Review Komik Batman: Curse Of The White Knight #4 (DC Comics, 2019)

Di cerita sebelumnya, Batman dan Harley Quinn menemukan adanya satu sosok mayat lagi tersembunyi di dasar sumur yang berpangkal dari balik jeruji Joker. Saat sedang menganalisa tengkorak yang ada di sana, Harley Quinn tiba-tiba berkontraksi dan memaksa Batman membantunya melahirkan. Sementara itu, Azrael tanpa diduga menyerang Jim Gordon dan menusukkan pedangnya ke tubuh Gordon. Apa sebenarnya yang direncanakan oleh Ruth melalui Azrael? Simak kelanjutan kisahnya dalam sinopsis komik Batman: Curse of The White Knight #4 setelah pesan-pesan berikut ini.

Sinopsis Komik *SPOILER*

Review Komik Batman: Curse Of The White Knight #4 (DC Comics, 2019)

After a shocking tragedy strikes the Bat-Family and Montoya takes the reins, Babs defies the GTO and goes rogue in the hunt for Azrael. When her new methods prove almost too effective, Batman intervenes-leaving Harley to her own devices in the wake of her own emergency.

Story: Sean Murphy
Art: Sean Murphy
Color: Matt Hollingsworth
Letter: AndWorld Design
Judul Edisi: Book Four
Tanggal Rilis: 23 Oktober 2019

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung spoiler!

Petugas medis berusaha keras untuk menyelamatkan Gordon, namun usaha mereka sia-sia. Barbara Gordon yang syok menerima kenyataan tersebut berlari meninggalkan rumah sakit. Sementara Batman yang baru tiba belakangan hanya bisa memeluk tubuh Gordon yang sudah tidak lagi bernafas.

Barbara melampiaskan amarahnya pada anggota tim GTO dan Batman. Sepeninggal Barbara, Renee Montoya, yang sebelumnya diminta Gordon untuk menggantikannya sebagai komisaris, meminta yang lain untuk tetap fokus mencari keberadaan Azrael. Dengan sigap ia membagi tugas pada seluruh anggota tim GTO.

Batman mendatangi kediaman dr Leslie Thompkins untuk mengecek kondisi Harley yang baru melahirkan. Tepat seperti ucapan Joker, Harley melahirkan sepasang bayi kembar. Leslie memberitahu Batman bahwa butuh waktu beberapa minggu bagi Harley untuk bisa memulihkan kondisinya. Kendati demikian, Batman tetap berniat untuk membawa Harley ke suatu tempat.

Leslie menambahkan bahwa ia tidak setuju dengan keputusan Batman untuk segera membongkar identitas aslinya ke publik dengan alasan keselamatan orang-orang di sekitar Bruce Wayne. Batman memastikan bahwa tanpa ia melakukannya pun, cepat atau lambat, warga kota Gotham bakal mengetahuinya. Sebelum Leslie sempat membantahnya, dengan wajah sayu Batman menginformasikan mengenai kematian Gordon dan mulai menangis di pelukan Leslie.

Barbara menemukan petunjuk mengenai keberadaan Azrael. Tanpa memberitahu rekan-rekannya di GTO, diam-diam ia melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Leslie ternyata tahu tentang jurnal Edmond Wayne. Tidak itu saja, Leslie bahkan sedang menemani Alfred saat dulu Alfred menerima jurnal tersebut dari seseorang yang tidak dikenal, yang mengaku telah merebut jurnal itu dari tangan Joker. Alfred sempat mencoba untuk memecahkan isi dari jurnal tersebut, namun gagal. Ia pun memilih untuk menyembunyikannya hingga suatu saat nanti Batman bisa memahami apa sebenarnya rahasia yang tersembunyi di dalamnya. Batman sendiri meyakini bahwa jurnal itu adalah kunci untuk menemukan dimana Azrael berada.

Setelah mengambil senjata, Barbara melangkah menuju salah satu mobil GTO. Harvey Bullock mendatanginya. Setelah tahu tujuan Barbara, tanpa banyak tanya ia bergabung dengannya.

Beberapa waktu kemudian, Dick Grayson menginformasikan hilangnya Barbara dan Harvey pada Batman. Dick yakin Batman diam-diam sudah menginstall pelacak pada setiap mobil GTO. Dugaannya tepat. Setelah mengecek layar monitor, Batman pun lantas memberitahu Dick posisi dan arah kendaraan yang digunakan oleh Barbara.

Barbara dan Harvey menghadang mobil yang dikendarai Azrael dan kedua rekannya. Barbara sempat hendak membunuh Azrael, namun Batman yang tiba di TKP segera menghentikannya. Azrael terlihat menendang punggung Barbara sebelum akhirnya dikonfrontir oleh Batman. Kendati demikian, untuk kali ini Azrael berhasil melumpuhkan Batman dan kabur bersama dengan salah seorang rekannya.

Sementara itu, angota GTO yang menyusul ke TKP mencoba menenangkan Harvey yang baru saja membunuh seorang rekan Azrael dengan sadis. Dick berteriak memanggil nama Barbara. Tanpa ia duga, yang muncul adalah Batman, yang menggendong tubuh Barbara dengan wajah terlihat sedih.


Gak bisa berkata-kata lagi sih. Empat jempol bener-bener gak cukup buat Sean Murphy. Saat edisi sebelumnya terasa sudah klimaks dan bikin syok, edisi ini malah terasa lebih intens lagi. Apalagi di penghujung halaman, dimana sepertinya Batgirl a.k.a Barbara Gordon bakalan lumpuh dan bertransformasi menjadi Oracle seperti yang digariskan di cannon (cerita utama).

Kehadiran Jason Blood (Etrigan The Demon) sebagai sosok yang memberikan jurnal Edmund Wayne pada Alfred dan Leslie merupakan kejutan yang sekaligus menimbulkan misteri baru. Akankah perannya hanya sebatas itu? Atau mungkin akan eksis lagi di edisi-edisi berikutnya? Atau malah di sekuel berikutnya (jika ada)?

Hadirnya bayi kembar Harley Quinn juga akhirnya mengingatkan saya pada karakter Duela Dent yang merupakan putri dari Joker dengan Harley Quinn dari jagat cerita yang lain. Akankah dia salah satu dari bayi kembar tersebut? Duh, asli gak sabar banget pengen baca kelanjutan ceritanya, hehehe.

OK Google, tema artikel yang berhubungan: , , ,

Reply