Review Komik DCeased: Dead Planet #1 (DC Comics, 2020)

“Dead Planet” adalah installment terbaru dalam jagat alternatif DCeased milik DC Comics yang sejak kemunculan perdananya sudah mampu mencuri perhatian. Seperti yang sudah sering saya singgung, cerita alternatif TANPA adanya Batman pasti menarik untuk disimak. Bukannya hater dari si manusia kelelawar, melainkan karena karakter yang bersangkutan sudah terlalu sering eksis. Sampai-sampai sudah hapal bakal seperti apa ceritanya kalau ada si doi di dalamnya. Keputusan mematikan karakter Batman di edisi pertama jelas berperan penting dalam kesuksesan serial DCeased.

Lalu bagaimana dengan “Dead Planet”? Apakah bakal seseru dan juga sesukses kisah orisinilnya atau side story sebelumnya? Simak jawabannya dalam sinopsis komik DCeased: Dead Planet #1 berikut.

Sinopsis Komik *SPOILER*

Review Komik DCeased: Dead Planet #1 (DC Comics, 2020)

After a corrupted Anti-Life Equation turned billions into monsters—including Earth’s Greatest Heroes—our planet was as good as dead. Years later, a distress call brings Damian Wayne, Jon Kent and Cassie Sandsmark—the Batman, Superman, and Wonder Woman of Earth 2—back to a dead planet…but what will this new Justice League find waiting for them? If life still exists on Earth, who—or what—is lying in wait for these heroes? The original creative team of Tom Taylor and Trevor Hairsine reunite for the sequel to the 2019 blockbuster series DCeased!

Story: Tom Taylor
Art: Trevor Hairsine (Pencils) / Gigi Baldassini, Stefano Gaudino (Inks)
Color: Rain Beredo
Letter: Saida Temofonte
Judul Edisi: The Return
Tanggal Rilis: 7 Juli 2020

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung spoiler!

5 tahun pasca virus Anti-Life Equation menyebar. Sistem Cyborg (Victor Stone) yang masih menyisakan kepala selama ini ternyata masih tetap bekerja. Hingga akhirnya ia menemukan chip pelacak yang diam-diam disematkan Batman di kepalanya. Cyborg lantas memodifikasi chip tersebut dan mengubahnya sebagai alat transmisi yang mengirimkan sinyal ke seluruh penjuru jagat raya.

Di Earth-2. Superman (Jonathan Kent, sebelumnya Superboy), Green Lantern (Dinah Lance, sebelumnya Black Canary), dan Wonder Woman (Cassandra Sandsmark, sebelumnya Wonder Girl) tengah menghadapi gempuran pasukan alien. Sementara itu, Batman (Damian Wayne, sebelumnya Robin) memanfaatkan keributan yang dibuat rekan-rekannya untuk menyusup masuk dan bertemu langsung dengan pemimpin pasukan alien. Untungnya, sebelum baku hantam terjadi, Superman menengahi dan mengajak pemimpin alien bernegoisasi.

Di New Metropolis, Earth-2. Pimpinan alien bertemu dengan Lois Lane, yang dipercaya menjadi presiden dari New Metropolis yang dihuni oleh 13 juta orang penduduk bumi yang selamat dari pandemi Anti-Life Equation. Tawaran Lois agar mereka bisa hidup berdampingan dengan damai sepertinya diterima oleh pimpinan alien.

Sinyal dari Cyborg akhirnya ditangkap oleh Batman dkk. Begitu tahu bahwa sandi morse yang dikirimkan adalah panggilan untuk Justice League, Damian berniat untuk kembali ke bumi dan memeriksanya. Niatnya diamini oleh sebagian besar superhero yang ada di sana.

Maka mulailah misi penyelamatan Cyborg dimulai. Tidak hanya Batman. Ada beberapa superhero lain ikut serta. Termasuk Superman, Wonder Woman, Green Lantern, dan Green Arrow (Oliver Queen). Setibanya di perbatasan bumi dan matahari yang tengah dijaga oleh Kilowog, sebuah energi dari bumi tiba-tiba datang menerjang. Untungnya, yang muncul ternyata Krypto, anjing milik Jon.

Setibanya di bumi, tidak butuh waktu lama bagi mereka untuk menemukan kepala dan tubuh Cyborg yang terpisah. Dengan menggunakan Lasso of Truth milik Wonder Woman sebelumnya (Princess Diana) yang tertinggal di sana, Cassie mencoba berkomunikasi dengan Cyborg. Sayangnya, dengan sistem operasi yang tidak berfungsi sempurna, yang terucap dari Cyborg hanya potongan-potongan kata yang terdengar membingungkan.

Saat hendak kembali ke pesawat, sesuatu terlihat datang mendekat dengan kecepatan kilat. Di saat yang sama, Cassie berhasil memahami ucapan Cyborg yang ternyata berarti “She Always Here. Run.”. Dan seseorang yang dimaksud itu tidak lain dan tidak bukan adalah Wonder Woman.

Tanpa bisa dicegah, Wonder Woman melesat menabrakkan dirinya ke pesawat yang saat itu ditumpangi oleh Batman dkk. Tidak itu saja. Saat perhatian semua orang teralihkan, tanpa disangka-sangka Wonder Woman muncul di belakang Oliver dan langsung menusukkan jari jemarinya ke wajah serta tubuh Oliver.

Dinah yang melihatnya langsung menyerbu ke arah Wonder Woman dengan penuh emosi. Pertarungan tak dapat dihindari lagi. Sesaat sebelum Dinah hendak menusukkan pedangnya ke tubuh Wonder Woman, Jon mendengar ucapan lain dari Cyborg. Jon meresponnya dengan berusaha secepat mungkin bergerak menuju Dinah. Sadar tidak mungkin menghentikan Dinah, Jon lantas mengorbankan dirinya dengan melindungi tubuh Wonder Woman dengan tubuhnya sendiri.

Dengan pedang yang menancap di tubuhnya (dan juga Wonder Woman), Jon yang sudah setengah sadar memberitahu makna ucapan Cyborg yang terakhir.

“There’s A Cure”.

Ada penyembuhannya (untuk virus Anti-Life).


Gak tau harus komentar apalagi sih untuk ini. Meski sudah ‘dieksploitasi’ habis-habisan oleh DC Comics, jagat DCeased ternyata masih seru untuk dikulik. Apalagi Tom Taylor terbukti cukup cerdas untuk memainkan database karakter yang ada, tidak terpaku pada karakter yang itu itu saja. Regenerasi dan time skip yang dihadirkan di pembuka Dead Planet ini adalah salah satu buktinya. Apalagi masih ada simpanan karakter yang pasti bakal heboh apabila dihadirkan di waktu yang tepat, Superman asli (Clark Kent) — yang sampai sekarang masih belum selesai menyerap energi matahari. Kebayang gak tuh seberapa kuat Superman nantinya.

OK Google, tema artikel yang berhubungan: , , ,

Reply