Menjadi Juragan Barang Bekas di Kairosoft Thrift Store Story

Nama Kairosoft memiliki tempat tersendiri di hati penggemar game simulasi maupun strategi, terutama yang berbasis mobile. Selain punya ciri khas dari segi tampilan grafis yang pixelated, mereka konsisten menghadirkan karakter-karakter mereka di hampir semua game yang mereka buat. Alhasil, saat berpindah dari satu game ke game mereka yang lain pun kita seolah masih berada dalam ‘lingkungan’ yang sama dan familiar.

Keunggulan lain dari pengembang asal Jepang ini adalah tema game yang bervariasi. Tidak melulu simulasi membangun kota yang mungkin sudah padat persaingannya, mereka punya simulasi kafe / resto, toko baju, arcade center, manajemen artis, majalah manga, surat kabar, studio film, tim olahraga, hingga jual beli barang bekas! Mantap, kan?

Yang akan kita bahas pada artikel berikut adalah yang disebut terakhir, yaitu tentang game Thrift Store Story dimana kita berperan sebagai juragan barang bekas.

Apa Itu Thrift Store Story?

Menjadi Juragan Barang Bekas di Kairosoft Thrift Store Story

Seperti disebutkan barusan, Thrift Store Story adalah game dimana kita mensimulasikan bisnis jual beli barang bekas. Dengan demikian, permainan terbagi menjadi dua. Yang pertama adalah bagaimana caranya mencari barang bekas untuk dijual kembali. Dan yang kedua adalah bagaimana menjual barang bekas tersebut ke warga kota agar kita bisa mendapatkan keuntungan berlipat ganda.

Untuk elemen permainan yang pertama, kita bisa mendapatkan barang bekas dengan cara menjelajahi kota. Semakin banyak area kota yang sudah kita jelajahi, semakin besar pula jumlah barang bekas yang bisa kita peroleh. Nominalnya memang tidak pasti, yang jelas aturan bakunya seperti itu.

Barang-barang tersebut akan otomatis dimasukkan ke dalam toko kita setiap awal minggu ke-1 dan ke-3. Di luar batas maksimal unit barang yang bisa dikirimkan untuk tiap jenisnya, kita juga bisa menentukan berapa jumlah barang maksimal yang akan dijual di toko. Fungsinya untuk meminimalisir kerugian.

Selain berdasarkan area kota yang sudah dijelajahi, aspek lain yang berpengaruh adalah dari kemampuan staff kita yang turun ke jalanan. Semakin tinggi statistiknya, semakin besar pula kemungkinan ia kembali dengan membawa banyak barang bekas.

Nah, untuk elemen yang kedua, secara umum mirip dengan game simulasi bisnis toko Kairosoft yang lain. Kita bisa menentukan produk apa yang hendak kita jual, jumlah maksimal inventori, serta jumlah rak yang kita miliki. Tentu staff yang bertugas di toko juga sangat berpengaruh terhadap performance dari toko kita secara keseluruhan.

Dalam menentukan produk yang perlu dijual, ada patokan popularitas masing-masing jenis barang di kota dimana toko kita berada. Total ada 8 kota yang bisa kita eksplorasi dengan karakteristik yang berbeda. Ada yang banyak anak kecilnya (sehingga produk mainan laku keras), ada yang kaya akan industri kayu (sehingga produk furniture acap dicari), dan lain sebagainya.

Selain kedua elemen di atas, kita punya kesempatan untuk menambah penghasilan dengan cara memasang berbagai stand kuliner dan fasilitas lain di dalam toko kita. Di antaranya ada stand donat, vending machine, mesin mainan capsule, dan mesin ATM.

Seru, ya?

Game ini tersedia dalam versi Android dan iOS.

Download versi Android: https://play.google.com/store/apps/details?id=net.kairosoft.android.recycle_ja&hl=en
Download versi iOS: https://apps.apple.com/us/app/thrift-store-story/id1160574357

Bagaimana Strategi Bermain Thrift Store Story?

Berikut ini beberapa strategi / tips / trik yang bisa diterapkan dalam bermain game Thrift Store Story dari Kairosoft:

  • Setiap area (kota) memiliki permintaan jenis produk yang berbeda. Di awal permainan dan setiap kali kita berpindah ke area baru, selalu mulai dengan mengecek jenis produk apa saja yang populer di area tersebut. Tingkat popularitas sendiri dilambangkan dengan angka antara 1 (tidak populer) sampai 5 (sangat populer).

  • Fokus isi rak toko dengan produk-produk populer. Target utama kita tidak hanya menjual produk sebanyak-banyaknya dan meraup keuntungan besar, melainkan juga menaikkan level masing-masing jenis produk. Semakin tinggi levelnya, semakin tinggi pula harga jual yang bisa kita patok. Dan salah satu cara paling jitu agar level produk bisa naik dengan cepat adalah dengan memanfaatkan popularitas produk tersebut di suatu area.

  • Jika harus menentukan di antara beberapa produk dalam jenis yang sama, pilih yang memiliki popularitas DAN wrap rate tinggi.

  • Karyawan indoor dan outdoor membutuhkan parameter yang berbeda. Untuk karyawan indoor yang berjaga di dalam toko, parameter yang utama adalah Wrapping (semakin tinggi nilainya, semakin besar potensi koin yang diperoleh saat konsumen membungkus barang) dan Charm (semakin tinggi nilainya, semakin besar potensi konsumen yang datang ke toko). Sementara untuk karyawan outdoor yang berkeliling kota, parameter utama adalah Exploration (semakin tinggi nilainya, semakin cepat eksplorasi kota bisa diselesaikan), Collection (semakin tinggi nilainya, semakin banyak pengiriman barang yang bisa dilakukan per 2 minggunya), dan Charm (semakin tinggi nilainya, semakin besar kemungkinan menemukan treasure dan semakin cepat pula dalam meningkatkan Fame).

  • Fokus untuk menyelesaikan eksplorasi area secepatnya sebelum berpindah ke Promotion. Untuk Appraise, fokus pada treasure yang berjenis Book (Red Book, Green Book, Blue Book, dll) saja. Untuk aktivitas karyawan outdoor lain (Find Treasure dan Appraise treasure selain Book) bisa dilakukan belakangan setelah tingkat Exploration dan Fame mentok.

  • Saya pribadi baru akan fokus pada Titles apabila level produk sudah mentok. Tapi teman-teman bisa juga menyelipkan usaha untuk menyelesaikan Titles kapan saja.

  • Beberapa area tidak bisa diselesaikan dalam satu kali kunjungan. Ada kalanya mentok di satu titik dan kita harus berpindah ke area lain terlebih dahulu, baru nantinya kembali ke area tersebut.

Kesimpulan

Meski menawarkan pengalaman yang unik dan berbeda sebagai seorang juragan barang bekas, secara keseluruhan Thrift Store Story sebenarnya terlihat digarap setengah hati oleh Kairosoft. Elemen-elemen permainan yang biasanya disematkan dalam game-game mereka, yang acap menghadirkan nilai replayability tinggi, sama sekali tidak ditemui dalam game ini. Satu dua kali bermain rasanya sudah bosan. Apalagi tidak banyak yang perlu kita lakukan di sini. Terlalu santuy untuk ukuran game-game Kairosoft. Atau mungkin memang sedari awal ditargetkan bagi kaum rebahan yang gak ingin menguras otak.

OK Google, tema artikel yang berhubungan: , ,

Reply