Review Komik DCeased: Hope At World’s End #14 (DC Comics, 2020)

Di cerita sebelumnya, pasukan Anti-Life yang dipimpin oleh Black Adam diperkirakan tiba di kota Gotham dalam waktu beberapa jam lagi. Untuk mengalahkan mereka, Lex Luthor diam-diam merancang sebuah rencana hidup mati yang melibatkan Wink dan Pied Piper. Akankah rencana tersebut berjalan mulus? Simak kelanjutan kisahnya dalam sinopsis komik DCeased: Hope At World’s End #14 berikut.

Sinopsis Komik *SPOILER*

Review Komik DCeased: Hope At World's End #14 (DC Comics, 2020)

The Anti-Life Army has arrived at the Gotham Garden and the siege of humanity begins! In mankind’s darkest hour is there any hope left?!

Story: Tom Taylor
Art: Marco Failla
Color: Rex Lokus
Letter: Saida Temofonte
Judul Edisi: Chapter Fourteen
Tanggal Rilis: 17 November 2020

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung spoiler!

Sebelum fajar menjelang, pasukan Anti-Life tiba di kota Gotham. Superman (Clark Kent) segera memerintahkan Superboy (Jon Kent) dan Wonder Girl (Cassie Sandsmark) untuk menempati posisi mereka masing-masing. Batman (Damian Wayne) sendiri diminta untuk berjaga di area tembok tanaman.

Tanpa membuang waktu, Black Adam langsung melesat masuk ke dalam hutan Poison Ivy. Sesuai prediksi, Superman, Wonder Woman (Princess Diana), dan Green Lantern (Dinah Lance) yang sudah standby gercep menyerangnya. Rencana mereka adalah selama mungkin menahan Black Adam dengan menyatukan kekuatan. Sayangnya, kekuatan Black Adam terbukti jauh lebih besar.

Melihat Superman, Wonder Woman, dan Green Lantern kewalahan, Superboy dan Wonder Girl segera nimbrung dan menyumbangkan kekuatan mereka.

Sementara itu, para superhero lain bersiap untuk menyambut kedatangan pasukan Anti-Life di tembok tanaman. Kendati demikian, Lex sudah tahu kalau mereka tidak akan langsung menyerang begitu saja. Alih-alih, adalah Nightshade yang membuka portal jalan pintas tembus ke dalam hutan.

Green Arrow (Oliver Queen) sempat hendak membunuh Nightshade, namun Lex mencegahnya. Sebaliknya, Lex meminta agar Wink dan Pied Piper bersiap untuk menjalankan rencana mereka. Setelah mengucapkan salam perpisahan pada pasangan masing-masing, Wink men-teleport Pied Piper ke dalam dunia Nightshade. Piep Piper segera memainkan sulingnya untuk memancing seluruh pasukan Anti-Life yang masih ada di luar.

Agar bisa memasukkan semua pasukan Anti-Life yang jumlahnya masif, Wink terus membawa Pied Piper ke bagian dalam dunia Nightshade. Dari luar, Lex mengawasi dan melaporkan sudah berapa banyak Anti-Life yang masuk ke dalam. Ia sama sekali tidak mempedulikan Aerie yang khawatir dengan keselamatan kekasihnya, Wink.


Oke, agar lebih jelas, Nightshade menggunakan semacam dimensi tersendiri untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Sehingga, untuk bisa menuju ujung portal di bagian dalam hutan Poison Ivy, siapa pun harus berjalan melewati dimensi tersebut terlebih dahulu. Di sini Wink (dan Pied Piper) ber-teleport ke dalam ruang dimensi Nightshade — kemungkinan besar di arah yang berbeda dengan ujung portal yang mengarah ke hutan Poison Ivy — dan memancing seluruh pasukan Anti-Life ke dalam. Seharusnya, jika semua atau setidaknya sebagian besar pasukan Anti-Life sudah masuk ke dalam, Lex berencana untuk membunuh Nightshade (melalui Wonder Woman). Dengan demikian, semuanya akan terkurung di dalam dimensi Nightshade selamanya.

Benar tidaknya kita tunggu jawabannya di edisi berikutnya, hehehe.

OK Google, tema artikel yang berhubungan: , , ,

Reply