Kamus Bahasa Semarang Lengkap

Meski sudah berkali-kali ke Semarang, termasuk ketemuan dengan teman-teman yang asli warga kota tersebut, saya baru tahu beberapa bulan terakhir kalau kota ini (dan sekitarnya) punya bahasa daerahnya sendiri, bahasa Semarang atau disebut juga Semarangan. Maka jadilah artikel ini sebagai pembuka seri tulisan Kamus Bahasa Season 2 di situs Curcol.Co. Siapa tahu bermanfaat bagi yang ingin tinggal di sana dalam jangka waktu lama. Atau setidaknya untuk sekedar menambah pengetahuan, hehehe.

Sekilas Kota Semarang

Lambang kota

Kota Semarang adalah ibukota Provinsi Jawa Tengah. Luas wilayahnya yang mencapai 373,78 km2 menjadikannya sebagai kota metropolitan terbesar kelima di Indonesia setelah Jakarta, Surabaya, Medan, dan Bandung. Data terbaru di tahun 2019 menyatakan bahwa jumlah penduduk kota yang berbatasan dengan Laut Jawa (utara), kabupaten Demak (timur), kabupaten Semarang (selatan), dan kabupaten Kendal (barat) ini adalah 1.6 juta jiwa dengan tingkat kepadatan penduduk 4.469/km2. Mayoritas beragama Islam.

Kontur wilayah yang berbukit-bukit membuat kota Semarang secara geografis terbagi menjadi dua, yaitu Kota Atas dan Kota Bawah. Kota Atas meliputi daerah Kecamatan Banyumanik, Gajahmungkur, Tembalang, Mijen, Banyumanik, Gunung Pati, dan Ngaliyan. Sedang kota Bawah meliputi Kecamatan Semarang Tengah, Semarang Barat, Semarang Utara, Semarang Timur, Semarang Selatan, Tugu, Genuk, Gayamsari, dan Pedurungan.

Nama “Semarang” sendiri, secara etimologis, berasal dari kata “sem” dan “arang”. Kata pertama berarti “asam” atau “pohon asam”, sementara kata kedua berarti “jarang”. Jika digabungkan maka bisa dimaknai sebagai “wilayah dengan pohon asam yang jarang”. Asal mulanya adalah ketika Ki Ageng Pandanaran I datang ke pulau Tirang di dekat pelabuhan Bergota. Di sana ia melihat adanya pohon-pohon asam yang tumbuh berjarak satu sama lain (jarang jarang). Nama ini sempat berubah menjadi “Samarang” di masa kolonialisme Hindia – Belanda.

Pembagian Wilayah

Secara umum wilayah kota Semarang dapat dibagi menjadi 5, yaitu:

  • Wilayah Semarang Pusat, mencakup seluruh kecamatan Semarang Tengah, Semarang Selatan, sisi selatan kecamatan Semarang Timur, sisi utara kecamatan Gajahmungkur, dan sisi utara kecamatan Candirsari.
  • Wilayah Semarang Utara, mencakup seluruh kecamatan Semarang Utara, sisi utara kecamatan Semarang Timur, sisi utara kecamatan Gayamsari, dan sisi barat serta utara kecamatan Genuk.
  • Wilayah Semarang Timur, mencakup seluruh kecamatan Pedurungan, sisi selatan kecamatan Gayamsari, sisi utara kecamatan Tembalang, dan sisi selatan serta timur kecamatan Genuk.
  • Wilayah Semarang Barat, mencakup seluruh kecamatan Semarang Barat, Ngaliyan, Mijen, dan Tugu.
  • Wilayah Semarang Selatan mencakup seluruh kecamatan Banyumanik, Gunungpati, sisi selatan kecamatan Tembalang, sisi selatan kecamatan Candisari, sisi selatan kecamatan Gajahmungkur.

Kendati demikian, berbeda dengan kota-kota lainnya di Indonesia, pembagian wilayah di atas tidak bersifat mengikat secara administratif. Penyebutannya acap digunakan untuk mengetahui letaknya, secara relatif, dari pusat kota saja.

Sementara itu, secara yuridis kota ini terbagi menjadi 16 wilayah administratif kecamatan dan 177 wilayah administratif kelurahan. Berikut daftar kecamatan dan kelurahan yang ada di kota Semarang.

