Review Komik Batman / Superman #2 (DC Comics, 2019)

Di cerita sebelumnya, Batman dan Superman akhirnya mengetahui bahwa Batman Who Laughs telah menginfeksi beberapa orang rekan mereka sesama superhero dengan serum ciptaannya. Siapa pun yang terinfeksi bakalan bertingkah laku kejam dan sadis seperti halnya Batman Who Laughs. Salah satu di antaranya ternyata adalah Shazam! (Billy Batson), sosok superhero yang digadang-gadang memiliki kekuatan setara dengan Superman. Apa yang akan terjadi selanjutnya? Dapatkah duo Batman dan Superman mengembalikan Shazam! Who Laughs menjadi seperti sediakala? Siapa lagi superhero lainnya yang sudah terinfeksi? Simak kelanjutan kisahnya dalam sinopsis komik Batman/Superman #2 berikut ini, ya.

Sinopsis Komik *SPOILER*

Review Komik Batman / Superman #2 (DC Comics, 2019)

The Batman Who Laughs’ plot is bigger than either the Caped Crusader or the Man of Steel realized. Following a showdown with the devious killer’s first sentinel, a jacked-up, Dark Multiverse-infected Shazam!, the pair has to figure out who else has been targeted for similar transformations. Their first two guesses: someone very close to Batman and the one hero that would make failure nearly impossible–Superman himself!

Story: Joshua Williamson
Art: David Marquez
Color: Alejandro Sanchez
Letter: John J. Hill
Judul Edisi: Who Are The Secret Six? Part Two
Tanggal Rilis: 25 September 2019

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung spoiler!

Di GCPD Armory, pusat penyimpanan senjata dan alat canggih milik supervillain yang berhasil disita oleh GCPD. Komisaris Gordon tiba di sana bersama seseorang yang terlihat memiliki kuku-kuku tajam. Ia menyatakan bahwa ia sendiri tidak memiliki akses dan tidak mungkin untuk dapat masuk ke sana apabila tidak dibantu oleh orang misterius tersebut.

Di gua Batman Who Laughs. Pertarungan Shazam! Who Laughs melawan Batman dan Superman terus berlanjut. Shazam! Who Laughs sukses memanipulasi Superman secara psikologis dengan berubah kembali menjadi sosok bocah Billy Batson. Di saat Superman lengah, ia lanjut menjadi Shazam! Who Laughs dan menghajar Superman.

Sementara itu, sadar tidak punya kekuatan yang berimbang, Batman mencoba bermain taktis. Dengan menggunakan Bat Jet milik Batman Who Laughs, ia menyerang Shazam! Who Laughs. Serangannya tepat sasaran, namun imbasnya, Batman juga terkena serangan telak dari Shazam! Who Laughs.

Di Fortress of Solitude. Batman tersadar dan mendapati dirinya sedang berada dalam ruang penyembuhan. Tanpa membuang waktu, Batman menghancurkan ruangan tersebut dan keluar dari sana. Kelex, robot penjaga milik Superman, mengingatkan Batman agar tidak buru-buru keluar sebelum luka-lukanya sembuh total. Batman tidak peduli.

Sesaat kemudian Superman tiba. Ia menginformasikan bahwa Shazam! Who Laughs telah berhasil melarikan diri. Superman mengaku tidak bisa total menggunakan kekuatannya untuk melawan Shazam! Who Laughs karena baginya Billy Batson tetaplah anak kecil biasa.

Saat Batman sedang dalam ruang penyembuhan, Superman melakukan analisa terhadap batarang yang digunakan Shazam! Who Laughs untuk mencoba menginfeksinya. Dari hasil analisa tersebut, diketahui bahwa Batman Who Laughs telah membuat 6 buah batarang yang memiliki serum spesifik terhadap karakter tertentu. Dapat dipastikan bahwa yang bersangkutan sedari awal telah menentukan siapa-siapa saja yang hendak diinfeksi dan apa tujuan utamanya untuk menginfeksi mereka.

Tahu bahwa Superman adalah target infeksi Batman Who Laughs selanjutnya, Superman menyatakan siap untuk memberikan Batman Who Laughs apa yang ia mau.

Di depan Wayne Manor. Komisaris Gordon tiba di gerbang rumah Bruce Wayne. Seseorang terlihat sudah menunggu kedatangannya. Komisaris Gordon ternyata juga tahu tentang Shazam yang melakukan serangan terhadap Batman dan Superman. Sambil tersenyum simpul, komisaris Gordon memastikan bahwa kedua superhero tersebut pasti tidak akan pernah menduga apa yang akan segera mereka hadapi.

Di Hall of Justice. Meski Batman sudah merahasiakan kepada semua orang, Superman ternyata sudah tahu bahwa sahabatnya itu diam-diam memenjarakan Batman Who Laughs di sana. Tepatnya di Bat-Prison, di bawah area gedung Hall of Justice. Dan Superman, bersikap seolah-olah sudah terinfeksi oleh serum Batman Who Laughs, mendobrak masuk ruangan Bat-Prison dan bersiap untuk membebaskannya. Batman Who Laughs yang sudah merencanakan hal tersebut pun tertawa terbahak-bahak melihat kedatangan Superman.


Seandainya DC Comics tidak buru-buru membocorkan siapa saja para superhero yang terinfeksi, mungkin efek kejut yang diberikan oleh keganjilan sikap komisaris Gordon di edisi ini bakal lebih terasa. Sekarang? Hambar. Bagaimana lagi? Lha wong dari awal juga sudah tahu kalau ia adalah salah satu dari karakter yang sudah terinfeksi serum Batman Who Laughs. Untungnya, masih ada kejutan di bagian akhir edisi #2 ini, dimana Superman memutuskan untuk ‘menyamar’ menjadi sosok yang telah terinfeksi. Bakal ketahuan gak ya nantinya? Batman Who Laughs kan punya kecerdasan dan ketelitian yang sama dengan Batman. Malah aneh kalau mulus-mulus aja penyamarannya. Ya, kan?

OK Google, tema artikel yang berhubungan: , ,

Reply