Review Komik Grimm Fairy Tales #10 (Zenescope, 2006)

Di cerita sebelumnya, dongeng “Goldilocks and the Three Bears” mengajarkan kita untuk tidak serakah dan tidak mengambil hak milik orang lain. Apalagi sampai nekat menghabisi nyawa seseorang. Bisa fatal akibatnya di kemudian hari. Nah, bagaimana dengan Grimm Fairy Tales #10 berikut ini? Pelajaran moral apa yang nantinya bisa kita petik? Simak yuk sinopsisnya di bawah ini.

Sinopsis Komik *SPOILER*

Review Komik Grimm Fairy Tales #10 (Zenescope, 2006)

A retelling of the classic Brothers Grimm Story, The Frog King.
The stuck-up and selfish Lizette has always gotten everything she ever wanted. Including homework from her shy and quiet classmate, Neville. But when Lizette stoops to humiliating him, it’s time for Sela to step in… Calliope loves nothing more than to admire herself, treat others like dirt and wait for a Prince, or better yet, a King to sweep her off her feet. But when she finds herself in a bind she’s forced to make a promise to an enchanted frog. However the dishonorable Calliope has no intention of keeping her end of the deal and not only reneges on her promise but commits an incredibly despicable act. But when a shy and quiet servant witnesses the horrible deed he feels he has no other choice but to teach the girl a disturbing lesson.

Story: Mike Kalvoda
Art: Julian Aguilera
Color: Mark McNabb
Letter: –
Judul Edisi: The Frog King
Tanggal Rilis: September 2006

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung spoiler!

Lizette, siswi populer dan cantik di sekolah, berulangkali minta agar Neville mengerjakan tugas-tugas laporannya. Neville tidak pernah menolak, secara ia jatuh hati kepadanya. Pun begitu, tetap saja Lizette berlaku kasar pada Neville. Puncaknya saat Lizette tahu ada bekas tanda lahir di leher Neville. Ia terang-terangan mengaku jijik dan mual melihatnya, lantas pergi meninggalkan Neville tanpa peduli perasaannya.

Saat hendak masuk ke kamar mandi, Sela Mathers yang tadinya mengajar mereka di kelas, mengikuti Lizette dan memberikan sebuah buku. Ia yakin itu adalah buku milik Lizette karena tercantum namanya di lembar buku tersebut. Meski merasa tidak memilikinya, Lizette tetap menerima dan kemudian membaca dongeng yang ada di dalamnya mengenai “The Frog King”.

Putri Calioppe sangat pede dengan kecantikannya. Ia acap pergi ke sebuah sumur di tengah hutan untuk mematut-matut wajahnya dari pantulan air yang ada di dasar sumur. Tidak terkecuali di hari ini. Sebelum berangkat, sang raja, ayahnya, sempat memberitahu bahwa Baron Reeve mengajak makan malam bersama nanti malam. Raja juga mengatakan bahwa sumur yang tengah dibuatkan oleh Heinrich akan segera jadi esok hari sehingga Calioppe tidak perlu lagi jauh-jauh ke hutan.

Di sumur, tanpa sengaja kepala Calioppe terantuk kayu penarik ember. Itu membuat mutiara yang ada di mahkota terjatuh ke dasar sumur. Saat tengah meratapinya, seekor kodok tiba-tiba muncul dari dalam sumur. Kodok tersebut memiliki tanda lahir berwarna merah di bagian lehernya.

Calioppe awalnya merasa jijik dan hendak meninggalkannya. Namun si kodok menawarkan mengambil mutiara mahkota Calioppe kembali. Sebagai imbalannya, ia minta agar Calioppe mau berteman dengannya. Termasuk mengajaknya makan di meja yang sama, tidur di tempat tidur yang sama, dan ngobrol dengannya sebelum tidur.

Alih-alih menepati janji, begitu mutiara diberikan, Calioppe justru mendorong kodok tersebut hingga terjatuh ke dasar sumur. Ia tidak mempedulikan si kodok yang berteriak meminta Calioppe menepati janjinya dan terus berlari menuju kereta kudanya untuk pulang ke istana.

Malam harinya, saat sedang makan malam bersama raja dan Baron Reeve, tanpa disangka si kodok datang menagih janji. Baron Reeve yang sebenarnya ingin mengajak Calioppe berkeliling dengan kereta kudanya memutuskan untuk menunda keinginannya. Sementara itu, sang raja yang tahu putrinya sudah terlanjur berjanji, mengingatkan agar Calioppe tidak mengingkarinya. Ia khawatir kodok tersebut bukanlah kodok biasa.

Maka, mau tidak mau, Calioppe menuruti keinginan si kodok. Ia makan bersamanya dan membiarkan kodok tersebut tidur di tempat tidurnya. Namun begitu si kodok terlelap, dengan sadis Calioppe membantingnya ke pinggiran jendela hingga tewas dengan sebelah tangannya buntung.

Pagi harinya, Heinrich kaget mendapati kodok tersebut dalam keadaan mengenaskan. Ia lalu membawanya ke sumur yang ada di tengah hutan dan menjatuhkkan kodok tersebut ke dasar sumur. Secara ajaib, kodok tersebut berubah menjadi seorang pria, yang merupakan atasan Heinrich.

Beberapa saat kemudian, sebuah kereta kuda datang menjemput Calioppe. Bukan Baron Reeve, melainkan seorang raja dari negeri seberang. Dengan gembira Calioppe naik ke dalamnya. Apalagi sang raja terlihat tampan dan bersahaja.

Di tengah hutan, tepatnya di sumur yang biasa didatangi Calioppe, kereta tersebut berhenti. Raja mengaku hendak mengambilkan air karena yakin Calioppe pasti haus. Begitu Calioppe meneguk air dari sumur tersebut, tiba-tiba ia tersedak. Lamban laun tubuhnya berubah menjadi kodok. Sementara itu terjadi, raja membuka penutup lehernya dan terlihat ada tanda lahir berwarna merah di sana.

Calioppe yang panik melihat tubuhnya tanpa sengaja tersandung dan terjatuh ke dasar sumur. Dengan sigap, Heinrich, yang ternyata adalah anak buah dari raja tersebut, menutup mulut sumur dengan kayu sehingga Calioppe selamanya terkurung di dalamnya.

Bukannya sadar, Lizette justru tambah jijik usai membaca dongeng tersebut. Ia menyerahkan buku tersebut kembali pada Sela. Sebelum meninggalkannya, Sela mengingatkan bahwa ada baiknya kita memperlakukan orang lain dengan layak.

Tanpa mempedulikan saran Sela, Lizette minum air yang tersedia di depan kamar mandi dan masuk ke dalam. Tiba-tiba ia merasa kepalanya pusing. Dan tanpa disangka, tubuhnya pun berubah menjadi kodok raksasa.

Sementara itu, Sela dan teman-teman Neville menghibur Neville. Mereka berhasil meyakinkannya bahwa teman yang baik adalah yang bisa menerima Neville apa adanya.


Cerita ini cocok dibaca oleh netizen, yang suka nyinyir dan menghujat orang cuma berdasarkan apa yang mereka lihat di depan mata. Apa yang mereka perbuat memang tidak akan mengubah mereka menjadi kodok, tapi pasti suatu saat nanti ada balasannya. Saya cuma agak bingung dengan dongengnya, dimana ayah Calioppe terlihat sudah tahu bakal terjadi sesuatu pada putrinya. Kebetulan aja karena digambar seperti itu atau memang si ayah sudah pasrah dengan tingkah polah Calioppe, hehehe.

OK Google, tema artikel yang berhubungan: , ,

Reply