Review Komik 30 Days of Night: Spreading The Disease (IDW, 2006)

“Spreading The Disease” adalah sekuel dari “Dead Space“. Keduanya masih sama berada dalam jagat “30 Days of Night” yang mengisahkan tentang eksistensi kaum vampir di tengah-tengah umat manusia. Yang menjadi tokoh utamanya di sini adalah agen FBI Michael Henson, yang dalam serial sebelumnya dipaksa untuk tutup mulut mengenai keterlibatan vampir dalam insiden meledaknya pesawat luar angkasa Icarus. Akankah Henson menuruti perintah atasannya begitu saja? Simak jawabannya dalam sinopsis komik Spreading The Disease berikut ini.

Sinopsis Komik

30daysofnight spreadingthedisease 1

In part one of Spreading The Disease, Agent Michael Henson had all the evidence he needed to prove to the world that vampires exist… until the government took it all away. Now, urged on by a mysterious “friend,” Henson must follow a path of carnage and gore in hopes of finding the answer to why anyone would want to put a vampire into space, with his only lead being to follow the fangs.

While on the trail of the vampire that turned Commander Cobb, an unarmed Agent Michael Henson is confronted by seven mindless vampires fueled only by their insatiable bloodlust. Meanwhile what should be the happiest day in one couple’s life will take a very gruesome turn with a wedding that you will not soon forget.

Agent Michael Henson follows the clues found in Dinah King’s apartment and finds himself at a southern church revival meeting where he is made a horrific offer. How this ties into the death of the Icarus crew begins to unfold. Meanwhile, two girls head out to a late-night rave in the warehouse district only to discover more than just a swinging nightlife.

Reverend Gant and his traveling vampire ministry have vanished into the night and Agent Henson is out of clues and out of time. Just as he’s about to pack it in, his mysterious friend informs him of a massacre at a small sports bar in Texas. Is this just a coincidence or the final piece Henson needs to figure out Gant’s plan before it’s too late?

The enormity of Gant’s plan stands revealed. Accompanied by ex-Navy S.E.A.L.s Gabe and Rafael, Agent Henson must race into a vampire-infested pit of horror if they hope of stopping the demented scheme. Will Reverend Gant and the New Children of God be able to turn the biggest event of the year turn into the biggest bloodbath of all time?

Story: Dan Wickline
Art: Alex Sanchez
Color: Jay Fotos
Tanggal Rilis: Desember 2006 – April 2007

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung spoiler!

Pasca insiden Icarus, agen Henson berusaha meyakinkan pemerintah bahwa teror vampir belum selesai. Alih-alih mempercayainya, pemerintah justru mengambil bukti-bukti yang dimiliki Henson, lalu memerintahkannya untuk mengasingkan diri sementara waktu di Alabama.

Saat hendak berangkat, seorang pria yang tak dikenal menelpon. Orang tersebut mengaku tahu semuanya tentang Cobb dan Icarus. Ia tidak percaya Henson tega begitu saja meninggalkan kasus tersebut tanpa mempedulikan nasib keluarga korban. Pria tersebut menambahkan bahwa ia curiga ada sesuatu di balik insiden Icarus. Pasalnya, Cobb baru berubah setelah Icarus tinggal landas. Tidak mungkin itu sekedar kebetulan. Sayangnya ia sendiri belum tahu tujuan kaum vampir sebenarnya.

Pria tersebut menyarankan agar Henson pergi ke Florida dan melacak vampir yang menggigit Cobb. Karena masih punya waktu dua minggu untuk melapor ke kantor cabang di Alabama, Henson mengiyakan.

Di Florida. Henson mendatangi bar Astro Devil tempat Cobb dkk minum-minum semalam sebelum Icarus lepas landas. Dari bartender, Henson mengetahui ada seorang wanita (belakangan diketahui bernama Dinah) yang mengajak Cobb berkencan. Kendati demikian, karena sibuk dengan pekerjaannya, bartender tidak mengetahui dengan jelas apa yang terjadi setelahnya. Yang ia tahu tiba-tiba Cobb sudah pergi ke kamar mandi dengan kondisi tidak enak badan sementara Dinah menghilang. Anehnya, usai ia bercerita, Dwayne, salah satu pelanggan yang ada di counter, mendadak ikut menghilang begitu saja.

