Review Komik DCeased: Hope At World’s End #2 (DC Comics, 2020)

Di cerita sebelumnya, kita disuguhkan sekilas rangkuman dari apa yang terjadi di bumi pasca menyebarnya virus Anti-Life Equation yang menyebabkan manusia berubah menjadi layaknya zombie dari kacamata Jimmy Olsen. Belum jelas apa yang sudah ia alami, tapi terlihat salah satu matanya kini terluka parah. Lalu bagaimana kelanjutan kisahnya? Simak sinopsis komik DCeased: Hope At World’s End #2 berikut ini, ges.

Sinopsis Komik *SPOILER*

Review Komik DCeased: Hope At World's End #2 (DC Comics, 2020)

Kahndaq, like every other country on Earth, suffered a similar fate in the early moments the Anti-Life Equation plague. Black Adam, however, had a very different response then the heroes of the Justice League!

Story: Tom Taylor
Art: Renato Guedes
Color: Rex Lokus
Letter: Saida Temofonte
Judul Edisi: Chapter Two
Tanggal Rilis: 2 Juni 2020

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung spoiler!

Kahndaq. Begitu mendengar berita tentang Anti-Life Equation, Black Adam, penguasa Kahndaq, segera memerintahkan anak buahnya untuk mematikan segala bentuk teknologi komunikasi di sana. Kendati demikian, sudah ada sebagian rakyatnya yang terlanjur terinfeksi virus tersebut. Demi bisa menyelamatkan sebanyak-banyaknya, Black Adam dengan tegas menghabisi orang-orang yang telah terinfeksi, termasuk beberapa orang yang berada di sekitar mereka, yang berpotensi membuang waktu apabila harus diselamatkan satu persatu.

Itu semua sebenarnya ia lakukan dengan berat hati. Kembali ke istana, Black Adam terlihat galau memikirkan nasib orang-orang yang terpaksa ia korbankan itu.

Sementara itu, Martian Manhunter menemui Superman, Wonder Woman, dan Black Canary yang tengah berusaha menyelamatkan orang-orang. Ia menyarankan agar mereka menggunakan Kahndaq sebagai tempat penampungan karena negara tersebut sejauh ini aman dari virus Anti-Life Equation.

Superman, Wonder Woman, dan Martian Manhunter lantas pergi menemui Black Adam. Mendengar permintaan mereka, Black Adam menolak mentah-mentah. Bukan karena tidak bersimpati. Namun karena ia tahu superhero yang ada di depannya bukanlah sosok yang tega melakukan apa saja demi kebaikan yang lebih besar. Terutama Superman.

Sepeninggal mereka, Black Adam yang masih galau dengan tindakannya sebelumnya, mengajak penasehatnya Vorenus untuk blusukan dan mendengar langsung opini penduduk Kahndaq. Setelah mengucapkan kata sihir dan berubah menjadi manusia biasa, Black Adam mulai mendatangi area pemukiman. Dalam perjalanan, Vorenus mengungkapkan bahwa ia tidak mempermasalahkan jika Kahndaq digunakan sebagai tempat penampungan penduduk luar.

Keduanya lantas menghampiri seorang wanita yang terlihat sedang bersedih. Wanita itu mengaku anaknya terluka saat Black Adam menyerang mereka. Black Adam sempat hendak membantahnya, namun ia memilih untuk memendamnya dan memastikan bakal membantu merawat anak si wanita tersebut. Wanita itu kemudian membukakan pintu rumahnya agar Black Adam dan Vorenus bisa melihat kondisinya.

Tanpa disangka, putra si wanita itu telah berubah menjadi zombie alias terinfeksi virus Anti-Life Equation. Tidak itu saja, ia langsung menyerang Black Adam dengan cakarnya. Reflek, Black Adam mengucapkan mantra sihir dan berubah. Sayangnya, sepertinya ia terlambat karena kini terlihat sosok Black Adam yang sudah ikut terinfeksi.


Black Adam bukanlah sosok yang acap bertransformasi menjadi manusia biasa. Sedari awal DCeased memang bukanlah cannon, tapi kaget juga, giliran doi melakukan hal tersebut demi bisa memahami apa yang dirasakan warganya, eh malah *sepertinya* jadi korban infeksi virus Anti-Life Equation. Ceritanya sendiri jadi mulai bisa ditebak bakal dibawa kemana. Saya cuma sedikit penasaran. Itu si wanita sebenarnya sudah tahu anaknya terinfeksi dan sengaja menjebak Black Adam atau gimana ya.

OK Google, tema artikel yang berhubungan: , , ,

Reply