Review Komik Batman And The Outsiders #12 (DC Comics, 2020)

Setelah berminggu-minggu hiatus akibat pandemi COVID-19, akhirnya hadir kembali kelanjutan dari seri komik major DC Comics. Pembukanya adalah Batman And The Outsiders, yang semoga saja segera disusul oleh seri-seri utama mereka yang lain. Nah, di cerita sebelumnya, Sofia hampir resmi menjadi sidekick Batman (Bruce Wayne) yang baru. Batman kini tengah menunggu identitas apa yang hendak digunakan oleh Sofia. Sementara itu, aksi Kaliber, Ishmail, dan Karma di Kamboja ternyata hanya pengalihan isu dari apa yang sedang dilakukan oleh Ra’s Al Ghul. Apa yang sebenarnya direncanakan oleh Ra’s Al Ghul? Simak kelanjutan kisahnya dalam sinopsis komik Batman And The Outsiders #12 berikut ini.

Sinopsis Komik *SPOILER*

Review Komik Batman And The Outsiders #12 (DC Comics, 2020)

Batman goes over the edge! With everything that’s happened in Gotham City and Ra’s al Ghul’s personal attacks on the Dark Knight and his team of Outsiders, Batman lashes out and uses his all his anger and skills to take down Ra’s and his new League of Assassins on his own. Will the Outsiders be able to pull him back from his rage-or will they find themselves on the receiving end of it?

Story: Bryan Hill
Art: Dexter Soy
Color: Veronica Gandini
Letter: Clayton Cowles
Judul Edisi: A League of Their Own Part Finale
Tanggal Rilis: 5 Mei 2020

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung spoiler!

BatCave. Batman memberi selamat pada The Outsiders atas kinerja mereka di Kamboja. Dengan singkat ia mem-briefing mereka untuk tugas berikutnya. Yaitu menghentikan apa pun itu yang sedang direncanakan oleh Ra’s Al Ghul dengan senjata mematikan yang kini ada di tangannya. Batman sama sekali tidak mempermasalahkan keikutsertaan Lady Shiva bersama timnya. Tidak lupa ia memperkenalkan anggota tim yang baru, Sofia, yang masih belum menemukan nama samaran yang cocok.

Batman berdiri di hadapan makam kedua orang tuanya. Ia curhat. Meski sudah berulang kali berada di posisi yang sama — di ujung kiamat — Batman merasa kali ini berbeda.

Tak lama kemudian muncul Black Lightning (Jefferson Pierce). Ia memastikan bahwa Batman tidak ada masalah dengan dirinya yang kembali ke Gotham bersama Lady Shiva. Selain itu, Jeff menyatakan bahwa ada yang harus dilakukan The Outsiders pasca urusan dengan Ra’s Al Ghul usai. Batman mempercayakan urusan tersebut pada Jeff. Pun begitu, Batman menghindar saat Jeff menawarkan untuk mengajarinya beberapa hal.

Orphan (Cassandra Cain) mengkonfrontir ibunya, Lady Shiva. Ia ingin tahu apa sebenarnya tujuan ibunya bergabung dengan mereka. Lady Shiva menyatakan bahwa ia benar-benar ingin menghentikan Ra’s Al Ghul. Plus, ia ingin agar Orphan ikut bersamanya. Lady Shiva berusaha meyakinkannya bahwa Orphan tidak wajib untuk mengikuti Batman. Ia tidak berhutang apapun kepadanya. Selain itu, potensi maksimal Orphan tidak akan pernah keluar apabila ia terus berada di bawah Batman.

Black Lightning menghampiri Katana (Tatsu Yamashiro). Katana yang merasa Jeff punya perasaan terhadapnya mencoba menanyakan kepada Jeff tidak berani mengungkapkannya. Pun begitu, Jeff memilih pergi dan menyatakan tidak ingin membahas hal tersebut.

Batman tiba di Markovia bersama The Outsiders. Tepatnya, mereka sudah berada di depan senjata rahasia Ra’s Al Ghul yang bentuknya mirip dengan pesawat luar angkasa atau kendaraan raksasa. Di dalam, tanpa disangka mereka menemukan tubuh Kaliber dan Karma dalam kondisi sudah tidak lagi bernyawa. Terakhir ada Ishamel yang tengah sekarat. Ia menyatakan bahwa Ra’s Al Ghul sengaja membuatnya tidak segera mati karena ada pesan yang harus ia sampaikan pada Batman dkk. Yaitu bahwa mereka semua telah terlambat.

Di tangan Ishmael terdapat proyektor yang lantas menampilkan pesan hologram Ra’s Al Ghul. Ia menceritakan bahwa pesawat tempat Batman dan The Outsiders berada saat ini adalah peninggalan dari perabadan kuno yang memiliki teknologi super canggih. Peradaban yang berasal dari luar angkasa tersebut sebenarnya hendak menghancurkan bumi, namun keburu punah saat pesawat tersebut terjatuh di bumi. Walau demikian, Ra’s Al Ghul telah berhasil mendapatkan senjata pamungkas milik mereka. Sesuatu yang berbentuk seperti bola dan memiliki kekuatan untuk menghancurkan daratan dalam waktu singkat. Sebagai pembuktian, Ra’s Al Ghul menunjukkan bagaimana kampung kelahiran Lady Shiva ia luluh lantakkan dalam sekejap mata.

Ra’s Al Ghul berjanji tidak akan berhenti sampai di situ. Ia akan menghancurkan tempat tinggal Batman dan rekan-rekannya satu demi satu. Kecuali jika Batman mau menyerahkan Duke Thomas (Signal), Cassandra, serta Sofia kepadanya, plus memerintahkan Black Lightning untuk membunuh Lady Shiva.

Batman tidak bisa menahan emosinya pasca mendengar hal tersebut. Ia merasakan dengan telak kekalahannya kali ini. Black Lightning mencoba menghiburnya, memastikan bahwa mereka tidak akan menyerah dan bakalan menyerang balik.


Sebuah penutup arc yang lumayan mengejutkan. Saat disebut-sebut Ra’s Al Ghul bakal punya senjata rahasia super mematikan, saya bahkan tidak menyangka bakal semengerikan ini senjata yang ia miliki. Menariknya, dengan Lady Shiva yang keberadaannya di The Outsiders terasa meragukan di awal, Ra’s Al Ghul justru memberikan alasan kuat kenapa Shiva harus berada di pihak Batman. Setidaknya untuk saat ini.

Hubungan asmara antara Black Lightning dan Katana sepertinya belum akan dimulai. Katana sudah membuka diri, namun Black Lightning menghadirkan twist dimana ia malah memilih untuk mundur dan menjaga jarak. Tidak kalah bikin surprise-nya dengan Kaliber, Karma, dan Ishmael yang mati begitu saja setelah sekian edisi menyulitkan aksi The Outsiders.

Dengan pertikaian antara Batman dan The Outsiders versus Ra’s Al Ghul yang masih belum juga mencapai titik akhir, saya kok punya feeling serial ini bakal fokus pada sosok antagonis tersebut dan nantinya berakhir (baca: dihentikan) begitu Ra’s Al Ghul berhasil dikalahkan…

OK Google, tema artikel yang berhubungan: , ,

Reply