KecamatanKelurahan
BanyumanikPudakpayung, Gedawang, Jabungan, Padangsari, Banyumanik, Srondol Wetan, Pedalangan, Sumurboto, Srondol Kulon, Tinjomoyo, Ngesrep
CandisariCandi, Jatingaleh, Jomblang, Kaliwiru, Karanganyargunung, Tegalsari, Wonotingal
GajahmungkurBendanduwur, Bendanngisor, Bendungan, Gajahmungkur, Karangrejo, Lempongsari, Petompon, Sampangan
GayamsariGayamsari, Kaligawe, Pandean Lamper, Sambirejo, Sawah Besar, Siwalan, Tambakrejo
GenukBangetayu Kulon, Bangetayu Wetan, Banjardowo, Gebangsari, Genuksari, Karangroto, Kudu, Muktiharjo Lor, Penggaron Lor, Sembungharjo, Terboyo Kulon, Terboyo Wetan, Trimulyo
GunungpatiCepoko, Gunungpati, Jatirejo, Kalisegoro, Kandri, Mangunsari, Ngijo, Nongkosawit, Pakintelan, Patemon, Plalangan, Pongangan, Sadeng, Sekaran, Sukorejo, Sumurejo
MijenCangkiran, Bubakan, Jatibarang, Jatisari, Karangmalang, Kedungpane, Mijen, Ngadirgo, Pesantren, Polaman, Purwosari, Tambangan, Wonolopo, Wonoplumbon,
NgaliyanBambankerep, Beringin, Gondoriyo, Kalipancur, Ngaliyan, Podorejo, Purwoyoso, Tambak Aji, Wonosari
PedurunganGemah, Kalicari, Muktiharjo Kidul, Palebon, Pedurungan Kidul, Pedurungan Lor, Pedurungan Tengah, Penggaron Kidul, Plamongan Sari, Tlogomulyo, Tlogosari Kulon, Tlogosari Wetan,
Semarang BaratBojongsalaman, Bongsari, Cabean, Gisikdrono, Kalibanteng Kidul, Kalibanteng Kulon, Karangayu, Kembangarum, Krapyak, Krobokan, Manyaran, Ngemplaksimongan, Salamanmloyo, Tambakharjo, Tawangmas, Tawangsari
Semarang Selatan /Barusari, Bulustalan, Lamper Kidul, Lamper Lor, Lamper Tengah, Mugassari, Peterongan, Pleburan, Randusari, Wonodri
Semarang TengahBangunharjo, Brumbungan, Gabahan, Jagalan, Karangkidul, Kauman, Kembangsari, Kranggan, Miroto, Pandansari, Pekunden, Pendrikan Kidul, Pendrikan Lor, Purwodinatan, Sekayu
Semarang Timur / Semarang WétanBugangan, Karangtempel, Karangturi, Kebonagung, Kemijen, Mlatibaru, Mlatiharjo, Rejomulyo, Rejosari, Sarirejo, Bandarharjo
Semarang Utara / Semarang LorLor, Dadapsari, Kuningan, Panggung Kidul, Panggung Lor, Plombokan, Purwosari, Tanjungmas
TembalangBulusan, Jangli, Kedungmundu, Kramas, Mangunharjo, Meteseh, Rowosari, Sambiroto, Sendangguwo, Sendangmulyo, Tandang, Tembalang
TuguJerakan, Karanganyar, Mangkang Kulon, Mangkang Wetan, Mangunharjo, Randu Garut, Tugurejo

Bahasa Jawa Semarang

Bahasa Jawa Semarang adalah sebuah dialek bahasa Jawa yang digunakan di Karisedanan Semarang. Sekilas tidak jauh berbeda dengan di daerah lainnya di pulau Jawa, khususnya area Jawa Tengah dan Jawa Timur. Hanya sebagian saja yang mengalami ‘modifikasi’, baik dari segi arti maupun penggunaan sehari-hari. Ini yang lantas disebut sebagai bahasa Semarangan.

