Review Komik Batman #61 (DC Comics, 2018)

Buat teman-teman yang kebingungan setelah membaca Batman edisi 61 ini, ada gunanya untuk mundur terlebih dahulu ke belakang dan membaca Batman #38. Ya, ini adalah sekuel dari arc “The Origin of Bruce Wayne” yang terbit di awal tahun 2018 tersebut. Sengaja banget sepertinya ya kelanjutan kisahnya dirilis di minggu terakhir tahun yang sama, hehehe. Saya sendiri juga termasuk yang ‘terpaksa’ membaca ulang edisi ke-tiga puluh delapan itu. Dulu memang sudah sempat baca, tapi tidak tertarik dengan ceritanya yang sedikit membingungkan. Namun setelah diulang-ulang akhirnya ngeh juga maksud hati Tom King, si penulis cerita. Nanti sinopsisnya akan saya tulis di artikel terpisah.

So, berikut ini adalah sinopsis (dan spoiler) dari Batman #61. Cekidot!

Sinopsis Komik *SPOILER*

Review Komik Batman #61 (DC Comics, 2018)

What happened to the boy who wanted to be Bruce Wayne? The young criminal mastermind orchestrate his own parents’ deaths to emulate his hero and was carted off to Arkham when Batman exposed his crimes, but that is not the end of the story. Tom King reteams with NIGHTWING artist Travis Moore to create a sequel to their masterpiece of dark horror from BATMAN #38.

Story: Tom King
Art: Travis Moore
Color: Tamra Bonvillain
Letter: Clayton Cowles
Judul Edisi: Knightmares Part 1 – Suddenly Indeed
Tanggal Rilis: 19 Desember 2018

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung spoiler!

Seperti diceritakan di Batman #38, Matthew adalah seorang bocah yang terobsesi untuk menjadi Bruce Wayne. Ia sama-sama anak seorang milyuner dan kedua orang tuanya pun sama-sama tewas di tangan seorang perampok jalanan. Pasca ditinggalkan kedua orang tuanya itu, ia meminta agar Taylor, pelayan pribadinya, memanggilnya dengan nama Bruce Wayne.

Baca juga  Review Komik Detective Comics #951 (2017)

Dari hasil investigasi, Batman menangkap seorang pria yang diduga sebagai pelaku pembunuhan terhadap orang tua Matthew. Beberapa waktu kemudian, Matthew meminta ijin untuk menemui pria tersebut di penjara. Komisaris Gordon yang mengantarnya.

Sesaat setelah bertemu si pria, tiba-tiba Matthew mengeluarkan sebuah silet dari dalam saku celananya, lantas menggunakannya untuk membunuh pria tersebut tanpa ampun. Matthew juga sempat menggunakan silet tersebut untuk mengukir nama “Thomas” dan “Martha” di pipinya sendiri sebelum polisi meringkusnya.

Di bagian ini kemudian agak membingungkan. Terlihat bahwa sosok pria yang baru saja dibunuh oleh Matthew berbeda dengan yang ditangkap oleh Batman. Lebih lanjut, seorang penyidik memberitahu Matthew bahwa pria yang ia bunuh bernama Vincent Davis dan ia ditahan karena kepemilikan narkoba, bukan karena membunuh orang tua Matthew. Matthew tidak peduli dan menyatakan bahwa ia akan terus melakukan balas dendamnya.


Sebelumnya, pastikan dulu untuk membaca Batman #38, karena dijamin bingung kalau tidak. Saya juga kok. Namun sayangnya, meski sudah sedikit banyak mendapat gambaran mengenai jalan ceritanya, tetap saja ada bagian di akhir yang bikin garuk-garuk kepala. Sebagai contoh, di sini Matthew ditangkap di penjara oleh para polisi, namun di cerita sebelumnya ia ‘sepertinya’ berhasil lolos dari penjara saat dikonfrontasi oleh Batman. Padahal secara timeline, seharusnya momen saat Matthew ditangkap dan saat Batman mengetahui sifat asli Matthew itu tidak berselisih jauh. Bagaimana Matthew bisa lolos dari penjara?

Kita lihat saja nanti deh kelanjutan ceritanya seperti apa. Tapi… bukan di edisi berikutnya loh. Entah kapan kelanjutannya. Asli iseng banget dah ini Tom King dan DC Comics, dibuat loncat-loncat ceritanya. Yang jelas gosipnya bakal ada 6 edisi dalam arc “Knightmares” ini.

OK Google, tema artikel yang berhubungan: , ,

Reply