Pertama Kalinya Ke Game Fantasia (Sidoarjo)

Saya masih ingat pada saat Lippo Plaza Sidoarjo diresmikan sekitar 6.5 tahun yang lalu. Waktu itu saya penasaran hendak melipir ke sana, melihat-lihat seperti apa jeroannya, sekaligus membandingkan dengan perwakilan jaringan Lippo Mall lainnya yang ada di Surabaya, City of Tomorrow (CITO). Apalagi lokasinya pas berada di pintu keluar tol, sehingga cukup mudah untuk diakses dari kota pahlawan. Sayangnya, rencana hanya tinggal rencana, karena pada akhirnya saya baru bisa merealisasikannya minggu lalu.

Salah satu tenant yang ada di Lippo Plaza adalah Game Fantasia a.k.a GFan. Mereka menempati lantai UG (Upper Ground), tak jauh dari gerai Matahari dan Gramedia. Tepatnya di bagian ujung / pojokan, dengan ruangan yang membentuk huruf L.

Jika melangkah dari pintu Matahari, maka yang langsung terlihat adalah bagian counter. Seperti game center lain pada umumnya, proses pengisian saldo, penghitungan tiket, dan penukaran souvenir dilakukan di bagian ini. Kesan pertama tidak terlalu meyakinkan bagi saya. Terkesan tua dan kumuh.

Selain alat tulis dan mainan anak, terdapat pula peralatan rumah tangga dalam rak souvenir yang terpampang nyata. Rice cooker, blender, dan kompor adalah tiga di antaranya. Untuk yang disebutkan terakhir, merk Rinai, dapat ditebus dengan menukarkan 13 ribu tiket.

Sebagian besar area permainan digunakan untuk wahana bom bom car dan playground. Masing-masing berbiaya Rp 10.000,-. Sisanya digunakan untuk mesin arcade, termasuk yang berjenis ticket redemption, claw machine (capit boneka), dan video game / simulasi. Biaya bermain mulai dari Rp 2.200,- per sesi.

Sistem permainan sudah menggunakan kartu gesek prabayar. Tiket yang diperoleh, setelah digiling, jumlahnya bisa disimpan dan otomatis terakumulasi di dalam kartu, sehingga lebih praktis. Minusnya, data antar cabang masih belum bisa terkoneksi. Bahkan info terakhir dari situs resmi mereka (http://www.gamefantasia.com) menyebutkan bahwa satu kartu permainan hanya bisa digunakan di satu cabang saja. Ini berbeda dengan kebanyakan game center zaman now, dimana meskipun data antar cabang tidak terhubung, namun satu kartu bisa digunakan untuk bermain di cabang mana pun (dengan mengisi saldo di cabang tersebut).

Pada saat saya berkunjung, hampir sebagian mesin dalam kondisi mati atau error. Contohnya adalah Giant Drop, Dino Time, Circus Ball Drop, dan sebagainya. Ada pula mesin Pop It & Win di bagian depan, yang pada saat itu entah baru dirakit atau sedang direparasi. Hanya ada dua mesin gift redemption. Yang pertama adalah Wide Wide Clipper, yang memberikan hadiah boneka ukuran sedang. Sedang yang kedua adalah Triple Catcher Ice, yang memungkinkan kita untuk mencapit dan membawa pulang es krim aneka varian. Keduanya berbandrol Rp 3.600,- per sesi.

Daftar mesin permainan arcade yang tersedia di Game Fantasia cabang Lippo Plaza Sidoarjo selengkapnya bisa disimak di bawah ini, lengkap dengan biaya bermain serta informasi jackpotnya (jika ada).

Nama PermainanBiaya BermainJackpot
BlackholeRp 4.500,-350 tiket
Color RangerRp 2.500,-250 tiket
Circus Ball Drop-150 tiket
Dino Time-20 tiket
Dolphin ParadiseRp 2.500,-150 tiket
Demon HunterRp 2.200,--
Fish Hunter PlusRp 2.200,--
Giant Drop--
GalaxyRp 3.600,-40 tiket (bonus) + 200 tiket (jackpot)
Magic TicketRp 3.000,-60 tiket (bonus) + 500 tiket (mega bonus)
Ocean King 2Rp 2.200,--
Pop It & Win--
Street BasketballRp 2.200,--
Slam A WinnerRp 2.200,-30 tiket
Triple Catcher IceRp 3.600,--
UFO Attack-300 tiket
Wide Wide ClipperRp 3.600,--

Dari informasi yang saya peroleh, jaringan arcade center Game Fantasia ini lebih menyasar pelosok-pelosok daerah ketimbang kota-kota besar. Memang ada cabangnya yang berlokasi di kota Yogyakarta dan Semarang, namun sisanya eksis di kota-kota kecil seperti Jember, Mojokerto, Jombang, Tuban, Cepu, dan sebagainya. Sayang waktu dolan ke Jember tahun kemarin saya sama sekali tidak tahu tentang GFan. Gak sempat mampir deh.

OK Google, tema artikel yang berhubungan: , , ,

Reply