Di saat si bartender menunjukkan rekaman kamera CCTV pada Henson, Dwayne yang ternyata seorang vampir menghubungi bosnya. Ia menanyakan apakah ia perlu menghabisi Henson dan bartender. Si bos memberitahu bahwa Henson akan ditangani oleh Josef. Dwayne cukup memastikan, setelah Henson pergi, bahwa si bartender tidak akan bercerita lagi tentang hal itu pada orang lain.

Dari CCTV dan si bartender, Henson mendapati wajah Dinah serta informasi kartu nama pegawai rumah sakit yang digunakan Dinah pada saat itu.

Sepeninggal Henson, Dwayne terlihat bersiap untuk menghabisi si bartender.

Di luar, Henson bertemu dengan Josef, juga seorang vampir. Josef memperingatkan bahwa Henson sudah menanyakan sesuatu yang seharusnya tidak ia tanyakan. Henson merespon dengan mengeluarkan pistolnya. Tentu saja, sebagai vampir, Josef bukan tandingan Henson. Dengan mudah Josef menghempaskan tubuh Henson ke sebuah mobil dan mengambil ancang-ancang untuk menembaknya.

Tanpa disangka, Henson mengeluarkan pulpen UV yang ia miliki dan menyalakan sinarnya ke kepala Josef. Sinar tersebut menembus kepalanya dan sesaat kemudian Josef berubah menjadi abu.

Saat Henson mengambil pistolnya, Dwayne muncul dan berusaha menyerangnya. Tanpa basa basi, Henson pun menembak kepalanya.

Dinah King adalah seorang perawat di sebuah rumah sakit. Saat ini tengah bertugas di bangsal pasien koma. Diam-diam Dinah menyuntikkan sesuatu ke dalam infus pasien di sana.

Henson tiba di rumah sakit. Setelah menunjukkan foto Dinah, perawat yang berjaga mengantarkan Henson ke bangsal pasien koma. Melihat Dinah menyuntikkan sesuatu ke dalam infus, Henson langsung mengeluarkan pistolnya. Begitu Henson menyinggung tentang Cobb dan Icarus, wajah Dinah berubah menjadi seram. Ia langsung melompat ke arah Henson dan membunuh perawat yang mengantar Henson.

Henson bersiap untuk bertarung habis-habisan dengannya. Tanpa disangka, Dinah menghidupkan sesuatu di jamnya. Sesaat kemudian, pasien-pasien koma di bangsal berubah menjadi zombie dan mulai menghampiri Henson… dan juga Dinah. Di luar dugaan, vampir-vampir pemula tersebut asal menyerang siapa pun yang ada di dekat mereka. Siapa pun yang memiliki bau darah.

Setelah menghabisi beberapa vampir yang menyerangnya, Henson mendapati vampir-vampir lain sudah menyebar ke penjuru rumah sakit. Dengan memanfaatkan kantung darah, Henson memancing mereka ke sebuah tempat dan meledakkan tempat tersebut.

Sebuah mobil menjemput Dinah di gang dekat rumah sakit. Pria yang mengendarainya memberitahu Gant sudah memerintahkan Dinah untuk pergi bersamanya dan Wally ke kota Morgan karena ada sesuatu untuk mereka di sana. Pria tersebut juga merasa Gant sudah tahu bakal ada agen FBI yang datang menemui Dinah.

Henson mendatangi apartemen Dinah dan minta pemilik apartemen untuk membukakan kamar Dinah. Mereka terkejut mendapati setumpuk tubuh manusia di dalamnya.

Setelah meminta pemilik apartemen untuk pergi, Henson mengecek kotak suara di telpon Dinah. Ada pesan dari sekretaris Dr. Simon, menanyakan kenapa Dinah melewati jadwal pertemuan tiga kali berturut-turut; serta dari Billy, saudaranya, yang khawatir karena sejak ibu mereka meninggal 3 minggu lalu Dinah menghilang.