Sebagai contoh, kata “ora” atau “ra” dalam bahasa Jawa yang berarti “tidak” dalam dialek Semarangan berubah menjadi “orak” atau “rak”. Contoh lain, frase “yo ora” yang berarti “ya tidak” berubah menjadi “yo orak too”. Ada juga “kuwi ugo” yang berarti “itu juga” yang berubah menjadi “kuwi barang”.

Sama halnya dengan beberapa wilayah lain di Jawa, dialek Semarangan punya kata-kata khas yang sering diucapkan dan menjadi pembeda. Seperti “piye jal?” (bagaimana coba?), “apik ik” (bagus sekali), “he’e” (iya), dan lain-lain.

Bahasa Prokem Semarang

Bahasa prokem Semarang pada dasarnya memiliki konsep yang sama dengan bahasa walikan Malang, dimana tatanan huruf yang ada dipindah urutannya. Yang membedakan, bukan urutan hurufnya yang dibalik begitu saja, melainkan berdasarkan tabel aksara Jawa.

Perhatikan gambar berikut.

Tabel aksara Jawa

Keduapuluh aksara Jawa di atas dibagi menjadi dua kelompok. Sepuluh pertama dibaca sesuai urutan, sedang sisanya dibaca terbalik. Dua deret tersebut lantas disusun dalam dua baris. Setelah itu, masing-masing huruf konsonan pada kata baku bahasa Jawa ditukar dengan huruf dari baris yang berlawan. Untuk huruf vokal sendiri diabaikan / dibiarkan sesuai aslinya.

Dengan mengaplikasikan rumus di atas, maka urutannya menjadi sebagai berikut:

12345678910
hanacarakadatasawala
ngathabagamanyayajadhapa

Lalu bagaimana cara mengubah kata baku menjadi bahasa prokem? Berikut contohnya.

Bahasa Jawa bakuBahasa Prokem Semarang
bapak (ba + pa + k)ba->ca + pa->la + k->m = calam
mangan (ma + nga + n)ma->ka + nga->ha + n->th = kahath
turu (tu + ru)tu->yu + ru->gu = yugu

Gampang, kan? Tinggal dicari saja padanan hurufnya dari tabel di atas. Jika huruf baku ada di baris 1, berarti huruf prokemnya ada di baris 2 pada kolom yang sama. Begitu pula sebaliknya.

Kamus Bahasa Semarang

Berikut ini kumpulan kata-kata dalam bahasa Semarang, baik yang merupakan bahasa Semarangan asli maupun bahasa prokem (yang umum digunakan sehari-hari), beserta arti dan maknanya dalam bahasa Indonesia. Kamus bahasa Semarang lengkap ini kami susun dari berbagai sumber terpercaya, namun tidak menutup kemungkinan adanya kekeliruan atau kesalahan dalam penyusunannya. Jadi, jangan sungkan-sungkan untuk mengoreksinya melalui kolom komentar yang ada di bawah, ya. Begitu pula jika ada kata-kata lain yang perlu untuk ditambahkan. Cuss diinfokan di bawah.

