Review Komik Batman/Superman #3 (DC Comics, 2019)

Di cerita sebelumnya, kerjasama Batman dan Superman tidak berhasil mengalahkan Shazam! yang sudah terinfeksi racun Joker dari Batman Who Laughs. Meski demikian, keduanya jadi menyadari bahwa misi serangan Shazam! adalah untuk menginfeksi Superman. Tidak menemukan cara lain, Superman lantas memutuskan untuk menyamar dengan cara menginfeksi dirinya sendiri dengan racun Joker dan membebaskan Batman Who Laughs yang ditahan oleh Batman di bawah gedung Hall of Justice. Akankah usaha Superman ini berhasil? Simak kelanjutan kisahnya dalam sinopsis komik Batman/Superman #3 di bawah ini ya ges.

Sinopsis Komik *SPOILER*

Review Komik Batman/Superman #3 (DC Comics, 2019)

“Who are the Secret Six?” part three! Is Superman the newest member of the Batman Who Laughs’ Secret Six? It certainly looks that way, and Batman may be powerless to stop the Man of Steel and his own demented doppelgänger. The Dark Multiverse’s most dangerous Bruce Wayne is loose in our world, and he has our world’s greatest superhero at his side. Who do you turn to when there’s no one to trust?

Story: Joshua Williamson
Art: David Marquez
Color: Alejandro Sanchez
Letter: John J. Hill
Judul Edisi: Who Are The Secret Six? Part Three
Tanggal Rilis: 23 Oktober 2019

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung spoiler!

Batman Who Laughs dan Superman tiba di ruang penyimpanan senjata Hall of Justice. Superman menanyakan apa rencana Batman Who Laughs sebenarnya, beralasan bahwa Shazam! sama sekali tidak memberitahunya. Entah curiga atau tidak, Batman Who Laughs lantas menjawab bahwa ia ingin membunuh semua orang yang ada di multiverse.

Superman terdiam mendengarnya. Sesaat kemudian ia menerjang Batman Who Laughs sembari tertawa. Batman yang sedari tadi mengawasi mereka bergegas menuju TKP dan melumpuhkan Superman dengan batu krypton. Ia juga mengaktifkan sistem keamanan di sana untuk menjaga agar keduanya tidak lagi bertindak yang tidak tidak.

Batman Who Laughs ternyata sudah menyadari aksi penyamaran Superman. Ia juga ngeh bahwa yang sedang ia alami hanyalah realitas virtual, dimana tubuh fisiknya sebenarnya masih berada di dalam tahanan. Pun begitu, Batman mengaku bahwa ia sudah mendapat petunjuk siapa lagi rekan-rekan mereka yang sudah terinfeksi virus Joker. Mengingat kondisi Superman yang masih terinfeksi, untuk saat ini Batman meninggalkan Superman dalam ruangan yang terisolasi oleh pancaran sinar matahari kuning.

Batman menghadang komisaris Gordon. Awalnya ia mengira Gordon dipaksa oleh Batman Who Laughs untuk menjebak dirinya dan Superman. Namun ia terkaget-kaget begitu tahu bahwa Gordon ternyata sudah terinfeksi racun Joker.

Tanpa ada rasa takut, Gordon memanggil robot Batman yang dulu ia gunakan saat menggantikan Batman. Batman sempat kewalahan menghadapinya. Untungnya, Superman tiba-tiba datang dan membantunya. Meski belum sepenuhnya pulih dari racun Joker, Superman menyadari adanya petunjuk dalam ucapan Batman Who Laughs sebelumnya yang mengarah pada sosok Jim Gordon.

Berkat bantuan Superman, Batman akhirnya berhasil melumpuhkan Gordon. Saat itu ia menyadari bahwa rencana Superman-lah yang membawa mereka menyelamatkan Gordon. Ia pun memutuskan untuk tidak lagi berpikir sebagai Batman maupun Batman Who Laughs, melainkan sebagai Superman.

Batman dan Superman tiba di Fortress of Solitude. Superman segera memerintahkan Kelex untuk membawa remukan robot Batman untuk dianalisa. Tanpa disangka, remukan robot tersebut tiba-tiba meledak dan muncullah Blue Beetle… yang sudah terinfeksi virus Joker.


Dalam review edisi lalu saya sempat menyampaikan keheranan saya dengan aksi penyamaran Superman sebagai sosok yang terinfeksi. Saya kira ia hanya sekedar berakting dan menggunakan make up saja. Ternyata di edisi ini dipastikan bahwa Superman benar-benar menginfeksi dirinya dengan racun Joker. Satu hal lain yang juga terjawab adalah barang yang diambil oleh Jim Gordon dengan bantuan seseorang (belum diketahui siapa). Barang tersebut adalah kostum robot Batman yang dulu pernah ia gunakan.

Sampai pada titik ini cerita masih terasa solid dan meyakinkan. Kejutan demi kejutan hadir. Apalagi di penghujung halaman, dimana ada sedikit pencerahan mengenai motif sebenarnya dari Batman Who Laughs. Belum sepenuhnya jelas, tapi sepertinya berhubungan dengan aksi Perpetua dan Apex Lex. Kita lihat saja nanti penjelasannya di edisi-edisi berikutnya. Semoga memuaskan dan tidak terkesan dipaksakan.

OK Google, tema artikel yang berhubungan: , ,

Reply