Review Komik Dial H For Hero #6 (DC Comics, 2019)

Di cerita sebelumnya, Miguel yang menyusul Mr. Thunderbolt masuk ke heroverse tidak berhasil menangkapnya. Alih-alih, Mr. Thunderbolt tidak hanya sukses menyatu kembali dengan tubuh fisiknya, melainkan juga mengaktifkan telpon H-Dial untuk memberi kekuatan pada seluruh penduduk Metropolis. Miguel lantas bertemu dengan Robby Reed (The Operator) yang meminta Miguel untuk mencari tahu seperti apa kisah origin yang ia miliki. Apa yang akan terjadi selanjutnya? Temukan jawabannya dalam sinopsis komik Dial H For Hero #6 di bawah ini. Cek dis out!

Sinopsis Komik *SPOILER*

Review Komik Dial H For Hero #6 (DC Comics, 2019)

Just as Miguel and Summer learn the stunning truth of his identity, Mr. Thunderbolt launches his most devastating attack yet—by using the H-Dial on everyone in Metropolis! As chaos ensues throughout the city, Miguel and Summer seek out a certain Big Blue Boy Scout for help”¦but is it too late? Has Mr. Thunderbolt already won?

Story: Sam Humphries
Art: Joe Quinones, Scott Hanna
Color: Jordan Gibson
Letter: Dave Sharpe
Judul Edisi: Anyone Can Be A Hero
Tanggal Rilis: 28 Agustus 2019

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung spoiler!

Seluruh penduduk Metropolis berubah menjadi superhero yang berbeda-beda. Termasuk juga Summer, yang sudah di kota tersebut, yang kembali berubah menjadi Lo Lo Kick You. Sayangnya, bukannya membawa kedamaian, yang terjadi justru kekacauan dimana para superhero saling bertikai sendiri. Yang lebih parah lagi, sebuah pesawat yang sedang melintas juga terancam jatuh akibat para penumpan dan kru di dalamnya berubah menjadi superhero (dan lantas sibuk berantem sendiri).

Di Heroverse. Robby Reed menunjukkan sebuah telpon H-Dial berwarna cyan. Kemampuannya sama dengan yang berwarna merah, yang sekarang ada di tangan Mr. Thunderbolt. Mengingat Superman sedang sibuk untuk urusan lain yang lebih besar, Robby meminta Miguel untuk memutar tombol H di telpon tersebut demi menyelamatkan kota Metropolis. Sempat ragu-ragu karena sudah berjanji untuk tidak lagi menggunakan telpon tersebut, pikiran Miguel berubah saat melihat pesawat yang hendak jatuh, yang kebetulan mengingatkan dirinya terhadap kecelakaan yang dialami oleh kedua orangtuanya dahulu.

Lo Lo Kick You berusaha untuk menyelamatkan pesawat yang hendak terjatuh, namun usahanya berkali-kali terjegal oleh para superhero yang ada. Untungnya, tak lama kemudian muncullah SuperMiguel, sosok superhero jelmaan dari Miguel. Ia segera menahan tubuh pesawat agar bisa mendarat dengan selamat. Aksinya itu dibantu pula oleh dua orang superhero lain yang tidak diketahui namanya.

Ujung-ujungnya, aksi heroik SuperMiguel tersebut menginspirasi superhero-superhero lain untuk berhenti bertikai dan sebaliknya, mulai membantu orang-orang yang berada dalam kesusahan. Hingga pada akhirnya malam tiba dan satu persatu dari mereka kembali berubah menjadi manusia biasa.

Mr. Thunderbolt berada di sebuah tempat yang sudah disiapkan oleh Thunderbolt Club. Ia berniat untuk memgumpulkan KEEMPAT telpon H-Dial yang ada dan menggunakannya untuk mengubah semua orang di dunia menjadi superhero.


Sebagai pembaca yang belum pernah mengikuti serial Dial H sebelumnya, cukup surprise juga begitu mengetahui ternyata ada 4 telpon H-Dial yang sepertinya berasal dari dimensi yang berbeda. Selain yang berwarna merah dan cyan, adapula yang berwarna kuning dan ungu. Tapi kalau kemampuannya sama persis kok rasanya gak seru, ya. Jangan-jangan ada perbedaan kemampuan dari masing-masing ponsel H-Dial yang ada.

But eniwei, serial ini mungkin bakal terus berlanjut dan tidak berhenti di edisi keenamnya ini. Di situs resmi DCComics memang belum tercantum jadwal atau bocoran cover dari edisi berikutnya, namun di penghujung halaman edisi ini tidak ada kata “The End”, “Tamat”, atau sejenisnya. Yah, semoga saja masih lanjut sih. Sejauh ini gak mencewakan ceritanya.

OK Google, tema artikel yang berhubungan: , ,

Reply