Review Komik Batman & The Outsiders #17 (DC Comics, 2020)

Di cerita sebelumnya, Black Lightning berhasil mengalahkan Ra’s Al Ghul dengan kekuatan barunya. Pun begitu, ia merasa bahwa kekuatannya yang sebenarnya masih jauh lebih besar lagi. Batman tidak membantah, bahkan menganggap Black Lightning sejajar dengan Superman serta Wonder Woman. Apa yang akan terjadi selanjutnya? Simak akhir kisahnya dalam sinopsis komik Batman & The Outsiders #17 berikut.

Sinopsis Komik *SPOILER*

Review Komik Batman & The Outsiders #17 (DC Comics, 2020)

Series finale! The war with Ra’s al Ghul reaches its end, and none of the Outsiders will ever be the same. And none of them might ever be a team again! Did Batman choose the wrong allies to assemble to fight Ra’s? Or did those allies make a mistake in believing in Batman? The critically acclaimed series comes to its end!

Story: Bryan Hill
Art: Marcio Takara
Color: Veronica Gandini
Letter: Clayton Cowles
Judul Edisi: The Inside
Tanggal Rilis: 13 Oktober 2020

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung spoiler!

Katana (Tatsu Yamashiro) menghampiri Black Lightning (Jefferson Pierce) yang tengah merenung. Jeff mengaku saat ini tidak tahu harus berbuat apa untuk ke depannya. Meski tidak punya jawabannya, Tatsu berhasil meyakinkan Jeff untuk ikut dengannya dan bergabung dengan yang lain.

Batman (Bruce Wayne) ternyata baru saja menghadiahi Sofia Barrera sebuah peternakan di pinggiran kota Gotham. Lengkap beserta kudanya. Di luar dugaan, Bruce memberi kebebasan pada Sofia untuk memilih, apakah ia hendak menjadi seorang superhero atau tidak. Dan opsi kedua adalah yang ia pilih. Bruce juga berjanji akan mengirimkan orang-orangnya ke peternakan tersebut untuk membantu Sofia mengurusnya.

Sofia sendiri kaget dengan sikap Bruce. Ia sempat mengira Bruce bakal memintanya untuk bertarung melawan penjahat bersamanya. Bruce memang meyakini seperti itulah seharusnya kewajiban Sofia dengan kekuatan yang ia miliki. Namun untuk saat ini Bruce tidak akan memaksakan kehendaknya.

Lady Shiva heran melihat kostum Signal (Duke Thomas) yang berwarna kuning. Duke mengaku bahwa itu adalah simbol bahwa di saat terang pun ada seseorang yang melindungi kota Gotham. Sama halnya di saat gelap, ada Batman yang melakukannya. Kendati demikian, Duke tidak ingin membahasnya lebih lanjut. Ia merasa kegelapan di dalam dirinya masih belum sepenuhnya hilang.

Lady Shiva merasa tidak ada yang salah dengan itu. Justru segala sesuatunya akan menjadi imbang. Ia berharap diberi kesempatan untuk bisa melatih Duke suatu saat nanti.

Usai makan bersama, Jeff memilih untuk kembali menyendiri di teras. Ia lanjut gundah bin galau akan masa depannya. Tak lama Tatsu datang menemaninya. Setelah mendengar keluh kesah Jeff, Tatsu lalu mengajaknya untuk menemaninya dalam perjuangan menaklukkan kekuatan api yang ada di pedangnya.

Bruce menghampiri Orphan (Cassandra Cain) di kamarnya. Bruce memberitahu bahwa selama ini ia sengaja tidak menanyakan apakah Cass ingin menjadi BatGirl atau Robin bukan karena tidak percaya pada Cass. Justru sebaliknya. Ia ingin agar Cass sendiri yang menentukan jalannya. Apakah hendak tetap menjadi Orphan, BatGirl, Robin, atau yang lain. Bruce tidak akan menghalanginya. Ia juga percaya sepenuhnya terhadap apapun itu yang nanti menjadi keputusan Cass. Mendengarnya, Cass lalu memeluk erat Bruce.

Sofia terbangun dari mimpi buruknya. Sesaat kemudian Lady Shiva muncul, mengaku mendengar teriakan Sofia saat ia sedang minum teh bersama Bruce di bawah. Sofia lalu bercerita bahwa sampai sekarang ia terus bermimpi Ishmael, orang yang membunuh kedua orang tuanya. Meski Bruce saat ini memberikan kedamaian padanya, namun hati kecil Sofia menginginkan balas dendam. Bukan kepada Ishmael, yang memang telah mati di tangan Ra’s Al Ghul, melainkan pada orang-orang seperti Ishmael yang masih banyak berkeliaran dengan bebas di luar sana.

Lady Shiva menyarankan agar Sofia kembali bergabung dengan Bruce. Sofia menolak. Ia tahu bahwa Batman punya kode etik untuk tidak membunuh. Sedangkan ia merasa bukan itu jenis balas dendam yang bisa menghapuskan mimpi buruknya. Ia ingin membunuh orang-orang seperti Ishmael.

Mendengarnya, Lady Shiva lalu mengajak Sofia bergabung dengannya.

Bruce tersadar. Ia segera menyadari ada sesuatu dalam teh yang dihidangkan oleh Lady Shiva kepadanya. Bergegas ia mencari Lady Shiva yang ternyata sedang duduk santai di dapur menunggunya. Lady Shiva mengaku sengaja memasukkan obat tidur ke minuman Bruce karena yang lain ingin pergi tanpa harus berpamitan dengan Bruce. Ia melanjutkan bahwa Jeff pergi bersama Tatsu, Duke dan Cassandra kembali ke kota Gotham karena hendak menemui Stephanie Brown (Spoiler), sedang Sofia ikut dengannya.

Bruce memaksa Lady Shiva untuk mengembalikan Sofia. Lady Shiva dengan tegas menolak. Ia menganggap Bruce sudah merebut putrinya darinya, sehingga tidak masalah jika kini ia mengambil seseorang yang tidak begitu dikenal Bruce. Dan jika Bruce suatu saat nanti mendatangi Sofia, Lady Shiva akan melakukan apa saja untuk mencegahnya.

Bruce tidak lagi bisa berkata apa-apa. Sepeninggal Lady Shiva, terlihat Bruce telah melampiaskan amarahnya pada meja dan kursi yang ada di dalam rumah.


Setelah kecewa dengan pertarungan akhir melawan Ra’s Al Ghul di edisi sebelumnya yang di luar dugaan begitu singkat, penutup edisi ini, yang sekaligus merupakan penutup serial Batman & The Outsiders, terasa begitu istimewa. Bryan Hill sukses nge-prank pembaca dengan 2/3 bagian cerita yang terkesan happy ending namun ujung-ujungnya menghancurkan Batman untuk kesekian kalinya. Sama sekali tidak menyangka jika target Lady Shiva sedari awal justru Sofia, bukan Cassandra. Atau mungkin memang ia sudah menyerah untuk membujuk Cassandra kembali ke sampingnya.

Satu lagi, saya suka dengan artwork di edisi ini. Cukup pantas sebagai pamungkas. Bravo.

OK Google, tema artikel yang berhubungan: , ,

Reply