Telpon tersebut tiba-tiba berdering. Yang menelpon adalah pria misterius sebelumnya. Ia merasa aksi Henson sejauh ini belum menghasilkan bukti konkrit keberadaan vampir. Walau kesal, Henson tidak bisa membantahnya. Sembari mengecek meja Dinah, Henson lantas menemukan petunjuk dimana kira-kira Dinah berada.

Di kota Morgan. Di sebuah kapal sedang berlangsung sebuah resepsi pernikahan. Tiba-tiba ribuan lebah masuk dari lubang ventilasi udara. Anehnya, pintu keluar masuk telah digembok oleh seseorang. Semua orang yang berada di dalam kapal setengah mati berusaha menghindar dari sengatan lebah.

Seorang tamu kemudian melihat kedatangan beberapa orang di kapal. Mereka adalah Dinah dkk.

Di Hattiesburg, Mississippi. Henson menghadiri gereja jemaat The New Children of God yang dipimpin oleh pendeta Gant. Di hadapan para jamaatnya, Gant menyembuhkan seorang anak laki-laki yang lumpuh… dengan mengubahnya menjadi vampir. Gant mengklaim hal itu sebagai jalan untuk menuju surga tuhan. Sesuatu yang dicari oleh semua jemaat di sana.

Gant rupanya sudah tahu ada Henson di sana. Ia bahkan meminta Henson untuk naik ke panggung. Setelah menceritakan asal mula bagaimana ia menjadi vampir serta bagaimana ia mengaitkan vampir dengan agama yang ia anut, Gant menawarkan segelas darah vampir pada Henson. Tentu saja Henson menolak.

Henson menanyakan apakah ia bakalan dibunuh. Gant membantah. Ia bahkan sudah menyiapkan dua anak buahnya untuk mengantarkan Henson ke mobil.

Di Lafayette, Lousiana. Annette dan temannya mendatangi sebuah tempat diskotek. Pun begitu, Annette enggan untuk ikut berdansa karena malu ada banyak orang di sana. Dinah, menyamar menjadi seorang pelayan, tiba-tiba menghampiri mereka dan menawarkan minuman yang bisa membantu Annete menghilangkan rasa malunya. Annette pun meminumnya bersama temannya. Dalam sekejab, Annette yang malu malu berubah menjadi agresif dan penuh percaya diri.

Tiba di mobil, kedua anak buah Gant ternyata lanjut menyerang Henson. Ia nyaris celaka jika tidak dibantu oleh dua orang pria yang tiba-tiba muncul: Gabe Johnson dan Rafael Montonya. Gabe mengaku disuruh membantu Henson oleh seseorang. Atau lebih tepatnya, ditugaskan untuk membawa Henson keluar dari wilayah tersebut dengan selamat secepatnya.

Menjelang dini hari, diskotek ditutup. Anneth dan temannya serta beberapa pengunjung yang masih berada di sana dipaksa untuk keluar. Tak lama, matahari mulai menampakkan sinarnya. Orang-orang yang berada di depan diskotek, termasuk Anneth dan temannya, mulai berubah menjadi vampir. Sesaat kemudian tubuh mereka terbakar habis.

Dari balik jendela diskotek, Dinah tampak tersenyum puas.

Henson dkk menuju suatu tempat. Mereka kaget mendapati tumpukan mayat di sana. Gabe meyakini bahwa Gant sengaja melakukan hal itu karena merasa sudah tidak perlu menyembunyikan rencananya lagi.

Kejadian serupa terjadi di sebuah bar di Tyler, Texas. Yang berbeda, orang yang meminum ramuan dari vampir berubah hanya beberapa saat setelah meminumnya.

Tengah malam, pria misterius menghubungi Henson. Henson mengabarkan bahwa ia sudah tidak punya waktu lagi. Besok ia harus menuju Alabama untuk melaporkan diri. Pria misterius meminta Henson untuk menonton berita di TV terlebih dahulu. Yang ditayangkan ternyata berita mengenai kejadian di Tyler. Setelah melihatnya, Henson memutuskan untuk pergi ke Texas. Seolah sudah tahu apa yang akan dilakukan Henson, pria tersebut mengatakan bahwa jemputan Henson tak lama lagi tiba.

