Review Komik Basketful of Heads #6 (Hill House, 2020)

Di cerita sebelumnya, setelah sempat curhat pada Hank Clausen, June Branch belakangan menyadari bahwa Hank adalah bagian dari komplotan Salvatore Puzo. Bahkan, ayah Hank, si kepala polisi, juga terlibat dan saat ini sedang menyandera Liam Ellswort. Berniat menyelamatkan kekasihnya, June pun berusaha meloloskan diri dari Hank. Berhasilkah? Temukan jawabannya dalam sinopsis komik Basketful of Heads #6 di bawah ini. Cekidot!

Sinopsis Komik *SPOILER*

Review Komik Basketful of Heads #6 (Hill House, 2020)

In the darkest and most desperate hours of the night, June Branch will use her impossible occult hatchet to cut her way back to her boyfriend. But time is running out for Liam, and June’s basket is getting heavier with every new swing of the axe! It’s all going down in the penultimate chapter of the gonzo gorefest that launched Hill House Comics!

Story: Joe Hill
Art: Leomacs
Color: Dave Stewart
Letter: Deron Bennett
Judul Edisi: –
Tanggal Rilis: 25 Maret 2020

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung spoiler!

Sadar tidak ada cara lain, June nekat memotong jempolnya sendiri agar bisa melepaskan diri dari borgol yang mengikatnya di tiang automate parking. Hank yang syok melihat kepala Salvatore di bangku mobil menjadi lengah dan tidak menyadari bahwa June sudah ada di belakangnya. Sesaat kemudian, sabetan kapak Viking June memisahkan kepala Hank dari tubuhnya.

Setelah sempat mengobati lukanya, June mengumpulkan kepala Hamilton, Hank, dan Salvatore ke dalam keranjang, lalu membawanya masuk ke dalam kantor polisi. Hamilton memohon agar apabila semuanya telah usai, kedua putrinya, Rose dan Daisy, tidak ikut disangkutpautkan dengan apa yang telah terjadi. Hamilton menambahkan bahwa keduanya sangat menyukai Liam, bahkan bersaing untuk mendapatkannya.

Salvatore sempat terdiam saat June menanyakan kenapa dirinya juga ikut memburu kaset rekaman Liam. Salvatore berbohong bahwa ia melakukannya untuk melindungi kepala polisi. Faktanya, dirinya sebenarnya adalah seorang gay yang sempat menggoda Liam. Ia takut kejadian tersebut terekam dalam kaset Liam.

Ayah Hank tak lama menghubungi Hank. Di bawah ancaman June, Hank berbohong dan mengatakan bahwa June sedang berusaha pergi meninggalkan kota dengan naik mobil Toyota. Ia juga meminta ayahnya untuk datang menjemputnya. Pun begitu, ayah Hank memintanya untuk bersabar karena urusan dengan Liam belum usai.

June (dan keranjang kepalanya) tiba di dermaga. Setelah meletakkan keranjang tersebut di dalam mobil, June membawa kapaknya naik ke perahu dan berlayar menuju kapal boat Clausen, ayah Hank. Ia mendapati Liam dalam keadaan babak belur di dalam.

June bergegas melepaskan ikatan Liam sembari menceritakan apa yang telah terjadi. Tanpa ia sadari, Clausen sudah ada di belakangnya dan langsung menyergapnya. Kata “toyota” yang disebut oleh Hank sebelumnya ternyata adalah kata rahasia yang sudah mereka sepakati apabila terjadi hal-hal di luar rencana.

Bersusah payah June berusaha melawan Clausen. Namun usahanya tidak berhasil. Kapak vikingnya bahkan sukses ditendang oleh Clausen hingga terjatuh ke dasar laut. Untuk memaksa Liam memberitahu dimana kaset reakaman miliknya disimpan, Clausen lantas mengikat erat tubuh June dan memasangkan jangkar di ujung tali. Berhubung setelah diancam Liam tetap tidak memberitahu apa yang diminta, Clausen pun melemparkan tubuh June ke laut.


Separuh edisi ini dilewati dengan percakapan. Namun terasa tidak membosankan karena beberapa hal baru seputar misteri yang diusung mulai terungkap. Posisi Liam justru makin mencurigakan karena ia seolah menapakkan kakinya di dua pihak. Yang paling mengejutkan adalah Salvatore yang ternyata gay dan alasannya ikut kepo dengan isi rekaman Liam adalah bahwa ia sempat kelepasan menggoda Liam yang sedang bertelanjang dada, wkwkwk. Cliffhanger-nya sendiri lumayan menegangkan. Penasaran bagaimana kali ini June bisa lolos dari maut.

OK Google, tema artikel yang berhubungan: , ,

Reply