Review Komik Amber Blake #4 (IDW, 2019)

Di cerita sebelumnya, dalam misinya di New York, Amber Blake bertemu dengan sahabatnya yang ia kira telah meninggal di tangan Jeff Kavotz, Amanda. Setelah melakukan deal untuk tutup mulut atas apa yang terjadi Cleverland, Amanda mendapatkan pekerjaan yang ia idam-idamkan selama ini: sebagai top model. Sayangnya, kini ia terlibat dalam jaringan prostitusi yang sedang diselidiki oleh Amber dan Matt. Tanpa diduga, di luar sepengetahuan Amber, Matt membunuh Amanda. Pasca kejadian tersebut, Amber mendapatkan telepon dari Soa, sesama alumni Cleverland, yang mengaku punya bukti kuat terkait Cleverland, yang bahkan menyeret nama pendirinya, Arnav Aslam. Apa yang akan terjadi selanjutnya? Temukan jawabannya dalam sinopsis komik Amber Blake #4 berikut ini, gaes.

Sinopsis Komik *SPOILER*

Review Komik Amber Blake #4 (IDW, 2019)

Amber Blake has finally found the person responsible for all of the pain in her life—and there’s no way she’s letting him get away again. But nothing is as it seems, and when the people closest to her betray her, she’ll have to use all of her skills to get out alive—and to get the vengeance she’s longed for.

Story: Jade Lagardere
Art: Butch Guice (Pencils) / Butch Guice & Mike Perkins (Inks)
Color: Dan Brown
Letter: Robbie Robbins
Judul Edisi: –
Tanggal Rilis: 12 Juni 2019

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung spoiler!

Dengan dibantu oleh Matt, Amber menggunakan jaringan milik Argon serta software Facex untuk mencari keberadaan Soa Rakotovaro. Usahanya berhasil, dimana jejak Soa ia temukan di sebuah hutan yang jauh dari peradaban manusia.

Setelah bertemu dengan Amber, Soa menceritakan bahwa Aslam sempat merencanakan untuk membunuh dirinya dengan bom. Untungnya ia diam-diam berhasil selamat dari insiden tersebut. Dengan pihak Cleverland menganggap dirinya telah meninggal, Soa bisa lebih jauh lagi mengumpulkan informasi tentang mereka beserta bukti-bukti yang terkait.

Dengan persiapan yang dirasa sudah matang, Soa berniat untuk mengekspos keburukan Aslam langsung di depan publik. Tepatnya di acara pertemuan Cleverland International berikutnya yang dijadwalkan berlangsung di Mumbay minggu depan. Soa sempat pula menunjukkan foto Camila Dorego, salah satu mahasiswinya yang ternyata juga merupakan korban dari pelecehan di Cleverland sejak ia berusia 9 tahun. Masa lalunya yang kelam pada akhirnya mendorong Camila untuk melakukan bunuh diri.

Matt, yang berada di luar ruang pertemuan, menginformasikan pada Amber bahwa ia sudah siap untuk menyiarkan rahasia Aslam di layar amphitheater. Seorang pria berjas hitam tiba-tiba mendatangi Matt dan menanyakan apakah semuanya baik-baik saja. Dengan tenang Matt mengiyakan.

Tak lama kemudian, Kavotz datang menghampiri bersama seorang Zaim, anak jenius berusia 8 tahun yang akan dimasukkan ke Cleverland. Setelah sambil lalu menyapa Matt, Kavotz berniat untuk mengajak Zaim ke ruangannya. Mendengar hal tersebut, Matt kalap dan langsung menghajar Kavotz dan bodyguardnya. Di tengah baku tembak, tidak lupa Matt meminta pada Zaim untuk bersembunyi.

Amber yang mendengar keributan terjadi bergegas mendatangi tempat Matt berada. Tanpa disangka, Kavotz sudah menunggunya dengan todongan pistol tepat ke arahnya. Di belakang terlihat Matt tergeletak dengan darah segar yang mengalir.