Kata SemaranganArtinya
Aeng-aengbanyak maunya
Alemanmanja
Ambungcium
Amehakan, mau, hampir
Asem ki, asem ikumpatan tentang sesuatu yang tidak diharapkan
Atisdingin untuk minuman atau sejuk untuk hawa
Atoskeras (benda), sinis (omongan)
Badhekbau tidak sedap
Bahorang / cah
Bajindulungkapan kesal khas semarang
Bak-bukimpas
Balanganrombengan / bekas
Bangerbau tidak sedap seperti bau amis/ sampah
Beitangga siku / tangga yang asa kakinya
Bekah-bekuhmengeluh
Belgedesungkapan kesal khas semarang
Bentengansejenis permainan kejar-kejaran anak, di daerah lain ada yang bernama jek-jekan
Benthiksejenis permainan anak, di daerah lain ada yang menamakannya pathil lele
Blaiksuatu ungkapan tentang kekagetan
Blanggemubi goreng
Blasakkesasar, sesat
Blumbangjurang
Blusukungkapan kesal khas semarang
Bobortidak laku
Bongkrektempe basi
Boro-borojangankan
Breidewasa
Brom pitsepeda motor
Cahbocah, pangilan khas semarang
Caklambapak
Camakemak, ibu
Carselesai, bar
Ceng ceng posahabat kental
Ciakmakan
Ciamikhebat, keren, bagus
Ciblekcilik-cilik betah melek, istilah untuk kupu-kupu malam abg
Coa-coamenggosip, ngomong membesarkan/ menyebarkan isu atau fitnah
Coangomong besar
Congyangsejenis minuman keras khas semarang
Corosuami / istri
Damutiup
Dapuranungkapan kasar pada kelakuan orang
Datsusejenis angkutan kota, aslinya merupakan kependekn dari merk kendaraan daihatsu
Deknendia
Demitsetan / hantu
Denokmbak, gadis dewasa
Denyomperempuan, gadis, kekasih wanita
Dhituang
Dikedhukdiaduk
Dilimpedibantai/ dihajar
Dissudah
Ditekak-tekukdiperbaiki dengan berbagai cara
Dlongopmelamun
Dolputus/rusak
Dudukangalian
Enggok-enggokantikungan
Gacukandalan, modal
Galapbalap, pit galap = sepeda balap
Galipreman pasar
Gamdho, gomdhebanyak uang
Gamjet, gomjetbokek
Gamtidak, rak
Gathiberani
Gembengorang yang suka menangis/ tidak berani
Gemblekselingkuhan
Genjotmengayuh, bisa juga berkonotasi lain seperti digenjot = dipukuli tanpa ampun
Genthoorang yang memegang suatu kawasan.
Gerangdewasa
Gethesini
Gilo-gilopenjual aneka jajanan pasar yang didorong dengan gerobak dorong.
Githikdipukul
Gojek, gojekanbercanda
Gombal mukiyongomong gombal alias bohong
Gomomrokok
Gondesgeblek (lebih halus dari goblog), kepala batu / keras kepala
Gothekperahu
Gothosana
Grak-grekberbuat macam macam
Grapyakmudah bergaul
Gressmasih baru
Growangberlubang
Gundul pecengissejenis hantu yang menyerupai potongan kepala manusia yang sedang meringis
Gungbelum
He ehiya atau mengiyakan
Ikakhiran yang menegaskan tentang sesuatu
Ijikmasih
Ita-ituberbuat macam macam
Itir-itir
Iwakikan
Jadwalsandal
Janungkapan kesal
Jarekatanya
Jarkedibiarkan
Jeblogberlumpur atau jelek (nilai)
Jebulepadahal
Jejumbesok
Jelayusepatu
Jembetpenakut, tidak berani
Jemopahsekolah
Jemdulu
Jeng-jengjalan-jalan
Jessemacam toss, khas semarang
Jethengsenang
Jetuang
Jikukmengambil sesuatu
Jilummengambil sesuatu
Jipehmeminjam
Jipunganpermainan petak umpat
Jirihpenakut, tidak berani
Jogjigkendaraan untuk menghaluskan jalan yang sedang diaspal
Jolosiapa
Jonpanggilan khas
Jujupayudara
Jumehkaya
Juthatkhitan, sunat
Kacungpembantu
Kahatmakan
Kahitbermain kartu
Kakeanesemacam makian
Kalirenkelaparan
Kamsokata makian untuk membodohkan seseorang, serupa 'ndeso'
Kandani oktanggapan mengiyakan ungkapan orang lain
