Review Komik Batman: Last Knight On Earth #2 (DC Comics, 2019)

Di cerita sebelumnya, sebuah insiden saat penyelidikan membuat Batman tak sadarkan diri selama belasan tahun. Kala terbangun, dunia sudah sepenuhnya berubah. Atau lebih tepatnya, sudah berada di ambang kepunahan. Sosok villain misterius bernama Omega menguasai dunia. Sementara, para superhero yang masih hidup, memilih untuk pergi ke dimensi lain demi menyelamatkan penduduk dunia yang tersisa. Batman memutuskan untuk tetap tinggal dan mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Akankah ia menemukan jawabannya? Baca kelanjutan kisah petualangan Batman dalam sinopsis komik Last Knight On Earth #2 di bawah ini ya.

Sinopsis Komik *SPOILER*

Review Komik Batman: Last Knight On Earth #2 (DC Comics, 2019)

The world has been destroyed, and Batman is on a quest to find out who’s responsible. But when villains from his past begin to complicate things for the Dark Knight, he finds an unlikely ally in a place known as “the Plains of Solitude.”

Story: Scott Snyder
Art: Greg Capullo (Pencils) / Jonathan Glapion (Inks)
Color: FCO Plascencia
Letter: Tom Napolitano
Judul Edisi: Batman: Last Knight On Earth Book Two
Tanggal Rilis: 31 Juli 2019

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung spoiler!

Part Five. Who’s There.

Batman menemui Joe Chill, pria yang dulu membunuh kedua orang tuanya. Anak kecil yang sebelumnya ditemui oleh Batman dan menembaknya itu ternyata memiliki DNA serupa dengan Joe Chill. Sementara, Joe Chill sendiri diketahui tidak memiliki keturunan. Meski dipaksa, Joe Chill tetap tidak mau berterus terang siapa sebenarnya anak itu. Ia hanya menyatakan bahwa seharusnya Batman sudah tahu.

Perjalanan Batman dengan (kepala) Joker berlanjut. Mereka sempat bertemu dengan semacam badai tornado di padang pasir, yang rupanya terbentuk dari speed force. Tampak The Flash dari berbagai generasi terjebak di dalamnya, berteriak meminta pertolongan pada Batman. Tahu tidak bisa berbuat apa-apa untuk menolong mereka, Batman mengabaikannya.

Batman dan Joker juga melewati sebuah medan pertempuran, dimana tampak Swamp Thing turut terlibat di dalamnya.

Alfred didatangi oleh dua orang yang sudah sangat ia kenal: Scarecrow dan Bane. Keduanya ternyata orang suruhan Omega. Scarecrow memberitahu Alfred bahwa Omega akan memberinya kesempatan kedua jika ia kembali ke kota Gotham. Alfred menolak mentah-mentah. Ia justru merespon dengan mengeluarkan senapan yang ia bawa dan menembaki mereka.

Bane tetap berdiri tegak meski darah berwarna hijau terlihat mengalir dari tubuhnya. Sebaliknya, justru seseorang dari belakang menusuk Alfred dengan cairan berwarna merah. Orang tersebut tidak lain dan tidak bukan adalah Omega.

Alfred terlihat seperti kebingungan pasca menerima suntikan cairan tersebut. Setelah Omega memberitahu Alfred bahwa ia sudah meyakinkan keluarga Wayne akan suatu hal, Alfred kemudian terjatuh ke tanah.

Batman dan Joker tiba di The Plains of Solitude. Batman yang sudah kelelahan mulai tak sadarkan diri, bersamaan dengan munculnya sosok Superman.


Part Six. The Miracle.

Superman mengajak Batman mengikutinya. Dari benteng Fortress of Solitude tiba-tiba mereka berpindah ke rumah peternakan keluarga Kent. Di sana sudah ada Lex Luthor. Superman yang baru saja ditemui oleh Batman ternyata hanyalah salah satu dari hasil kloning kreasi Luthor, yang sedang berusaha untuk menghidupkan kembali Superman yang asli.

