsung mengumbar emosi. Namun kali ini Jenna tidak tinggal diam. Dengan tegas ia menyatakan muak dengan sikap Drew dan tidak lagi takut kepadanya.

Belum sempat membalasnya, Drew sudah keburu diusir oleh pengunjung bar. Sembari melangkah keluar, Drew memastikan bakal membuat perhitungan dengan Jenna.


Untuk pertama kalinya setelah 12 edisi berlalu, cerita dalam Grimm Fairy Tales bersambung alias tidak dituntaskan dalam satu edisi. Gak masalah sih. Sejauh ini cukup menarik. Apalagi artworknya, mantap tenan.

OK Google, tema artikel yang berhubungan: , ,

Reply