Review Komik Blackbird #5 (Image, 2019)

Di cerita sebelumnya, Nina bertemu kembali dengan ibunya, Gloria, yang selama ini ia kira sudah meninggal. Tidak itu saja, Gloria ternyata adalah seorang paragon, atau lebih tepatnya, pimpinan dari Iridium Cabal. Belum sempat mencerna segala kenyataan yang dilemparkan begitu saja ke hadapannya, Gloria ternyata bersikap dingin terhadap Nina. Ia bahkan meminta Nina untuk kembali ke dunianya dan melupakannya. Apa yang sebenarnya terjadi? Simak kelanjutan kisahnya dalah sinopsis komik Blackbird #5 berikut ini ya gaes.

Sinopsis Komik *SPOILER*

Review Komik Blackbird #5 (Image, 2019)

After taking out her anger on the Paragon cabals in a big way, there’s nowhere in Los Angeles’ four magical territories that Nina can hide. Good thing she’s done hiding. It’s time to throw down.

Story: Sam Humphries
Art: Jen Bartel
Color: Triona Farrell
Letter: Jodi Wynne
Judul Edisi: –
Tanggal Rilis: 13 Februari 2019

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung spoiler!

Dari kejauhan, Gloria mengawasi gedung yang terbakar akibat amarah Nina. Ia berkata pada seorang wanita bahwa ia sudah menghubungi Carter, memintanya untuk menangani Nina. Namun wanita tersebut minta agar Gloria menundanya. Ia menyatakan bahwa urusan keluarga sebaiknya diselesaikan di dalam keluarga saja.

Nina sempat kepikiran dengan orang-orang yang mungkin saja terperangkap dalam gedung yang terbakar. Tapi tidak untuk waktu lama. Pikirannya langsung beralih pada segenggam gem yang berhasil ia raup pada saat berada di dalam. Tiba-tiba wanita yang sebelumnya berbicara dengan Gloria sudah ada di hadapannya. Dan ternyata wanita itu tidak lain adalah Marisa.

Marisa meminta agar Nina tidak melanjutkan tindakannya. Selama ini ia sengaja menyembunyikan identitas aslinya (juga ibunya) demi kebaikan Nina. Nina yang kadung kalap tidak mempedulikannya. Ia mulai menggunakan gem sihir untuk menyerang kakaknya sendiri.

Percobaan pertama gagal. Gem yang ia aktifkan ternyata mengeluarkan puluhan kucing-kucing imut. Marisa tertawa terbahak-bahak dibuatnya.

Nina jadi makin emosi. Aksinya selanjutnya tidak lagi salah. Serangan demi serangan ia lancarkan pada Marisa, yang sejauh ini masih bisa menandinginya. Namun tanpa disangka-sangka, kucing-kucing imut sebelumnya diubah oleh Nina (atau mungkin berubah dengan sendirinya?) menjadi monster-monster yang ganas. Semuanya langsung menyerang Marisa, yang kali ini tidak mampu untuk menangkisnya.

Nina sempat panik melihat Marisa terduduk lunglai. Ia sedikit bernafas lega begitu sesaat kemudian Marisa tersadar. Saat itulah ia baru menyadari bahwa pertarungan keduanya selama ini disaksikan oleh banyak orang. Dengan panik Nina berlari pergi meninggalkan Marisa.

Nina tiba di sebuah bar. Tak disangka ada Clint di sana. Clint tidak mengelak dan mengaku memang sedang mengawasi Nina. Nina sempat kesal kepadanya karena tidak pernah bercerita jujur bahwa Clint sebenarnya sudah mati. Clint akhirnya menceritakan kejadian yang ia alami sehingga ia akhirnya meninggal dan bisa menguasai sihir.

Nina akhirnya memutuskan untuk ikut dengan Clint ke westside, markas Zon Cabal. Carter, ayah Clint, memberitahu Nina bahwa ibunya memintanya untuk menggunakan sihir pada Nina agar semua ingatannya hilang. Alih-alih, Carter menawarkan sebuah pilihan bagi Nina: kembali ke kehidupannya sebelumnya dan melupakan semua yang sudah terjadi ATAU dijadikan seorang paragon.

Dengan bersemangat Nina setuju untuk dijadikan paragon. Carter mengingatkan bahwa jika memang itu yang diinginkan, ia akan menjadi bagian dari Zon Cabal, bukan Iridium Cabal seperti ibunya. Nina yang memang berniat untuk membuat ibunya kesal tidak mempermasalahkan hal tersebut.

Carter menambahkan bahwa mereka tahu alasan kenapa Nina yang manusia biasa bisa menggunakan sihir (melalui gem) seperti paragon. Kendati demikian, bukan dia yang berhak memutuskan apakah Nina berhak tahu alasan itu atau tidak. Melainkan Sharpie.

Clint menjelaskan bahwa Sharpie bukanlah seekor kucing seperti yang dikira Nina selama ini. Ia juga telah dikutuk oleh Gloria sehingga tidak bisa menceritakan kejadian yang sebenarnya pada Nina. Dengan sihirnya, Clint lantas menghilangkan kutukan Sharpie.

Sharpie lalu menceritakan suatu hal yang membuat Nina syok. Bahwa pada malam terjadinya gempa bumi dulu, Nina sebenarnya telah meninggal dunia.


Gak tahu harus komen apalagi untuk Sam Humphries. Sampai sejauh ini ia berhasil menghadirkan kejutan di seluruh edisi Blackbird. Tentu, soal Marisa yang juga merupakan paragon seperti Gloria mungkin sudah bisa ditebak. Tapi fakta bahwa Nina sebenarnya telah mati belasan tahun yang lalu? Asli gak ketebak sama sekali. Semoga saja edisi pamungkasnya benar-benar klimaks dan tidak mengecewakan.

Ngomong-ngomong, saya jadi ngefans dengan artworknya Jen Bartel. Dia bisa konsisten menggambarkan wajah masing-masing karakternya dengan cakep. Baik yang cowok maupun yang cewek. Apalagi di bagian cover. Apalagi ya hasil karyanya dia selain Blackbird ini?

OK Google, tema artikel yang berhubungan: , ,

Reply