Kangkrenganeversi halus dari 'kakeane'
Kapirankelaparan
Kasbang / mas, panggilan atau sapaan akrab
Katutterbawa
Kayimati
Keblondrokmembeli sesuatu tapi tidak sesuai harapan
Keceliktertipu
Keiberi, kasih
Kelebonkemasukkan
Kemakisombong, besar kepala
Kemayuungkapan bagi perempuan yang suka bergaya
Kementussombong, besar kepala
Kemlinthitengil, nakal, nyebelin
Kemplingmengkilap, seperti baru
Kenangmas, perjaka dewasa
Kenthipjauh banget, mabuk
Keplekmain kartu
Kesuwenkelamaan
Ketar-ketirwaswas, khawatir
Kiyemengandung
Klamujalan
Klowortidak rapi
Kolirmiskin, tidak bisa makan
Komblepelacur
Konanganketahuan, dipergoki
Kongkownongkrong
Kopenterpelihara
Koplakgoblok, bodoh
Koprossebutan bagi orang yang berpenampilan urakan / tidak rapi
Kopyorpecah
Kota-kotajalan-jalan ke kota
Koyabanyak omong tapi tidak berani berbuat seperti yang diomongkan
Koyorkendaraan roda 2
Krenyehkualitas rendah untuk suatu barang, bisa disamakan dengan ecek-ecek
Kukuttutup jualan
Kupehkembali
Lautanistirahat jam 12 siang buat pekerja
Leda-ledesama halnya grakgrek atau ita-itu
Lepekmangga
Lhaungkapan khas semarang, biasanya mengawali perkataan
Lhebhebat dan ok, kadang ditekankan jadi lheb ghodek
Lib / cupmengincar (ngecing) sesuatu
Liksebutan bagi orang yang berjualan
Lungsettidak rapi (belum digosok)
Luwehlebih, biar
Madanimenyamakan
Madhetmenikah
Magatekarate
Mbatikmenyalin, dalam hal ini pekerjaan rumah (pr), sebelum jam pelajaran mulai
Mbelingnakal, bandel
Mbengokteriak
Mberungmarah
Mbesengekungkapan kesal
Mboisbergaya sok, gembagus
Mbojopacaran
Mbuhtidak tau
Megomberpenyakit kulit
Memiberi
Mentukeluar
Mersobekerja
Mlencingmengambil barang orang tanpa bayar
Mlengsemeleset atau tidak tepat sasaran
Mlocot, mlonyotluka bakar, namun biasa digunakan sebagai kata makian
Mociminum wedang poci, bisa juga berkonotasi negatif
Modharhancur (kasar)
Modhekamu
Molomberpenyakit telinga
Mudhiitu
Mudunsebutan orang yang tinggal di candi, banyumanik, maupun srondol yang mau ke kota
Munggahsuatu sebutan untuk menyatakan tujuan ke kota atas, seperti srondol, ngesrep dan banyumanik.
Namatkemengamati, melihat dengan seksama
Namingnamun
Nassemacam pause atau time out untuk permainan anak-anak
Ndahosohor/ termasyur
Ndak iyaapa iya
Ndaskepala
Ndasapaan khas semarang, penghalusan dari ndes
Ndesitkata halus dari kata umpatan ndeso, berarti kampungan atau tidak punya sopan santun
Ndessapaan khas semarang, singkatan dari gondes
Ndobolkurang lebih sama seperti gombal mukiyo, tapi lebih kasar
Ndolorberakal
Ndoyong a jongsikap ndoyong yang diperagakan ala suhu a jong, jago kungfu jaman dulu dari semarang
Ndoyongsesuatu yang miring atau tidak stabil, rawan jatuh. Bisa untuk orang (karena mabuk), atau benda.
Ndrawasimengkhawatirkan
Ndredeggemetar, berdebar debar
Ndulsapaan seperti halnya ndes
Necisberpakaian rapi
Ngagelmau, hendak
Ngamehbanyak
Ngarahkumenurut pendapat saya
Ngasiungkapan khas "jo ngasi"
Ngathamanak
Ngecemengejek
Ngekektertawa terbahak-bahak
Ngelehlapar
Ngengkrenganperkiraan biaya
Ngentos, ngenthosmenunggu lama sekali
Ngepekmencontek
Ngepermerasa rendah
Ngerekmengangkat, menarik ke atas
Ngernyitahu
Ngethamenak
Nggamblehngomong tong kosong tapi sampai berbusa-busa
Nggambusomong kosong, nggedabrus atau bohong
Nggaplekikata makian, kampungan
Nggasruhngawur