Kavotz lantas memberitahu Amber apa yang sebenarnya terjadi. Soa adalah bosnya dan juga Matt. Soa berniat untuk menjatuhkan Aslam karena ulah pelecehan yang ia lakukan terbongkar oleh Aslam. Ia juga sengaja menghilangkan diri agar tidak lagi dikejar-kejar oleh Aslam. Jika seluruh bukti-bukti palsu untuk menjatuhkan Aslam yang sudah ia siapkan berhasil dipublikasikan, Soa bakal menggantikannya sebagai pimpinan utama Cleverland International.

Untungnya, Amber sukses membalikkan keadaan. Tidak itu saja, ia mampu mendorong Kavotz hingga terjatuh dari atap bangunan.

Dengan sisa-sisa nafasnya, Matt menceritakan bahwa ia melakukan semuanya karena uang, bukan karena ikut menjadi pelaku pelecehan. Ia bahkan sudah menyiapkan bukti-bukti asli untuk disiarkan, yang dengan jelas mengungkapkan kebobrokan ulah Soa dan para petinggi Cleverland. Tapi sebelum Amber mempublikasikannya, Matt mengingatkan Amber untuk bergegas menuju panggung amphitheater dan melindungi nyawa Aslam yang pastinya bakal terancam.

Sesuai prediksi Matt, para petinggi Cleverland yang terlibat segera memerintahkan penjaga untuk menghabisi Aslam. Amber yang datang tepat waktu mampu mencegahnya. Pun begitu dengan murid-murid Cleverland yang lantas berinisiatif untuk melindungi Aslam.

Sesaat kemudian Vera muncul untuk membantu Amber melarikan diri dari TKP. Meski sempat nyaris menemui ajal, keduanya berhasil lolos.

Tiga hari kemudian, di London. Amber terbaring di tempat tidur dengan Peter Arg duduk di sampingnya. Meski Amber belum sadar, Arg lalu bercerita tentang masa lalunya, dimana ternyata sebenarnya ia adalah ayah biologis dari Amber. Terpisahnya keduanya adalah karena hubungan Arg dengan Lisa, ibu Amber, yang tidak direstui oleh ibu Arg. Namun, meski sudah lama mengetahui tentang Amber, Arg yang sudah sempat stress karena hilangnya Lisa memutuskan untuk menguji terlebih dahulu apakah Amber memang pantas untuk ia akui menjadi putrinya.

Amber tiba-tiba saja menggenggam erat lengan Arg hingga lengannya berdarah. Ia ternyata mendengar semua perkataan Arg. Dengan tegas Amber menyatakan bahwa ia akan terus bekerja bersama dengan Arg di Argon, tapi tidak lebih dari itu.


Ah, saya seharusnya sudah bisa menduga bahwa Aslam hanya tumbal dari konspirasi Kavotz dkk. Entah dengan pembaca lain, tapi Jade Lagardere sukses membuat perkiraan saya terhadap alur cerita menjadi salah arah. Dan itu jelas bagus. Paling malas kan baca komik atau nonton film yang endingnya sudah ketebak dari awal.

Soal endingnya sendiri lumayan tidak diduga sih. Gak nyangka kalau Peter Arg adalah ayah dari Amber. Di bagian ini saya juga suka bagaimana Jade membuat kisah lalu Arg menjadi menarik untuk disimak. Bahkan masa lalu Arg maupun hubungan Arg dan Amber bisa saja berpotensi untuk menjadi bahan konflik di kemudian hari, seandainya Jade memutuskan untuk suatu saat nanti melanjutkan kisah petualangan Amber.

Overall, cerita dalam komik “Amber Blake” terus terang jauh lebih baik dari yang saya harapkan di awal. Ada bagian-bagian yang klise dan mudah tertebak, namun ada pula fakta rahasia yang bikin syok dan tersenyum senang saat membacanya. Recommended!

OK Google, tema artikel yang berhubungan: , ,

Reply