Review Komik Detective Comics #995 (DC Comics, 2019)

Di cerita sebelumnya, Batman dan komisaris Jim Gordon menghadapi sebuah kasus pembunuhan misterius dimana kedua orang korban didandani 100% mirip dengan Thomas dan Martha Wayne. Tidak itu saja, Dr Leslie Thompson tiba-tiba diserang oleh sesosok monster. Batman memang berhasil menyelamatkan Leslie, namun wajah Leslie ternyata berubah menjadi seperti Joker. Mungkinkah Joker berada di balik semua kejadian itu? Yuk simak aja deh kelanjutan arc “Mythology” ini dalam sinopsis komik Detective Comics #995 di bawah ini. Cekidot!

Sinopsis Komik *SPOILER*

Review Komik Detective Comics #995 (DC Comics, 2019)

Alfred Pennyworth…attacked at the Wayne mansion! Who’s hunting those closest to Batman? The monstrous shadow creature plaguing Gotham City gains the upper hand when two of the Dark Knight’s most ardent allies fall prey to the violent vendetta. Will those tragedies send Batman over the edge? Good thing he’s on his way to Arkham Asylum—but will he investigate a murder, or get incarcerated in a padded cell?

Story: Peter J. Tomasi
Art: Doug Mahnke (Penciller) / Jaime Mendoza (Inker)
Color: David Baron
Letter: Rob Leigh
Judul Edisi: Mythology Ring Them Bells
Tanggal Rilis: 2 Januari 2019

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung spoiler!

Sadar Leslie sudah terpengaruh racun gas Joker, Batman segera menghubungi Alfred dan memintanya menyiapkan serum penawar. Bergegas Batman membawa Leslie menuju Bat Cave dimana Alfred sudah bersiap. Tanpa diduga, tidak satupun serum yang mereka miliki berfungsi. Alfred yakin bahwa yang dihisap Leslie adalah versi mutasi dari racun gas Joker, dimana mereka belum memiliki penawarnya.

Dengan kondisi tubuh yang semakin menurun, Leslie mengucapkan kata-kata terakhirnya. Ia minta agar Alfred menjaga Batman dan sebaliknya, mengaku bangga dengan apa yang dilakukan Batman / Bruce Wayne selama ini. Sesaat kemudian ia Leslie menghembuskan nafas terakhir.

Merasa banyak dibantu oleh Leslie pasca kematian kedua orang tuanya, Batman berusaha untuk melakukan CPR dengan alat pacu jantung. Usahanya gagal. Sambil menahan kesedihan, Batman meminta agar Alfred memberikan waktu untuknya berdua dengan Leslie.

Bel rumah tiba-tiba berbunyi. Terdeteksi bahwa yang datang adalah komisaris Gordon. Saat Alfred membukakan pintu, ia kaget mendapati seseorang yang tidak dikenal tanpa basa basi menusukkan pedang jenis rapier ke dada kanannya.

Batman mendengar bel berbunyi berulang kali. Menyadari ada yang tidak beres, ia bergegas menuju sumber bel — Alfred yang terbaring dengan darah mengucur dari dadanya. Tanpa buang waktu Batman segera memberikan pertolongan pertama dan membopong Alfred kembali ke Bat Cave. Ia berencana untuk meminta Damian Wayne mengoperasi Alfred. Ia juga memastikan akan tetap menemaninya hingga sudah tidak lagi berada dalam kondisi kritis, sebelum pergi ke suatu tempat.

Batman mendatangi Arkham Asylum. Setelah memberitahu Dr. Arkham tujuannya, ia melangkah masuk ke ruang para tahanan. Meski memendam emosi, dengan tenang Batman menyatakan bahwa ada yang telah bertindak melampaui batas. Ia meminta agar para tahanan yang ada di sana memberikan informasi tentang hal tersebut. Ia juga memastikan bahwa ia bakal mendapatkan informasi itu dari mereka… dengan cara apapun.


Terus terang cerita di edisi ini terasa begitu cepat berakhir. Mungkin karena porsi hubungan Leslie dan Bruce Wayne / Batman yang lebih banyak diangkat, sementara saya yang dulunya tidak terlalu mengikuti kisah Batman untuk saat ini tidak merasakan keterkaitan dengan karakter Leslie. Tapi di sisi lain agak syok juga. Ini beneran mati kah Leslie-nya? Mengingat pasca Rebirth karakter yang satu ini acap eksis di berbagai arc Detective Comics.

Dari departemen artwork, yah memang bukan favorit saya. Tapi tidak jelek kok. Dan rasanya sudah terbiasa membaca seri komik ini dengan gambar hasil karya Doug Mahnke dan Jaime Mendoza, jadi no complaint. Yang pasti, gambar di panel terakhir beneran keren sih.

OK Google, tema artikel yang berhubungan: , , ,

Reply