Review Komik DCeased: Hope At World’s End #6 (DC Comics, 2020)

Di cerita sebelumnya, Aerie dan Wink yang ditampung oleh Rustam dan pasukannya di benteng Jotunheim dimintai tolong untuk mencari keberadaan Nightshade dan Hyve yang belum juga kembali pasca diminta patroli ke wilayah barat Qurac. Saat sedang menuju ke sana, Aerie dan Wink justru bertemu dengan Black Adam dan seluruh penduduk Kahndaq. Semuanya sudah terinfeksi virus Anti-Life. Sadar bahaya yang mengancam, Aerie dan Wink pun bergegas menuju Jotunheim. Apa yang akan terjadi selanjutnya? Simak jawabannya dalam sinopsis komik DCeased: Hope At World’s End #6 berikut ini, ges.

Sinopsis Komik *SPOILER*

Black Adam and his Anti-Life army have arrived at Jotunhueim and a fierce struggle for survival begins! Can the impenetrable fortress hold out until help arrives? Will anyone survive this first battle of the Anti-Life War?!

Story: Tom Taylor
Art: Renato Guedes
Color: Rex Lokus
Letter: Saida Temofonte
Judul Edisi: Chapter Six
Tanggal Rilis: 28 Juli 2020

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung spoiler!

Di benteng Jotunheim, Qurac. Aerie dan Wink mengabarkan apa yang terjadi. Manticore mempersilahkan keduanya untuk menyelamatkan diri namun keduanya menolak. Wink mengusulkan agar Aerie menuju Themyscira dan meminta pertolongan pada superhero yang ada di sana. Siapa lagi kalau bukan Wonder Woman. Setelah berjanji bakal segera kembali ke sisi Wink apa pun yang terjadi, Aerie pun terbang sekuat tenaga menuju Themyscira.

Sementara Manticore menginstruksikan pasukannya untuk bersiap-siap, Wink mengatur sebuah strategi bersama Rustam. Ia meminta Rustam agar memancing Black Adam agar ia bisa melakukan rencananya. Rencana yang ia maksud ternyata adalah men-teleport Black Adam ke dalam gunung tempat benteng Jotunheim berada. Namun sepertinya itu bukan rencana yang baik karena baru beberapa saat saja gunung tersebut sudah mulai bergoncang hebat.

Situasi makin genting dengan adanya Eve Eden dalam pasukan zombie Black Adam. Pasalnya, Eve memiliki kemampuan teleport yang serupa dengan Wink. Dengan kemampuannya, ia menciptakan gerbang teleport dari luar langsung menuju ke bagian dalam benteng Jotunheim. Satu demi satu pasukan zombie pun menyeruak masuk. Salah satunya sukses melukai Manticore.

Di tengah kepanikan, sebuah energi dahsyat (milik Black Adam) memancar keluar dari dalam gunung. Benteng Jotunheim pun rubuh. Wonder Woman, yang datang akibat permintaan Aerie, memang sempat menangkapnya dan mendorongnya kembali. Namun masalah baru muncul dengan hadirnya sosok Black Adam tepat di samping Wonder Woman.


Penghujung halaman yang luar biasa bikin geregetan dan penasaran. Tidak kalah geregetannya dengan keputusan Wink untuk ‘hanya’ menteleport Black Adam ke dalam gunung sementara ada opsi lain yang lebih masuk akal: menggunakan pedang milik Rustam untuk langsung membunuhnya saat ia ber-teleport ke atas tubuh Black Adam. Tapi yah, karena dari awal sudah dijelaskan bahwa latar belakang Wink (dan Aerie) adalah ras pecinta kedamaian dan tidak punya pengalaman perang sama sekali, jadi mau tidak mau harus bisa dimaklumi.

Last modified on August 2, 2020 6:20 pm

Share
Cosa Aranda

Cosa Aranda adalah blogger profesional dari kota Surabaya yang sudah berkecimpung di dunia bisnis online sejak tahun 2005. Sempat beberapa kali menjadi pembicara seminar dan mengadakan workshop pada periode tahun 2007-2010. Saat ini lebih banyak menghabiskan waktu untuk menggeluti hobi dan passionnya di bidang travelling, hiburan, serta permainan arcade. Bisa ditemui di Facebook jika ingin berkenalan.