Review Komik Batman #38 (DC Comics, 2018)

Ini memang telat banget pembahasannya. Tapi faktanya, jika tidak ada arc “Knightmares” di Batman #61 saya bahkan mungkin tidak akan pernah membahas edisi #38 seri komik yang sama ini. Kenapa? Ya karena kisahnya ternyata berkesinambungan. Arc “The Origin of Bruce Wayne” ini merupakan awal alias pembuka dari kisah “Knightmares”. Mau tidak mau harus dibaca dan dipahami dulu. Setuju? Nah, kalau setuju, silahkan deh disimak sinopsis komik Batman #38 di bawah ini. Yuk!

Sinopsis Komik *SPOILER*

Review Komik Batman #38 (DC Comics, 2018)

“The Origin of Bruce Wayne”! If Mattie could grow up to be anybody, he’d grow up millionaire playboy Bruce Wayne. But what would happen if he was forced to relive the worst tragedy of Bruce’s life and his parents were murdered? Batman’s hunt for the killer puts him face to face with a strange mirror version of his own past.

Story: Tom King
Art: Travis Moore
Color: Giulia Brusco
Letter: Clayton Cowles
Judul Edisi: The Origin of Bruce Wayne
Tanggal Rilis: 3 Januari 2018

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung spoiler!

Suatu malam Matthew mendapati kedua orang tuanya sudah meninggal, tewas terbunuh di tangan penjahat. Karena kebetulan ayahnya bekerja di perusahaan milik Bruce Wayne (Batman), Matthew — yang mengaku biasa dipanggil Bruce Wayne saat berada di rumah sebagai bagian dari leluconnya bersama ayahnya — meminta masukan pada Bruce tentang apa yang harus ia lakukan untuk mengusir rasa sakit dan kesedihan yang ia alami. Bruce menyarankan pada Matthew untuk bisa menerima apa yang telah terjadi.

Dua kasus pembunuhan sadis terjadi di kota Gotham. Keduanya mengarah pada Victor Zsasz, yang sebenarnya sedang berada di tahanan Arkham Asylum.

Baca juga  Review Komik Detective Comics #938 (2016)

Pembunuhan lain terjadi. Kali ini mengarah pada Two-Face sebagai pelakunya.

Batman menyadari bahwa kejadian-kejadian itu merupakan jebakan. Pelaku sebenarnya berhasil ia temui: Taylor, pelayan pribadi di rumah Matthew. Ia mengaku melakukannya, ditambah dengan membunuh kedua orang tua Matthew, untuk mendapatkan harta mereka, mengingat status dia sebagai pelindung / wali Matthew apabila kedua orang tuanya tiada.

Saat sedang makan malam bersama Selina Kyle (CatWoman), Bruce menyadari kekeliruannya. Ada orang lain yang merupakan otak dari semua kejadian itu. Dan itu adalah Matthew.

Ditemui di kuburan kedua orang tuanya, Matthew — yang di pipinya terlihat goresan pisau bertuliskan “Thomas” (sisi kanan) dan “Martha” (sisi kiri) — tidak membantah apa yang telah terjadi. Ia sengaja melakukannya, termasuk meminta Taylor untuk membunuh kedua orang tuanya, karena ingin berubah menjadi Bruce Wayne. Ia ingin mengalami semua yang dialami oleh Bruce Wayne.

Di akhir cerita terlihat Matthew dalam keadaan terbelenggu, dibawa ke kamarnya di Arkham Asylum, oleh dua orang penjaga.


Tidak perlu sungkan untuk membacanya berulang-ulang. Ceritanya memang terasa membingungkan di awal. Apabila dengan sosok Matthew yang dipanggil dengan nama Bruce Wayne dan memiliki kondisi yang nyaris sama dengan Bruce Wayne sendiri. Butuh beberapa waktu untuk mencerna bahwa keduanya memang sosok yang berbeda karena awalnya saya pikir Matthew itu ya Bruce Wayne, hehehe.

Meski di beberapa bagian masih agak membingungkan, tapi ceritanya yang gelap dan penuh depresi terasa Batman banget. Ditambah dengan ilustrasi dan artwork yang terasa pas dengan nuansa cerita. Not bad lah.

OK Google, tema artikel yang berhubungan: , ,

Reply