Review Komik 1001 Arabian Nights: The Adventures of Sinbad #12 (Zenescope, 2010)

Di cerita sebelumnya, Shon’Du yang sempat terkena sengat kalajengking raksasa kondisinya mulai melemah akiban racun yang menyebar dalam tubuhnya. Pun begitu, ia masih bisa berpartisipasi dalam membantu Sinbad dkk melawan pasukan tengkorak hidup. Sayangnya, masalah belum berhenti. Kini muncul angin dari dalam tanah di sekitar Sinbad dkk. Monster apalagi yang harus dihadapi oleh Sinbad? Simak jawabannya dalam sinopsis komik 1001 Arabian Nights: The Adventures of Sinbad #12 berikut. Cekidot!

Sinopsis Komik *SPOILER*

Review Komik 1001 Arabian Nights: The Adventures of Sinbad #12 (Zenescope, 2010)

The City of the Dead holds many secrets and terrible dangers. Giant scorpions, skeletal warriors and other living nightmares walk its streets…all under the control of a being of unimaginable evil. Buried underground for thousands of years, his decaying flesh and tattered bandages a constant reminder of a bitter betrayal, the ancient Wizard Terrae Motus plans to make the world to suffer for his pain…and Sinbad and his crew are first on his list.

Story: Dan Wickline & Tyler Tranguet
Art: Brent Peeples
Color: Studio Cirque
Letter: Shawn Despaquale
Judul Edisi: Sinbad And The City of The Dead Part 5
Tanggal Rilis: Agustus 2010

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung spoiler!

Badai pasir yang muncul tiba-tiba membuat Sinbad dkk tidak sempat menghindar. Satu demi satu terjatuh tak sadarkan diri karenanya.

Wanita yang ditemui oleh Ashcroft di Baghdad bernama Jocelyn, wanita yang sama yang tidur dengan Sinbad saat Sinbad dituduh membunuh sultan Baghdad, ayah Ashcroft. Jendral Tipu sendiri adalah paman Ashcroft. Saat ini ia berkuasa dengan memanfaatkan ketidakadaan Ashcroft di istana.

Ashcroft menyatakan tidak berniat untuk mengklaim haknya sebagai sultan sebelum ia membunuh orang yang telah membunuh ayahnya. Tanpa disangka, ia sangat percaya bahwa pelakunya adalah Sinbad. Kebersamaannya sebagai kru Sinbad semata-mata untuk mendapat kepercayaannya saja sembari mencari bukti kuat bahwa memang Sinbad pelakunya.

Kendati demikian, ia tetap menyerahkan surat dari Sinbad pada Jocelyn. Jocelyn kaget membaca isi surat tersebut dan berjanji akan mencoba melakukan apa yang tertulis di dalamnya.

Sinbad terbangun disusul oleh Pots dan Shon’Du. Samelia, Osmium, dan Wilhelm ternyata sudah tidak ada di sana. Tanpa disangka, seseorang muncul dan menyatakan bahwa ketiga rekan Sinbad itu sudah bersamanya. Orang tersebut adalah Terrae Motus.

Terrae Motus sengaja memisahkan Samelia dan Wilhelm karena berencana untuk mengambil kekuatan keduanya terlebih dahulu sebelum membunuh mereka. Sementara untuk Osmium, Terrae Motus berniat untuk mengulitinya dan menggunakan kulit Osmium yang halus sebagai pengganti kulitnya yang sudah membusuk.

Vu dan Old Man selamat dari badai pasir. Secara kebetulan, bangunan tempat mereka berlindung ternyata adalah pintu masuk menuju City of The Dead. Elang milik Old Man yang mengkonfirmasi hal tersebut. Ada tangga di sana yang jika ditelusuri bakal membawa Vu bertemu dengan rekan-rekannya. Setelah mengucapkan sesuatu pada Old Man, Vu mulai menyusuri anak tangga tersebut dengan ditemani oleh elang Old Man.

Di Mogadishu. Mahdu menemui Alorana dan menyatakan sudah mengumpulkan barang yang diminta olehnya. Alorana ternyata sudah mengetahui tentang pertemuan Sinbad dengan Terrae Motus. Ia berniat untuk merebut artifak-artifak yang sudah dikumpulkan Sinbad untuk kepentingannya sendiri.

Mahdu menanyakan apa yang hendak dilakukan Alorana pada kru Sinbad. Alorana belum mengetahui, kecuali Samelia. Ia memastikan bakalan membunuh Samelia dengan cara yang mengenaskan.

Terrae Motus membangkitkan beberapa golem untuk menghadapi Sinbad dkk sementara ia membunuh Osmium. Untunglah, Zwaj bisa naik ke altar tempat Terrae Motus dan Osmium berada tanpa terdeteksi. Ia langsung menggigit lengan Terrae Motus sebelum ia sempat menghujamkan pisaunya ke tubuh Osmium. Momen itu dimanfaatkan Sinbad untuk membebaskan Osmium.

Kendati demikian tugas belum selesai. Mereka masih harus membebaskan Wilhelm dan Samelia. Terrae Motus sendiri mengaku sudah tahu akan kedatangan Sinbad. Ia bahkan tahu bahwa sebelumnya Sinbad sudah berhasil mengalahkan Kabrit Amud. Namun dengan pede Terrae Motus menyatakan bahwa ia tidak akan melakukan kesalahan yang sama seperti Kabrit Amud.


Oke, I didn’t see that coming. Saya pikir Ashcroft ikut dengan Sinbad karena ingin mencari pembunuh ayahnya. Ternyata ia justru ikut karena yakin Sinbad-lah yang sudah membunuh ayahnya. Bakal seperti apa ya ending arc ini di edisi berikutnya?

OK Google, tema artikel yang berhubungan: , , ,

Reply