Review Komik Batman: Curse of The White Knight #5 (DC Comics, 2019)

Di cerita sebelumnya, kematian Jim Gordon membuat Barbara Gordon kalap dan mencoba untuk seorang diri membalaskan dendamnya pada Azrael. Batman dan anggota GTO lainnya yang mengetahui hal tersebut menyusul Barbara dan akhirnya berhadapan dengan Azrael beserta kedua rekannya. Sayangnya, dalam pertarungan tersebut, Azrael berhasil kabur sementara Barbara justru terluka parah di bagian punggung. Apa yang akan terjadi selanjutnya? Simak kelanjutan kisahnya dalam sinopsis komik Batman: Curse of The White Knight #5 di bawah ini.

Sinopsis Komik *SPOILER*

Review Komik Batman: Curse of The White Knight #5 (DC Comics, 2019)

The GTO struggles to forgive Batman for his behavior on the tails of tragedy, but a promising path forward comes into focus when he uncovers a monumental clue about the mystery of Gotham’s ancestral curse. It may prove too little too late, as Azrael breaks free of Ruth’s mandate and unleashes a radical new reign of terror over the city and its competing super-criminals.

Story: Sean Murphy
Art: Sean Murphy
Color: Matt Hollingsworth
Letter: AndWorld Design
Judul Edisi: Book Five
Tanggal Rilis: 11 Desember 2019

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung spoiler!

Prosesi pemakaman Jim Gordon dilakukan secara khidmad oleh hampir seluruh penduduk kota Gotham. Alih-alih ikut menghadirinya, Batman terlihat sedang menyelam dan mendapati puing bangunan gereja Saint Dumas di dasar laut.

Batman tiba di markas GTO. Harvey yang sedari awal berpihak pada Barbara langsung nyerocos menghardik Batman yang tidak datang ke pemakaman Jim Gordon. Batman tidak membantahnya, hanya menunjukkan bahwa ia datang dengan membawa petunjuk baru.

Dari hasil penelitiannya di laut, Batman akhirnya mengetahui sejarah sebenarnya dari kota Gotham di masa lalu. Pasca mengalahkan Lafayette Arkham, Edmond Wayne memutuskan untuk menyingkirkan Bakkar. Tidak hanya membunuhnya, ia juga menghilangkan seluruh lembah yang menjadi bagian wilayah Bakkar dengan cara menenggelamkannya. Otomatis seluruh bukti dan jejak Bakkar serta Saint Dumas pun terkubur bersama air. Terakhir ia menggambar ulang peta Gotham dengan menghapus keberadaan lembah tersebut.

Rahasia sejarah itulah yang diyakini oleh Batman menjadi motif dari Joker untuk mengirimkan Azrael kepadanya.

Potongan petunjuk mengenai keberadaan gereja Saint Dumas di dasar laut itu sendiri sebenarnya diperoleh dari mulut Joker. Batman yakin bahwa saat itu yang mengucapkannya adalah Jack Napier. Ia pun kini kembali mendatangi Harley Quinn dan memintanya untuk sekali lagi menemui Joker untuk mengorek petunjuk darinya. Yang membedakan, kini Harley diminta untuk datang bersama kedua bayinya, tidak dengan Batman.

Tim GTO berhasil mengetahui profil dari Azrael beserta rekan-rekannya, yang semuanya ternyata memiliki latar belakang militer yang kuat. Termasuk juga partner utamanya, Gabriel dan Michael. Untuk Michael sendiri telah tewas saat bertempur melawan Batman dan GTO sebelumnya.

Strategi Batman untuk mempertemukan kembali Harley dan Joker ternyata berhasil. Kepribadian Jack Napier mengambil alih dan ia pun memberitahu Harley dimana Batman bisa menemui Azrael. Ia juga memberitahu Harley mengenai tulisan yang ada di dalam sumur tempat mayat Arkham diketemukan. Kendati demikian, Jack meminta agar Harley tidak memberitahukannya pada batman karena hal tersebut akan menghancurkannya.

Ruth menyatakan untuk tidak lagi mendukung aksi Azrael. Ia bahkan sudah menyewa Bane untuk mengkonfrontasi Azrael. Tanpa ia duga, dengan mudah Azrael (dan Gabriel) membunuh Bane. Dengan mengancam akan menghabisi Ruth, Azrael meminta Ruth untuk memberitahu nama-nama penduduk elite yang menjadi kliennya selama ini. Ruth menurutinya.

Batman menjemput Harley di luar penjara New Arkham. Selain memberitahu tentang lokasi dimana Azrael bisa ditemui, Harley juga menginformasikan bahwa Jack berjanji akan membantu Batman. Untuk detilnya Harley tidak tahu, namun ia minta agar Batman mempercayainya.

Seseorang masuk ke dalam ruang tahanan New Arkham. Tanpa basa basi, ia membunuh semua tahanan yang ada di sana hingga tersisa Joker seorang. Orang tersebut ternyata adalah Azrael, yang kini sudah menggunakan kostum (mirip) Batman.


Cerita dibuka dengan pengungkapan sejarah kelam Gotham khususnya yang terkait dengan dinasti Wayne. Anehnya, saya merasa Sean Murphy tidak mencoba untuk menyampaikannya dengan cara yang greget. Terkesan biasa biasa saja. Padahal itu adalah motif utama dari aksi Joker. Atau mungkin ekspektasi saya yang terlalu tinggi di bagian itu.

Untungnya, kejutan seperti tidak pernah ada habisnya dalam serial ini. Di edisi ini, tentu saja, momen di penghujung halaman dimana dengan sadisnya Azrael membantai para super villain yang ada di dalam penjara New Arkham. Kaget banget ngeliatnya. Belum lagi di beberapa halaman sebelumnya kepala si Bane habis ditebas.

Eniwei, dengan sudah adanya bocoran mengenai volume ketiga dari jagat White Knight, saya hanya bisa berharap bahwa Curse of The White Knight ini ditutup dengan apik dan tanpa ada cliffhanger-cliffhanger yang bikin penasaran.

OK Google, tema artikel yang berhubungan: , ,

Reply