Review Komik Blackbird #6 (Image, 2019)

Di cerita sebelumnya, Marisa mengkonfrontir Nina yang terbawa emosi dan membakar wilayah Iridium Cabal untuk mengambil batu-batu permata sihir mereka. Meski berhasil mengalahkan Marisa, Nina panik dan memilih kabur saat mengetahui banyak orang biasa yang melihat aksi pertarungan mereka. Belakangan Clint lantas mengajak Nina untuk menemui ayahnya, Carter, di markas Zon Cabal. Di sana, keduanya menawarkan untuk mengubah Nina menjadi Paragon. Mereka juga membongkar identitas asli dari Sharpie, yang kemudian memberitahu Nina apa yang sebenarnya terjadi di masa lalunya. Apa yang akan terjadi selanjutnya? Bagaimana hasil akhir dari konflik keluarga antara Nina dengan ibu dan kakaknya? Simak jawabannya di sinopsis komik Blackbird #6 berikut ini. Cekidot!

Sinopsis Komik *SPOILER*

Cover Blackbird 6

Don’t miss the climactic confrontation between Nina, the Great Beast, and the secret origin of magic.

Story: Sam Humphries
Art: Jen Bartel
Color: Triona Farrell
Letter: Jodi Wynne
Judul Edisi: –
Tanggal Rilis: 13 Maret 2019

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung spoiler!

Sebagai bekal pertempuran melawan Gloria dan Marisa, Clint mengajak Nina ke tempat persembunyiannya. Ia memberikan batu permata sihir ciptaannya yang berfungsi untuk membuat ilusi, kekuatan utama dari Zon Cabal. Selain itu Clint juga memberitahu Nina bahwa misi Zon Cabal adalah membantu orang-orang biasa dengan kekuatan sihir yang mereka miliki.

Nina melangkah menuju wilayah kekuasaan Iridium Cabal, tempat ibunya bertahta. Hendak sampai ke sana, Gloria sudah lebih dulu men-teleport Nina ke hadapannya. Dan tanpa banyak basa-basi, pertarungan Nina versus ibunya sendiri pun dimulai.

Sembari menghadapi Nina, Gloria menyatakan bahwa semua yang ia lakukan adalah demi kebaikan Nina. Nina menolak menerimanya, karena sejak tidak lagi memiliki sosok ibu, hidupnya menjadi berantakan. Gloria menegaskan bahwa bagaimanapun hal itu tetap jauh lebih baik ketimbang menjadi paragon seperti dirinya dan Marisa.

Nina lantas mengaktifkan batu sihir kejujuran yang ia miliki. Mau tidak mau Gloria mulai menceritakan apa yang terjadi di saat gempa bumi yang menewaskan Nina pada saat itu.

Tidak ingin kehilangan Nina, Gloria menghadirkan kedua orang tuanya yang ternyata berada di dalam sosok Sharpie. Demi menghidupkan Nina, mau tidak mau mereka mengubah Nina menjadi Paragon. Namun karena tidak melalui proses pentasbihan yang normal, Nina hanya memiliki kekuatan sihir saja, tanpa bisa mengontrolnya.

Baca juga  Review Komik Eclipse #3 (2016)

Masalahnya, permintaan Gloria bukannya tanpa konsekuensi. Sebenarnya ia sudah memutuskan untuk keluar dari dunia sihir. Semua karena ia sudah melihat sendiri apa yang dilakukan oleh kelompok-kelompok sihir (cabal). Banyak kegelapan di balik yang ada di mata. Namun sejak insiden Nina itu, Gloria harus mau kembali bergabung dengan Iridium Cabal.

Itulah yang membuat Gloria tidak ingin Nina menjadi seorang paragon. Ia tidak ingin putrinya mengalami dunia gelap yang sama seperti dirinya. Gloria sengaja menutup ingatan Nina agar ia tidak masuk ke dunia sihir. Nina dijadikan sebagai Blackbird, burung yang terpisah dari kelompoknya. Di akhir cerita, sebelum mengirim Nina pergi, Gloria memberitahu bahwa ia lebih memilih Nina dan akan mengorbankan Marisa.

Ritual inisiasi Nina menjadi paragon di Zon Cabal berlangsung dengan sukses. Carter meminta Clint untuk terus mengawasi Nina dan melaporkan kepadanya segala sesuatunya. Sementara itu, Polaris Cabal ternyata sengaja memancing segala peristiwa yang terjadi pada Nina (hingga akhirnya ia menjadi Paragon) demi mengadu domba Zon Cabal dan Iridium Cabal sehingga mereka bisa berekspansi.


Saya kurang tahu dengan hasil penjualan fisik maupun digital dari komik ini (jadi ingat kalau sudah lama tidak melanjutkan tulisan rutin tentang bestseller penjualan komik mingguan), tapi sepertinya respon penggemar komik terhadap “Blackbird” cukup positif. Banyak kejutan dari edisi ke edisi. Saya sendiri juga awalnya mengira ceritanya bakal begitu begitu saja. Tertarik untuk mereview lebih karena artworknya yang gorgeous (saya tidak bisa menemukan bahasa Indonesia yang pas untuk menggambarkan karya Jen Bartel di sini) dan jumlah edisinya yang tidak banyak. Namun lama kelamaan saya makin menikmati dan terus menunggu kelanjutan ceritanya.

Meski belum ada konfirmasi secara resmi, sepertinya ada kemungkinan kisah Blackbird bakal berlanjut. Terlihat dari penggunaan kata “To Be Continued” (Bersambung) di penghujung halaman. Bukan “The End” (Tamat). Semoga saja demikian. Dan semoga saja, jika memang ada sekuelnya, ceritanya minimal tetap semenarik yang pertama ini.

OK Google, tema artikel yang berhubungan: , ,

Reply