Review Komik Detective Comics #996 (DC Comics, 2019)

Di cerita sebelumnya, seseorang tak dikenal menyerang Alfred dan menusuknya dengan sebilah pedang panjang. Setelah meminta Damian Wayne untuk mengoperasi Alfred, Batman pergi menuju Arkham Asylum untuk mencari petunjuk dari para tahanan di sana. Apa yang sebenarnya terjadi? Siapa pelaku penyerangan terhadap Alfred yang sebelumnya telah membunuh Dr. Leslie Thompson itu? Simak kelanjutan kisahnya dalam sinopsis komik Detective Comics #996 berikut ini.

Sinopsis Komik *SPOILER*

Review Komik Detective Comics #996 (DC Comics, 2019)

In the catacombs under Paris, Henri Ducard is not going to sit and wait for the death that’s coming for everyone who helped to train Batman…he’s going to wrestle it to the ground and put a bullet between its eyes! Good plan—but what if it just gets right back up? Can even Batman save him then?

Story: Peter J. Tomasi
Art: Jaime Mendoza, Mark Irwin (Inks) / Doug Mahnke (Pencils)
Color: David Baron
Letter: Rob Leigh
Judul Edisi: Mythology – See Paris And Die!
Tanggal Rilis: 16 Januari 2019

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung spoiler!

Meski tidak mendapatkan petunjuk di Arkham Asylum, namun Batman yakin bahwa pelakunya adalah orang yang mengetahui identitas dirinya yang sebenarnya. Damian memberi masukan bahwa mungkin saja ada hubungannya dengan Morgan Ducard (NoBody), pria yang telah dibunuh oleh Damian. Batman setuju dan memutuskan untuk menuju Paris, lokasi terakhir keberadaan Henri Ducard, ayah Morgan. Sebelum pergi, Batman meminta Damian untuk sementara meninggalkan tim Titans untuk menjaga Alfred sekaligus Bat Cave. Damian tidak menolak.

Batman berhasil menemukan keberadaan Henri di dalam sebuah catacomb. Namun di luar dugaan, Henri justru menyatakan bahwa ada orang lain yang juga sedang mencarinya. Dan tak lama sosok yang dimaksud tiba-tiba muncul menyerang mereka. Semacam protoplasma yang merupakan mutasi genetik dari musuh-musuh besar Batman selama ini. Ada Joker, Bane, Killer Croc, Penguin, dan lain sebagainya.

Bahu membahu Batman dan Henri mencoba untuk mengalahkannya. Alih-alih sukses, protoplasma tersebut malah mampu menangkap Henri. Sesaat sebelum tubuh Henri terhisap masuk ke dalam protoplasma, ia mengaktifkan granat yang ia miliki. Tubuh mereka pun meledak dan hancur berkeping-keping.

Kejadian itu membuat Batman yakin, bahwa misi utama dari musuh yang ia hadapi adalah untuk menghabisi orang-orang yang selama ini telah membantu seorang Bruce Wayne menjadi Batman.

Batman mendatangi sebuah kuil ninja di pegunungan Paektu-San, Korea Utara, tempat Kirigi tinggal. Kirigi adalah orang yang mengajarkan ilmu ninja pada Batman. Tepat seperti dugaannya, musuh yang belum ia ketahui telah lebih dulu datang ke sana dan menghabisi hampir semua murid-murid Kirigi. Hanya tersisa Kyodai Ken saja yang sempat menantang Batman karena menganggapnya sebagai orang yang bertanggung jawab atas pembantaian di sana.

Setelah mengalahkan Kyodai Ken dan bertemu dengan suhu Kirigi, Batman melanjutkan perjalanannya ke Gila, New Mexico. Sesampainya di sana tiba-tiba Thaddeus Brown (Mister Miracle) berlari keluar dan memperingatkannya bahwa ia sedang dijebak. Sesaat kemudian, tanah yang dipijak oleh keduanya berbalik dan menimbun mereka.


Sepertinya makin terang petunjuk bahwa pelakunya adalah Batman Who Laughs. Sebagai ‘kembaran’ Batman dari dunia yang berbeda, sudah tentu ia tahu jalan hidup Bruce Wayne yang sebenar-benarnya. Tapi yah, berhubung arc ini masih panjang, lebih baik tidak usah menebak-nebak dahulu dan menunggu kelanjutan ceritanya beberapa seri ke depan.

OK Google, tema artikel yang berhubungan: , , ,

Reply