Review Komik 1001 Arabian Nights: The Adventures of Sinbad #9 (Zenescope, 2009)

Di cerita sebelumnya, Sinbad dan kru tiba di Kairo untuk mencari artifak selanjutnya, The Crown of Anubis. Setelah berkeliling, Shon’Du mendapatkan seorang guide yang bisa menunjukkan jalan menuju City of The Dead, tempat artifak tersebut digosipkan berada. Tanpa disangka, Sinbad ternyata kenal dengan guide tersebut, Osmium. Ada hubungan apa di antara Sinbad dan Osmium? Berhasilkan mereka mendapatkan The Crown of Anubis? Simak kelanjutan petualangan mereka dalam sinopsis komik 1001 Arabian Nights: The Adventures of Sinbad #9 berikut.

Sinopsis Komik *SPOILER*

Review Komik 1001 Arabian Nights: The Adventures of Sinbad #9 (Zenescope, 2009)

The adventure continues! The search for the City of the Dead heats up as Sinbad and his band of loyal followers travel deep into the heart of Egypt to find the Crown of Anubis, the second piece of the Jericho Visor. Adding to the intrigue is Sinbad’s decision to place his trust in the mysterious tracker Osmium, a woman from his past, and her wolfhound Zawj. As always, things are never as they appear for Sinbad and his men as the deadly desert looks to claim more victims and retain its secrets.

Story: Dan Wickline & Tyler Tranguet
Art: Eduardo Ferogato
Color: Jason Embury
Letter: Crank!
Judul Edisi: Sinbad And The City of The Dead Part 2
Tanggal Rilis: April 2009

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung spoiler!

Beberapa anak buah Sinbad melakukan persiapan untuk perjalanan mereka dengan membeli unta dan persediaan makanan serta minuman di pasar. Osmium sendiri mengenakan kuda miliknya yang diklaim cukup tangguh dalam medan gurun. Tak lama Sinbad, Wilhelm, dan Samelia datang bergabung.

Sempat ada insiden kecil yang dilakukan oleh pria yang sebelumnya berkelahi dengan Vu di bar. Untungnya dengan mudah Sinbad dkk menyelesaikannya.

Dalam perjalanan Osmium menceritakan tentang City of The Dead. Kabarnya, awalnya itu adalah kota biasa yang dibangun oleh penyihir bernama Terrae Motus ratusan tahun silam. Ia sengaja membangkitkan mayat-mayat untuk menjadi penjaga kota tersebut sekaligus mengontrol penduduk kota. Tidak ada seorang pun yang berani melawan perintah Terrae Motus walau ia bertindak semena-mena. Hingga akhirnya ada pasukan yang tidak diketahui persis asalnya menyerang kota tersebut.

Di ambang kekalahan, Terrae Motus merapal sihir untuk menenggelamkan kotanya ke dalam tanah. Sejak itu kota tersebut tidak pernah lagi terlihat oleh siapa pun. Banyak orang yang mencoba mencarinya. Terlebih karena digosipkan adanya artifak Crown of Anubis yang merupakan sumber kekuatan Terrae Motus.

Karena memang tidak ada yang tahu dimana persisnya letak kota tersebut, Osmium membawa Sinbad dkk ke titik yang dipercaya banyak orang sebagai lokasi City of The Dead.

Kru kapal hendak merampok Ashcroft. Mereka yakin Ashcroft membawa banyak harta karena diperbolehkan menumpang kapal tersebut dalam waktu semalam saja sebelum berangkat. Dengan tenang, Ashcroft menyerang salah seorang yang mencoba menjadi provokator sembari menunjukkan cincin yang ia kenakan. Kru kapal lantas mundur teratur pasca melihat cincin tersebut.

Perjalanan Sinbad dkk dihadang oleh pria yang sebelumnya bertengkar dengan Vu di bar. Tidak sendiri, ia membawa puluhan pria lain bersamanya. Dengan situasi yang tidak berimbang, Sinbad dkk kewalahan menghadapi mereka. Satu demi satu berhasil tertangkap.

Pria tersebut ternyata sudah tahu bahwa yang dihadapinya adalah Sinbad. Ia mengincar bayaran yang tinggi jika berhasil menyerahkannya dalam keadaan hidup maupun mati. Mendengar pria tersebut hendak membunuh Sinbad, Samelia lepas kontrol dan mengeluarkan sihirnya. Tanah di sekitar pun bergetar hebat karenanya.

Kejadian itu membuat seluruh pengikut pria tersebut kabur ketakutan. Pria itu mencoba memanggil kembali rekan-rekannya, namun kali ini Vu tidak ambil pusing. Ia langsung membunuhnya saat itu juga agar tidak kembali berbuat ulah.

Tanpa disangka, tanah yang mereka pijak kembali bergetar hebat. Bahkan mulai terbelah. Samelia menyatakan bahwa bukan dia yang melakukannya. Usai dia berucap, muncul lubang besar di tanah. Sinbad, Shon’Du, Wilhelm, Samelia, Osmium (dan anjingnya), serta Pots terjatuh ke dalamnya. Hanya Vu yang masih bisa selamat dengan cara berpegangan pada kuda Osmium. Begitu pula dengan Old Man, yang sempat ditangkap oleh Vu sebelum terjatuh.

Vu mencoba memanggil rekan-rekannya. Tidak ada jawaban sama sekali.


Edisi ini bikin saya gagal fokus. Ketimbang cerita utamanya, saya malah jadi lebih penasaran dengan latar belakang Samelia bergabung dengan Sinbad dkk. Ia terlihat sangat berhutang budi kepadanya. Semoga saja bakal ada backstory-nya nanti di edisi lain.

OK Google, tema artikel yang berhubungan: , , ,

Reply