Mengenal 3 Jenis Plastik Ramah Lingkungan

Ada hal yang sangat unik di salah satu negara yang pernah saya kunjungi. Saya lupa dimana, tapi kalau tidak salah ingat di Jepang. Mohon diralat jika keliru.

Hal unik yang saya maksud adalah sulitnya saya mencari tempat sampah di area publik.

Mungkin tujuannya adalah untuk membiasakan kita agar selalu menyimpan sampah yang kita miliki, memilahnya terlebih dahulu sesuai dengan jenisnya, sebelum pada akhirnya membuang sampah-sampah tersebut ke tempat yang sudah disediakan.

Mau tidak mau selama melancong di negara tersebut saya memang menyediakan plastik khusus untuk menampung sampah sementara.

Meski awalnya merepotkan, lambat laun aktivitas tersebut menjadi kebiasaan pada saat traveling. Bersyukur bahwa sejak awal saya memang tidak hobi membuang sampah sembarangan. Sehingga tidak sulit untuk beradaptasi dengan kebiasaan yang baru.

Sampah dan Obyek Wisata

Jalan-jalan identik dengan tempat wisata. Sayangnya, di banyak tempat, tempat wisata justru identik dengan sampah.

Bukan wisata sampah, ya. Melainkan faktor kebersihan di tempat-tempat wisata yang jauh dari kata terjaga.

Selain kurangnya ketersediaan tempat sampah, juga kebiasaan kita dalam membuang sampah pada tempatnya yang belum terlatih.

Jangan heran jika kemudian di banyak tempat wisata kita dapat dengan mudah menemukan sampah-sampah berserakan. Terutama di daerah pantai.

Fenomena ini tidak hanya terjadi di Indonesia, melainkan juga di luar negeri. Walau jujurly, saya lebih sering mendapatinya di Indonesia, hehehe.

Yang kemudian menjadi masalah adalah ada sebagian jenis sampah yang tidak ramah lingkungan. Dalam arti, benda tersebut sulit untuk terurai secara alami.

Kantong plastik misalnya. Benda yang biasa kita gunakan sehari-hari ini membutuhkan waktu 10 hingga 20 tahun agar bisa terdegradasi. Kendati demikian, alih-alih kembali ke alam, plastik akan terurai menjadi mikroplastik. Sesuatu yang justru dapat mencemari lingkungan karena mampu menyerap polutan berbahaya.

Contoh lain adalah sedotan plastik. Walau sama-sama terbuat dari plastik, sedotan membutuhkan waktu hingga 200 tahun agar bisa terdegradasi secara alami. Berbahaya sekali, bukan?

Ada pula botol serta gelas plastik, yang memakan waktu hingga 450 tahun untuk kembali ke alam.

Plastik Ramah Lingkungan

Selain melatih kedisiplinan kita untuk membuang sampah pada tempatnya, atau menampung sampah sementara jika memang tidak ada tempat sampah yang tersedia, kita bisa membantu menjaga kebersihan dengan cara menggunakan kantong plastik ramah lingkungan.

Kantong plastik dari jenis tersebut tidak butuh waktu lama untuk bisa terurai secara alami. Tidak sampai dalam hitungan tahun. Cukup sekitar 3 bulan saja.

Ada 3 jenis plastik ramah lingkungan yang saat ini tersedia. Yaitu:

  1. Bioplastik

    Terbuat dari bahan alami (misal: pati jagung, jamur, selulosa, tebu, gula), bioplastik adalah plastik atau polimer yang dapat dengan mudah terdegradasi secara alamiah, baik melalui serangan mikroorganisme maupun oleh cuaca.
    Bioplastik umumnya digunakan untuk barang sekali pakai. Contohnya untuk mengemas makanan dan benda.

  2. Plastik biodegradable

    Plastik biodegradable adalah plastik yang terbuat dari bahan petrokimia tradisional yang dikombinasikan dengan bahan tambahan untuk membuatnya lebih mudah terurai. Bahan tambahan tersebut membuatnya bisa terdegradasi secara alami oleh sinar (photodegradable) dan oksigen (oxydegradable).

  3. Plastik eco

    Berbeda dengan 2 jenis plastik sebelumnya, plastik eco adalah plastik yang dibuat dari hasil daur ulang bahan-bahan plastik petrokimia untuk digunakan kembali. Pun begitu, kualitas dari plastik ramah lingkungan jenis ini lebih rendah dari bahan produk aslinya.
    Meski demikian, plastik eco umumnya bisa digunakan berulang kali.

Saat ini, kita bisa dengan mudah mendapatkan produk kantong plastik ramah lingkungan ini di aneka marketplace. Harganya pun terjangkau.

etalase plastik ramah lingkungan di marketplace

etalase plastik ramah lingkungan di marketplace

Penutup

Penggunaan plastik ramah lingkungan, apa pun itu jenisnya, bisa membantu kita dalam menjaga kesehatan alam dan lingkungan sekitar. Sampah atau limbah plastik bisa lebih cepat terurai sehingga tidak berpotensi merusak bumi.

Selain itu, kebiasaan membuang sampah pada tempatnya juga harus terus dipupuk. Terutama sejak dini. Tidak perlu sampai mengurusi orang lain, cukup dimulai dari diri kita sendiri saja.

Siap untuk bersama-sama menjaga lingkungan?

3 jenis plastik ramah lingkungan

Leave a Reply