Dan benar, tiba-tiba pintu kamar Henson diketuk. Sudah ada Gabe di sana, mengajaknya untuk berangkat.

Setibanya di Tyler, Gabe segera menyadari ada yang aneh dengan kondisi TKP yang tidak rapi. Berbeda dengan sebelum-sebelumnya. Oleh detektif Hilliard yang menangani kasus tersebut, Henson lantas dipertemukan dengan Jordan, satu-satunya saksi mata. Dari Jordan, terungkap bahwa orang-orang yang berubah menjadi vampir memesan minuman yang sama, sebuah bir lokal bernama BugFoot.

Di suatu tempat, Dinah sedang bersama beberapa rekannya. Ternyata benar dugaan Gabe bahwa insiden di Tyler terjadi di luar rencana Dinah dkk. Pun begitu, salah seorang dari mereka yakin bahwa kejadian tersebut tidak akan membuat mereka tertangkap.

Dari hasil pemeriksaan di lab yang dilakukan oleh Billy, BugFoot yang kemarin dikonsumsi mengandung organisme tertentu yang telah dimodifikasi. Agar tidak membuang waktu, Henson menyinari sampel cairan BugFoot dengan sinar UV. Cairan tersebut langsung terbakar.

Henson pun bergegas menuju tempat pembuatan bir BugFoot. Sebelum pergi, Gabe mengingatkan agar Billy tidak perlu melanjutkan analisa mengenai BugFoot karena berbahaya. Billy mengiyakan.

Di Arlington, Texas. Henson, Hilliard, Gabe, dan Rafael menyusup masuk ke gudang tempat pembuatan bir BugFoot. Hilliard yang awalnya diberitahu bahwa semuanya adalah ulah teroris mulai curiga yang sebenarnya mereka hadapi adalah vampir. Apes, belum apa-apa ia sudah keburu tewas di tangan salah seorang vampir yang menyerang Henson dkk.

Dinah kini muncul di hadapan Henson. Sembari mengacungkan pistolnya ke arah Dinah, Henson membeberkan hasil investigasinya. Dinah, atas perintah Gant, sengaja menginfeksi Cobb untuk mempublikasikan keberadaan aliran gereja The New Child of God. Dengan harapan, orang-orang yang mengetahui bakal tertarik untuk secara sukarela berubah menjadi vampir. Sayangnya, perhitungan Dinah sedikit meleset karena saat hendak masuk ke pesawat Icarus, Cobb sempat ditahan oleh petugas yang curiga kondisi kesehatannya tidak baik. Ujung-ujungnya Cobb baru berubah menjadi vampir saat Icarus sudah berada di luar angkasa, yang otomatis merusak rencana Gant.

Sebagai gantinya, Gant kemudian mengutus Dinah dkk untuk mendatangi beberapa wilayah dan menginfeksi orang-orang di sana dengan ramuan mereka. Semakin banyak berita mengenai insiden tersebut, diharapkan semakin banyak orang yang percaya akan eksistensi kaum vampir.

Dinah tidak membantah. Ia hanya menyatakan rencana Gant jauh lebih besar daripada itu. Sebelum sempat menjelaskan lebih lanjut, Rafael terlebih dahulu mendorong Dinah hingga terlempar keluar dari jendela dan terbakar sinar matahari.

Gabe kemudian memberitahu bahwa baru saja ada pengiriman BugFoot besar-besaran ke stadion Reliant di Arlington. Henson langsung menyadari tujuan utama Gant. Menginfeksi puluhan ribu penonton pertandingan yang disiarkan secara langsung di TV nasional.

Henson, Gabe, dan Rafael bergegas menuju stadion. Saat itu pertandingan telah dimulai. Dan tentu saja, bir BugFoot sudah tersebar untuk dinikmati.

