Review Komik 1001 Arabian Nights: The Adventures of Sinbad #10 (Zenescope, 2009)

Di cerita sebelumnya, perjalanan Sinbad dkk dalam mencari City of The Dead sempat mendapat hadangan dari pria yang sebelumnya berseteru dengan Vu di bar. Pasca menghadapinya, mereka justru terjeblos masuk ke dalam lubang di tanah yang tiba-tiba menganga lebar. Hanya Vu dan Old Man yang bisa bertahan dan tidak ikut terjatuh ke dalamnya. Apa sebenarnya yang terjadi? Apakah itu jalan rahasia menuju City of The Dead? Simak jawabannya dalam sinopsis komik 1001 Arabian Nights: The Adventures of Sinbad #10 di bawah ini ges.

Sinopsis Komik *SPOILER*

Sinbad and his crew have survived the deep fall into the Endless Chasm. At the bottom they find what they’ve been searching for – the lost City of the Dead! They also find giant man-eating scorpions and undead skeleton warriors, and they haven’t even entered the city yet! The adventure ramps into high gear as Sinbad and his crew move closer to finding the second piece of the Jericho Visor, the crown of Annubis.

Story: Dan Wickline & Tyler Tranguet
Art: Eduardo Ferrigato & Anthony Spay
Letter: Shafali Randeria & Bernie Lee
Judul Edisi: Sinbad And The City of The Dead Part 3
Tanggal Rilis: Oktober 2009

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung spoiler!

Di masa lalu. Beberapa orang tengah menginterogasi Shon’Du yang masih remaja. Ia sepertinya tertangkap basah habis atau hendak mencuri. Orang-orang tersebut meminta Shon’Du memberitahu siapa saja yang mencuri bersamanya. Shon’Du menjawab bahwa ia melakukannya seorang diri.

Tak jauh dari tempat itu, ada Ali dan Fakir. Keduanya adalah rekan Shon’Du yang berhasil lolos. Keduanya sedang mencari jalan untuk bisa membebaskan Shon’Du.

Secara kebetulan, dasar dari lubang yang membuat Sinbad dan yang lainnya terjatuh adalah sungai bawah tanah. Mereka semua selamat. Sinbad memperkirakan lubang tersebut memiliki kedalaman kurang lebih 15 meter.

Osmium mengingatkan bahwa artifak yang mereka cari berada dalam kota yang ada di bawah tanah. Dengan demikian, ada baiknya mereka mencoba menyusuri sungai tersebut. Sebelum melangkah, melalui elang milik Old Man, Sinbad memerintahkan Old Man dan Vu untuk mengikuti perjalanan mereka dari daratan, sekaligus membantu mencarikan jalan keluar untuk mereka.

Perjalanan pun dimulai. Meski berada di dalam tanah, gua yang mereka lalui ternyata tidak gelap gelap amat. Adanya sejenis batuan mineral di tembok gua yang menjadi penyebabnya. Batuan tersebut bersinar putih seperti layaknya lampu rumah.

Sinbad memberitahu Shon’Du bahwa ia yakin mereka ada di jalan yang benar. Ia percaya gempa yang mereka alami sebelumnya bukanlah gempa biasa.

Ucapan Sinbad langsung terbukti kebenarannya. City of The Dead kini ada di hadapan mereka. Terlihat ada lubang besar di langit-langit gua yang bisa menjadi jalan keluar mereka nantinya. Namun tanpa mereka sadari, di dalam salah satu bangunan yang bentuknya seperti kuil / piramida, ada seseorang yang menunggu kehadiran mereka.

Di masa lalu, di istana Baghdad. Jendral Tipu sedang bersenang-senang dengan prajuritnya di ruang istana. Ia duduk di kursi sultan sembari ditemani oleh dua orang wanita cantik. Tak lama Samelia datang membawakan anggur untuk mereka. Tak disangka ia terpeleset dan terjatuh. Hal itu membuat jendral Tipu marah dan hendak memberi pelajaran pada Samelia.

Seorang wanita berambut pirang yang sedari tadi mengawasi jendral mencegahnya. Setelah perhatian jendral Tipu teralihkan, wanita tersebut berbisik agar sang jendral ingat bahwa ia sebenarnya tidak berhak untuk duduk di kursi tersebut. Jendral Tipu terlihat sedikit panik dan tidak membantahnya.

Wilhelm turun terlebih dahulu untuk mengecek kondisi kota. Beberapa kalajengking raksasa ujug-ujug muncul dari dalam tanah. Mau tidak mau yang lain menyusul turun untuk membantunya. Bahu membahu mereka sukses membunuh kalajengking-kalajengking tersebut. Sayang salah satunya sempat menyengat Shon’Du. Osmium bertindah cepat dan langsung memeriksa kondisi Shon’Du untuk menetralisir racun kalajengking yang terlanjur masuk ke dalam tubuh Shon’Du.

Di daratan, Vu dan Old Man mendapat masalah besar. Badai gurun dahsyat datang secara tiba-tiba. Mereka pun lari pontang panting menghindarinya.

Meski tidak sepenuhnya yakin, Osmium merasa ia sudah mengeluarkan seluruh racun kalajengking yang masuk ke tubuh Shon’Du. Namun masalah tidak berhenti sampai di situ. Satu persatu pasukan tengkorak hidup bangkit dari dalam tanah. Sinbad makin yakin bahwa ada yang tahu kedatangan mereka.


Keinginan saya agar masa lalu Samelia dibahas langsung terjawab di edisi ini. Walau belum tuntas, tapi sepertinya ada hubungannya dengan difitnahnya Sinbad atas pembunuhan sultan Baghdad. Untuk masa lalu Shon’Du agak kurang jelas. Apakah itu kejadiannya jauh di masa lalu atau di waktu yang sama dengan insiden Samelia dan Sinbad. Mari kita lihat bersama nanti di edisi berikutnya.

Last modified on August 28, 2020 10:16 am

Share
Cosa Aranda

Cosa Aranda adalah blogger profesional dari kota Surabaya yang sudah berkecimpung di dunia bisnis online sejak tahun 2005. Sempat beberapa kali menjadi pembicara seminar dan mengadakan workshop pada periode tahun 2007-2010. Saat ini lebih banyak menghabiskan waktu untuk menggeluti hobi dan passionnya di bidang travelling, hiburan, serta permainan arcade. Bisa ditemui di Facebook jika ingin berkenalan.