Nggataki, nggathakisama dengan nggambus (berbohong)
Nggatelimenyebalkan
Nggedebusomong kosong atau jagoan omong kosong
Nggenderangetop, terkenal
Nggondukgondok, dongkol
Nggragasrakus
Nggregespanas dingin
Ngicukibu
Ngijobisa
Ngimiini
Ngincimmengancam
Ngingukmelihat
Ngirassuka jajan
Ngiyumdapat
Nglayapkeluar rumah jalan jalan
Ngobrokbuang air besar di celana
Ngoceminum
Ngoceminum, tapi lebih dikonotasikan untuk minuman keras
Ngokahrumah
Ngokongbicara
Ngoloapa
Ngothekbicara lantang, ngothek-ngothek
Ngreyenmencoba sesuatu yang baru
Njedulmuncul
Njemblingbuncit
Njeplakasal ngomong
Njlimetrumit
Ntesbarusan
Nunumbersetubuh
Nyamarimengkhawatirkan
Nyamaritidak terlihat jelas dalam konotasi sesuatu yang berbahaya
Nyebahimenjengkelkan
Nyegrikbersikap tidak menyenangkan
Nyelenehtidak sesuai aturan / kebiasaan
Nyetutmengambil barang orang tanpa ijin
Okakhiran untuk menegaskan sesuatu yang telah dilakukan
Otomong tok, hanya bicara tapi tidak bisa melakukan
Paksapaan khas semarang, singkatan dari bapak. Bisa digunakan untuk menghormati teman akrab dan menganggap diri sama-sama dewasa
Pathanglaki-laki, cowok
Pating tlecekungkapan untuk sesuatu yang jumlahnya banyak
Patiyaterlalu
Pecerenair kotor / got
Pedhotputus atau kalah bersaing
Pekokbodoh
Pemespisau silet
Petengsengbanyak polah
Pit kebosepeda onthel yang sudah tua
Piye jalbagaimana coba
Plengehorang yang tidak bisa apa apa
Plinteng, plinthengketapel
Pongkringgering, kurus
Potnyepsk
Precilkecil
Prekceletukan untuk dibiarkan
Puhopergi
Rjjrak jak jak, tidak ajak ajak
Rwrica waung / rica anjing
Ra mangtidak usah
Rak wismempermudah masalah
Ratanjalan raya
Reka rekaepura-puranya
Rempondikeroyok
Repeksenang
Retimengerti
Rewo-reworamai ramai, bersama-sama
Rodomembawa
Ropemmencari
Ruwibesar
Sak-sakesembarangan
Sakbajeksangat banyak
Sakjoseungkapan yang berarti 'paling'
Salikaya
Sangarmenakutkan
Sanggongmenunggu
Sarakkekarena
Sebeh semehbapak dan ibu
Sebeh, sebehanilmu hitam, jimat
Sejehanya itu
Semawissebutan halus untuk kota semarang
Semokseksi dan montok
Semprulungkapan rasa kesal
Senepungkapan tidak suka pada orang lain
Sengakberbau apek, ketus
Sengitungkapan benci pada sesorang
Senthetretak, tidak waras
Shonjimantra
Sikimbelati
Silirsejuk karena angin
Singsotbersiul
Songsrogerobak dorong
Sontoloyoungkapan rasa kesal pada sesorang
Stel kendhopelan pelan
Stinkelereng, stinan = bermain kelereng
Stutsabuk
Suk suk pengsejenis permainan anak
Surunganminuman penghantar makanan, biasanya berkonotasi pada minuman keras
Tekkeberarti 'utekke' atau otaknya, sesuatu yang tidak masuk akal untuk dilakukan
Temangsangnyangkut
Teputipu, berkata bohong
Tesetekke versi halus
Thetek bengekberbagai macamnya
Tho yasama dengan 'dong' dalam dialek betawi
Thokcap / stempel
Tikelkelipatan
Tingnyikemana
Tokhanya
Trek-trekankebut kebutan
Tumplek blegsemua bercampur jadi satu
Ududmerokok
Ujug-ujugtiba-tiba
Ujung-ujungkeliling bersilaturahmi
Umbulmainan gambar dari semacam kertas karton yang cara mainnya dilempar ke atas
Undha-undhihampir sama
Urunikut serta
Usummusim
Wagusesuatu yang dianggap tidak oke dan cenderung katrok
Walahaduh
Waunganjing
Wedhus balapsama seperti waung (anjing)
Yemhabis
Yistosingkatan dari yo wis to (ya sudah kan)
Yugumalat kelamin perempuan
OK Google, tema artikel yang berhubungan: , ,

Reply