Tentang Manga Puzzle (Kadokawa Shoten, 2007)

Ditulis oleh Yamada Yuusuke dan diilustrasikan oleh Sanbe Kei, ada manga “Puzzle” yang dipublikasikan oleh Kadokawa Shoten. Ada banyak manga dengan judul yang sama, jadi jangan sampai tertukar. Yang jelas yang satu ini punya genre misteri psikologis dengan latar anak sekolahan, tepatnya di jenjang SMP. Meski punya premis menarik, ceritanya tidak terlalu panjang. Tamat hanya dalam 8 chapter alias 2 volume saja. Penasaran seperti apa?

Sinopsis Singkat

Cover manga Puzzle volume 1

Sekelompok orang bertopeng dengan bersenjata api tiba-tiba masuk ke sebuah SMP. Anehnya, mereka hanya menyekap penghuni kelas 3-A yang merupakan kelas pilihan serta guru wali kelasnya yang bernama ibu Yasuda. Sisanya dipersilahkan untuk meninggalkan area sekolah dengan selamat.

Tidak itu saja, kelompok bertopeng tersebut memberi ultimatum pada penghuni kelas 3-A untuk menemukan 2014 kepingan puzzle (serta menyusunnya) yang sudah mereka sembunyikan di seluruh penjuru sekolah. Batas waktunya adalah 48 jam. Jika mereka tidak berhasil melakukannya, maka ibu Yasuda akan digantung sampai mati.

Karena tidak ada keharusan untuk melakukannya, sebagian besar penghuni kelas 3-A memutuskan untuk kabur dan meninggalkan sekolah. Hanya tersisa 7 orang saja. Yuasa Kasumi (ranking 1), Otaka Masaki (ranking 2), Nagano Kuniko (ranking 3), Tanno Tetsuya (ranking 5), Nakamura Azusa (ranking 7), Masutani Kensuke (ranking 8), dan Umezaki Tsutomu (ranking 12). Kini mereka harus berjuang untuk mengumpulkan puzzle-puzzle tersebut sembari berusaha untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi di balik semua kejadian itu.

Review Singkat

Manga ini bikin geregetan sekaligus penasaran. Geregetan karena bagi saya premisnya benar-benar menarik. Penasaran karena scanlatenya hanya tersedia sampai chapter 3 saja. Jadi meski sudah lama dipublikasikan, sampai sekarang saya tidak tahu seperti apa ending ceritanya.

Dari tiga chapter pertama yang saya baca, bisa dibilang manga ini bukan untuk semua orang. Sisi psikologisnya benar-benar terasa. Tidak sedikit kutipan-kutipan dari drama atau tokoh filsafat yang diselipkan dalam dialog. Harus meluangkan waktu untuk membaca dengan detil dan berpikir jika ingin mendalami ceritanya.

Seandainya latar karakter adalah siswa siswi SMP biasa mungkin cerita menjadi tidak masuk akal. Untungnya Yamada Yuusuke tidak blunder dan memilih menggunakan murid-murid kelas unggulan sebagai ‘pemain’ utamanya. Dengan demikian, terlihat wajar saat (sebagian dari) mereka tetap bisa bersikap tenang dalam menghadapi peristiwa tersebut, serta berusaha untuk memecahkan misteri yang ada sembari menyelesaikan tugas dari para penjahat bertopeng.

Di sisi lain, yang sepertinya bikin lebih banyak orang lagi malas membacanya, adegan buka-bukaannya terlalu lebai. Memang hanya karakter bu guru saja yang ‘ditelanjangi’ oleh si pengarang, namun tetap saja, terlihat berlebihan dan sekedar ingin menarik pembaca yang hobi lihat gambar begituan. Saya memang tidak 100% anti dengan gambar ecchi. Tapi setidaknya dijejalkan dengan cara yang elegan dan sesuai dengan alur cerita. Seperti pada “Let’s Lagoon” misalnya.


Dengan mengabaikan unsur ecchi yang belebihan, sebenarnya saya sangat merekomendasikan manga ini bagi para pecinta genre misteri dengan latar anak sekolah. Namun karena versi scanlate berbahasa Inggris-nya juga belum tersedia secara lengkap, sepertinya harus ditunda dulu rencana membacanya, hehehe.

OK Google, tema artikel yang berhubungan: , ,

Reply