Karena jalanan macet, Gabe memerintahkan Henson dan Rafael untuk berlari menuju stadion sementara ia akan tiba di sana dengan cara lain. Ia hanya berpesan agar nanti keduanya memastikan atap stadiun terbuka.

Tak lama seseorang dari kepolisian memberi tumpangan pada Henson dan Rafael. Mereka mengaku telah dikabari dari pihak Homeland Security dan diperintahkan untuk membantu Henson. Di stadion, Henson meminta polisi untuk memblokade akses keluar masuk dari stadion. Setelah itu, ia dan Rafael, bersama polisi yang tadi mengantarkannya, menyusup masuk ke dalam stadion untuk menuju ruang kontrol.

Sesampainya di sana, tak butuh waktu lama bagi polisi tersebut untuk menyadari bahwa yang ia hadapi sebenarnya adalah vampir. Henson memberi penjelasan singkat mengenai Gant dan aliran sesatnya. Sembari menunggu waktu yang tepat untuk membuka atap, mereka menyaksikan Gant yang tengah berkhotbah di hadapan penonton melalui layar besar.

Satu persatu penonton di stadion berubah menjadi vampir. Mereka langsung menyerang penonton lain yang tidak atau belum berubah. Keadaan pun mulai kacau balau.

Berniat untuk menghentikan siaran langsung, Henson memutuskan untuk keluar. Rafael menyatakan akan menunggu selama 5 menit sebelum nantinya ia membuka atap. Tanpa membuang waktu, Henson menggunakan salah satu mobil untuk menabrak pemancar siaran langsung yang ada di samping stadion.

Mengetahui hal itu, Rafael pun membuka atap stadion. Gant tidak tinggal diam. Ia segera memerintahkan anak buahnya untuk menuju ruang kontrol. Terjepit di sana, Rafael menghubungi Gabe untuk menanyakan statusnya. Gabe ternyata sudah berada tepat di atas stadion… dengan menggunakan balon udara zeppelin.

Berbarengan dengan Rafael dan polisi yang tewas dibunuh vampir, Gabe melompat dari balon udara dengan membawa basoka. Separuh jalan, ia membalikkan badannya dan menembak balon udara tersebut. Balon udara itu pun meledak dan membakar habis seluruh stadion beserta orang plus vampir di dalamnya. Termasuk Gant.

Tak berapa lama, pria misterius kembali menghubungi Henson. Henson kini menyadari bahwa ia hanya diperalat oleh pria tersebut untuk lagi-lagi menutupi keberadaan vampir. Pria misterius itu tidak membantahnya. Dengan kesal Henson melemparkan ponselnya ke tanah.

Di penghujung halaman, terungkap bahwa pria misterius yang selama ini menghubungi Henson adalah presiden Amerika Serikat.


Akhirnya ada gaya artwork yang berbeda. Lumayan sih, setidaknya lebih jelas ekspresi wajahnya ketimbang beberapa seri yang sebelumnya dibahas. Ceritanya juga lumayan seru. Banyak aksi menegangkan seperti halnya “Dead Space”. Sayangnya, alurnya terasa tidak rapi. Beberapa bagian terlihat tidak memiliki benang merah. Seperti Henson yang langsung tahu bahwa tumpukan mayat yang ia lihat adalah orang-orang yang tidak meminum ramuan khusus dari vampir. Padahal sebelumnya sama sekali tidak ada pembahasan / pembicaraan soal hal itu di antara Henson, Gabe, dan Rafael. Lha wong Gabe dan Rafael disebutkan hanya ditugaskan untuk mengeluarkan Henson dari gereja The New Children of God saja kok.

Untungnya, di luar itu tidak ada masalah lain. Secara keseluruhan masih sangat bisa dinikmati. Jadi sedikit penasaran dengan Billy yang bolak balik disebut. Apakah Billy yang ada di Texas adalah saudara Dinah? Apakah juga sama dengan Billy dalam serial “Bloodsucker Tales” yang saya skip pembahasannya? Masalahnya kalau benar iya kan jadi kepikiran bin penasaran dengan serial tersebut, hehehe.

gambar #24449

Leave a Reply