Review Komik Blackbird #4 (Image, 2019)

Di cerita sebelumnya, insiden tidak terduga yang melibatkan Clint dan Sharpie membawa Nina masuk ke dalam dunia paragon. Bahkan yang membuatnya kaget, ibunya sendiri mendadak muncul di hadapannya. Dan ia juga adalah seorang paragon. Apa sebenarnya yang terjadi? Bagaimana pula nasib Marisa? Simak kelanjutan kisahnya dalam sinopsis komik Blackbird #4 berikut ini.

Sinopsis Komik *SPOILER*

Review Komik Blackbird #4 (Image, 2019)

Between pulling back the veil on the magic underground and learning shocking secrets from the past, Nina can’t even right now. Also, she’s terrible at flirting, and that’s getting in the way of making out with Clint.

Story: Sam Humphries
Art: Jen Bartel
Color: Triona Farrell
Letter: Jodi Wynne
Judul Edisi: –
Tanggal Rilis: 9 Januari 2019

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung spoiler!

Sementara Clint masih syok menyaksikan sendiri bahwa The Great Beast sebenarnya adalah ibu Nina, Nina tanpa berpikir panjang langsung memeluk ibunya. Anehnya, dengan wajah datar, ibunya justru melepaskan pelukan Nina dan mendorongnya menjauh.

Tiba-tiba muncul Carter, ayah Clint. Ibu Nina, yang dipanggil sebagai Gloria oleh Carter, menyatakan ketidaksetujuannya dengan ulah Clint yang sudah mendekati Nina. Carter memastikan bahwa itu semua demi keselamatan Nina, tidak lebih dari itu. Adu pendapat di antara keduanya reda setelah Carter berjanji akan berada di pihak Gloria apabila clan Polaris menyerang. Dari percakapan di antara keduanya juga terungkap bahwa gem / batu permata yang memiliki kekuatan sihir itu adalah milik klan Iridium pimpinan Gloria.

Masih dengan wajah datar dan tatapan dingin, Gloria lantas meminta Nina untuk melupakan segalanya, termasuk dirinya.

Nina terbangun di apartemen Marisa. Pun begitu, Marisa belum juga kembali.

Keluar apartemen, sudah ada detektif Freddie Alexis menunggunya. Ia ternyata tahu segala hal tentang paragon, termasuk tentang ibu Nina, Clint, dan Carter. Freddie meminta agar Nina membantunya menangkap semua paragon. Nina menolaknya mentah-mentah.

Masih belum percaya dengan fakta bahwa ibunya masih hidup, malam harinya Nina mendatangi makam ibunya dan menggali kuburannya. ia pun terkejut begitu melihat peti mati milik ibunya ternyata kosong melompong.

Sempat frustrasi dan hendak kembali minum obat penenang, Sharpie lantas muncul di hadapannya. Si kucing hitam itu meyakinkan Nina bahwa sebenarnya ibunya mencintai Nina, sama seperti dia mencintai Marisa. Nina percaya padanya dan bertekad untuk bertemu kembali dengan ibunya, bagaimana pun caranya.

Dengan bersenjatakan sekop (yang sebelumnya digunakan untuk menggali kuburan) serta ditemani Sharpie, Nina ‘menyerbu’ bangunan paragon yang sebelumnya sempat ia datangi bersama Clint. Tujuannya adalah untuk mengambil batu pertama yang ada di sana sebagai amunisi untuk bertemu dengan ibunya.

Kedua penjaga yang ada berusaha untuk mencegahnya. Namun Nina pantang menyerah. Bahkan tiba-tiba saja muncul tanda paragon di dahinya. Setelah mengalahkan mereka dan mendapatkan batu-batu permata, Nina meminta keduanya untuk menyampaikan pesan pada Gloria, ibunya, bahwa ia akan segera datang untuk menemuinya.


Jahil juga ini Sam Humphries. Alih-alih membuat jalan cerita yang klise, ia masih saja berusaha membuat pembacanya penasaran dengan menambahkan misteri baru tentang kenapa ibu Nina, Gloria, terlihat bersikap ketus terhadap Nina. Berbeda jauh dengan Marisa yang justru ia selamatkan. Apapun itu, dengan 2 edisi tersisa, dan adegan Nina versi tekad kuat yang keren habis, sepertinya bisa diharapkan klimaks yang memuaskan pembacanya. Termasuk saya tentunya.

OK Google, tema artikel yang berhubungan: , ,

Reply