Review Komik Basketful of Heads #7 (Hill House Comics, 2020)

Di cerita sebelumnya, lolos dari Hank Clausen, June Branch akhirnya bertemu kembali dengan kekasihnya, Liam Ellswort, yang ditawan oleh Wade Clausen, ayah Hank, di sebuah kapal boat. Belum sempat membebaskannya, ia dipergoki oleh Wade. Walau sempat bertarung, June kini berada di ujung maut. Dilempar oleh Wade ke tengah laut dalam kondisi tangan dan kaki terikat. Akankah ia selamat? Simak akhir kisahnya dalam sinopsis komik Basketful of Heads #7 berikut ini.

Sinopsis Komik *SPOILER*

Review Komik Basketful of Heads #7 (Hill House Comics, 2020)

It’s time for a final swing of the axe. In the darkest, coldest hours of the night, June Branch finds herself up against the deadeyed killer who abducted her lover…and comes face to face with some truths even more horrifying than a basketful of heads.

Story: Joe Hill
Art: Leomacs
Color: Dave Stewart
Letter: Deron Bennett
Judul Edisi: –
Tanggal Rilis: 27 Mei 2020

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung spoiler!

Secara kebetulan, kapak Viking June tergeletak di dasar laut tak jauh dari posisi June berada. Dengan sekuat tenaga ia berusaha meraih kapak tersebut dan memanfaatkannya untuk memotong tali yang mengikat tangannya. Usahanya berhasil.

Balas dendam pun dimulai. Perlahan June menghampiri Wade yang tengah menceritakan tentang asal usul kapak Viking tersebut pada Liam dan tanpa ragu mengayunkannya berulang kali ke tubuh Wade hingga terbelah dua di bagian dada.

June lantas membebaskan Liam. Liam kemudian memberitahu bahwa semua perkataan mereka tentang dirinya sebagai mata-mata adalah bohong. Satu-satunya kebenaran yang ia sembunyikan dari June adalah sebuah cincin yang diam-diam ia persiapkan untuk melamar June.

June terkejut melihat cincin tersebut. Terlihat tidak hanya indah, melainkan juga mahal. Tanpa diduga, Wade membocorkan sebuah fakta, dimana Liam ternyata membeli cincin tersebut dengan menggunakan uang yang ada di ransel Emily Dunn. Tidak itu saja, saat Emily melakukan percobaan bunuh diri, Liam sebenarnya menemukan Emily dalam keadaan masih bernyawa. Dan ia sengaja membunuhnya demi mendapatkan uang tersebut.

Usai mendengar cerita Liam, tanpa ada keraguan sedikit pun June memenggal kepalanya dengan kapak Viking miliknya. Terakhir ia membakar habis kapal boat tersebut hingga menewaskan Liam dan Wade.

June menghentikan mobilnya di dekat jembatan. Ia lalu melangkah keluar dengan membawa kapak serta keranjang berisi kepala Hank, Salvatore Puzo, dan Ned Hamilton. Di tengah jembatan, seperti yang dikisahkan sebelumnya pada edisi pertama, ia berpapasan dengan sebuah mobil yang ternyata dikendarai oleh Nyonya Thurston, mantan asisten rumah tangga keluarga Clausen.

Mengira June bakal bunuh diri seperti Emily, Thurston meminta June mengurungkan niatnya dan ikut dengannya. Tanpa membantah, June lantas membuang keranjang dan kapaknya ke sungai. Masuk ke dalam mobil, June minta agar diantarkan ke rumah sakit untuk mengobati tangannya.

Dalam perjalanan, terungkap bahwa Thurston-lah sebenarnya yang memata-matai Wade. Ia melakukan hal itu karena tidak tega melihat perlakuan keluarga Clausen terhadap Emily, yang ia kenal sebagai gadis baik-baik. Bukti rekaman berupa kaset pun sudah ia serahkan ke pihak berwenang. Itu sebabnya ia datang kembali ke kota, karena ingin menyaksikan dengan mata kepala sendiri momen saat keluarga Clausen, khususnya Wade dan Hank, digelandang oleh polisi di rumah mereka.


Setelah semua keseruan dan ketegangan yang dihadirkan dalam 6 edisi sebelumnya, rasanya aneh begitu tahu endingnya ‘begitu saja’. Kayak kurang greget. Untungnya, Joe Hill menuntaskan ceritanya dengan baik. Dengan selipan twist yang mengejutkan pula. Saya juga suka dengan adanya sedikit bahasan mengenai asal usul kapak Viking. Paling gak kita sebagai pembaca gak dipaksa menelan mentah-mentah kemampuan kapak tersebut tanpa ada penjelasan.

Berbeda dengan “The Dollhouse Family” yang tamat minggu lalu, di sini Joe Hill menutup kisah June Branch tanpa perlu diharapkan lagi adanya sekuel. Yah, kalau dari sisi kapaknya mungkin masih ada ruang. Dan saya pribadi tidak keberatan jika seandainya ada satu seri kelanjutannya, asal sejarah kapak Viking-nya lebih dikulik lagi. Bagaimana menurut teman-teman?

OK Google, tema artikel yang berhubungan: , ,

Reply