Rupanya, beberapa tahun lalu Luthor menantang Superman untuk adu debat secara live di televisi nasional. Luthor berjanji akan pensiun sebagai penjahat apabila mayoritas penduduk dunia (yang menonton acara tersebut) setuju dengan Superman. Yang tidak diketahui oleh Superman, Luthor diam-diam bekerjasama dengan Starro untuk menanamkan semacam bibit pikiran ke semua orang. Nantinya, jika mereka pro terhadap Superman, secara bawah sadar mereka akan berusaha membunuh Luthor. Demikian pula sebaliknya.

Pada akhirnya Superman sukses menyampaikan pendapatnya. Orang-orang setuju terhadapnya. Namun bukan Superman jika ia hanya berpangku tangan melihat Luthor terbunuh. Ia tetap menemani dan berusaha untuk mencegah siapa saja yang datang untuk membunuh Luthor. Yang lagi-lagi tidak ia sadari, tidak hanya manusia biasa saja yang berniat untuk membunuh Luthor. Bibit pikiran dari Starro juga masuk ke para supervillain. Alhasil, demi melindungi Luthor, Superman pun tewas terbunuh. Dan itu sebabnya kini Luthor berusaha untuk menghidupkan kembali Superman.

Superman (yang tadi ditemui Batman) tiba-tiba datang menghampiri mereka. Tanpa basa-basi, ia membawa Batman, Joker, dan Luthor keluar rumah, tepat ke hadapan Scarecrow dan Bane. Scarecrow ternyata sudah menguasai pikiran Superman sehingga menuruti perintahnya.

Setelah menyampaikan amarah Omega atas ulah Luthor dan Batman, Scarecrow menginstruksikan pada Superman untuk membunuh Batman. Untunglah seseorang yang sangat dikenal Batman datang menolong. Ia adalah Wonder Woman.

Kehilangan satu Superman tidak membuat Scarecrow gentar. Sebelumnya ia sudah meracuni pikiran klone-klone Superman lainnya ciptaan Luthor. Tanpa membuang waktu, ia memerintahkan mereka untuk menyerbu Batman dan Wonder Woman.

Batman lantas meminta Luthor untuk membuka portal. Wonder Woman menambahkan bahwa Eastern Edge of The Plains (ujung paling timur dari dataran) adalah lokasi yang paling pas. Luthor melakukannya, namun ia tidak ikut pergi karena berniat untuk mencoba mengontrol kembali Superman-Superman ciptaannya dan menahan Scarecrow serta Bane.

Batman, Joker, dan Wonder Woman tiba di hamparan padang kehijauan yang ternyata adalah jubah milik Spectre. Perjalanan mereka berlanjut melewati limbo, alam kematian dimana tampah roh para superhero yang telah meninggal, termasuk Superman. Batman sempat syok melihat Alfred turut berada di barisan para arwah.


Part Seven. Paradise.

Ketiganya tiba di Themyscira, pulau tersembunyi yang kini sudah dikuasai sepenuhnya oleh Omega. Terlihat para penjaga bersenjata api di sekeliling. Dan belum apa-apa mereka sudah ketahuan, oleh kelompok Court of The Owls. Untunglah, salah seorang dari mereka mengenali Batman. Ia lantas membuka topengnya dan Batman terkejut karena yang ada di baliknya adalah Dick Grayson.


No komen lah buat ceritanya. Seru abis pokoknya. Cuman bingung dengan halaman penutupnya, dimana tertulis bahwa edisi mendatang adalah pertarungan final melawan Omega. Bukan apa-apa. Serial mini seperti ini biasanya disajikan dalam durasi minimal 6 edisi. Semoga belum benar-benar berakhir. Kalau kualitas ceritanya tetap solid seperti dua edisi pertama sih rasanya lanjut 6 edisi juga hayuk, hehehe.

OK Google, tema artikel yang berhubungan: , , ,

Reply