Kamus Bahasa Medan Lengkap

Sebelum masuk ke pembahasan utama mengenai Kamus Bahasa Medan, izinkan saya sedikit bercerita. Dulu saya selalu merasa bahwa daerah-daerah di pulau Sumatera punya suasana yang jauh berbeda dengan di pulau Jawa. Entah mengapa, niat untuk menetap sementara di kota Medan, ibukota provinsi Sumatera Utara, lantas menjadi yang terbersit di hati. Yah, setidaknya ngekos 2-3 bulan lah. Tapi setelah tahun lalu menyempatkan diri untuk traveling ke beberapa tempat di Sumatera bagian utara, salah satunya Medan, niat saya sirna. Bukan karena tidak betah. Justru sebaliknya, saya malah merasa kota tersebut tidak jauh berbeda dengan domisili saya saat ini, Surabaya. Dari vibe-nya ya, bukan dari look-nya.

Sekilas Kota Medan

lambang kota medan

Dengan luas wilayah mencapai 265,10 km2, Medan adalah kota terbesar di luar pulau Jawa sekaligus kota terbesar ketiga di Indonesia setelah Jakarta dan Surabaya. Ini sesuai dengan arti kata Medan itu sendiri, yang berasal dari bahasa Tamil Maidhan atau Maidhanam yang bermakna tanah lapang atau tempat yang luas. Sebagai gerbang masuk wilayah Indonesia bagian barat, kota memiliki hari jadi pada tanggal 1 Juli 1590 ini sudah mengintegrasikan bandara mereka, Bandar Udara Internasional Kuala Namu, dengan jalur kereta api. Bahkan sebelum Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta melakukannya.

Menurut data sensus pada tahun 2018, jumlah penduduk kota Medan adalah sejumlah 2.264.145 jiwa. Mayoritas beragama Islam (64%) dan Kristen (26%) dengan etnis Melayu, Jawa, Tionghoa, serta Mandailing yang mendominasi. Sementara secara geografis, batas wilayah administratifnya adalah Selat Malaka di bagian utara serta Kabupaten Deli Serdang di bagian lain. Terdapat 21 kecamatan dan 151 kelurahan di kota yang pada saat artikel ini ditulis dipimpin oleh Akhyar Nasution, Plt.

Bagaimana dengan bahasa percakapan yang digunakan sehari-hari? Ternyata Medan memiliki logat dan bahasa sendiri yang bisa dibilang merupakan campuran atau gabungan dari bahasa-bahasa lain yang ada di Sumatera Utara, termasuk Batak dan Melayu. Kata-kata dalam bahasa Medan serta terjemahannya inilah yang nanti akan kita bahas secara detil di artikel ini.

Pariwisata di Medan

Sebagai penggemar arsitektur tua dan bersejarah, kota Medan memberikan kepuasan tersendiri bagi saya. Banyak bangunan semacam itu di sana. Seperti bangunan Gedung Balai Kota lama, Kantor Pos Medan, Menara Air Tirtanadi, Titi Gantung, Bank Indonesia, Gedung London Sumatra dan bangunan tua di daerah Kesawan. Sebagian di antaranya kental dengan urusan sejarah. Sebut saja Istana Maimun, Masjid Raya Medan, Masjid Raya Al Osmani, dan rumah Tjong A Fie di kawasan Jl. Jend. Ahmad Yani.

Apabila teman-teman suka dengan museum dan binatang, pastikan untuk berkunjung ke Rahmat International Wildlife Museum & Gallery. Tiket masuknya memang agak lumayan, tapi pengalaman yang didapatkan cukup berkesan. Tidak ada salahnya juga untuk meluangkan waktu ke Vihara Gunung Timur atau Gunung Timur Temple yang berada tidak jauh dari museum tersebut. Gunung Timur merupakan kelenteng (taoisme) terbesar di Indonesia yang dibangun pada tahun 1962. Banyak ornamen-ornamen menarik yang bisa ditemui di sana. Tapi datangnya jangan pada saat ada upacara ibadah ya, hehehe.

Kamus Bahasa Medan Lengkap

Di bawah ini adalah tabel atau daftar kata-kata dalam bahasa Medan sehari-hari beserta terjemahannya dalam bahasa Indonesia. Kamus ini saya susun berdasarkan sumber-sumber referensi yang terpercaya. Pun begitu, tidak menutup kemungkinan adanya kesalahan atau kekeliruan, baik dalam penulisan (typo) maupun makna. Silahkan untuk tidak ragu menginformasikannya kepada saya melalui form komentar yang ada di bawah jika memang terjadi hal semacam itu. Termasuk juga jika ada kata maupun frase lain dalam bahasa Medan yang perlu disertakan.

Bahaa Medan Bahasa Indonesia
AS (baca A Es) Ajo Sukarame, panggilan buat pembuat sepatu yang banyak berasal dari suku Minang dan menetap di kawasan Sukarame
Aci boleh… nggak/mana aci (nggak boleh…)
Ajang Ambe kepentinganku
Alamak celetukan; berasal dari Alah Mak
Alip berondok petak umpet
Alip cendong / benteng permainan menjaga tiang, sementara lawan berusaha menyentuh tiang tersebut, sambil menghindari kejaran para penjaganya
Alip permainan
Ambal sajadah
Anak muda jagoan, aktor pemeran utama
Angek panas, iri, cemburu, nggak suka
Anggar sok jago
Apek panggilan buat lelaki Tionghoa yang sudah tua.
Atrek / Atret mundur
Awak aku, saya; bisa juga kamu
B1 biang
B2 babi
BK plat kendaraan bermotor (contoh: "BK motor kau berapa?")
BPK babi panggang karo
Babon besar
Bacul
Bagudung tikus tanah
Balek balik
Balen minta
Baling/Baleng rusak, ada yang tidak beres
Bang panggilan umum buat lelaki yang lebih tua; adzan
Bante bantai
Batu locak sejenis permainan dengan batu pipih dengan kelereng atau benda bulat kecil lainnya. Si kalah berusaha melempar kelereng atau bolanya ke dalam lubang sasaran, sementara pemain lainnya berusaha menjauhkan bola itu, atau setidaknya melempar melampaui bola, agar tidak kalah.
Bedangkik hitung-hitungan, pelit
Bedogol bego
Begadang; kerupuk begadang sejenis kerupuk yang berwarna coklat, biasanya berbentuk segi empat
Belacan terasi
Bendol benjol
Bengap babak belur
Berantam / Berantuk berkelahi
Bereng melirik tajam (contoh: "Alamak, diberengnya kita")
Berhanyut pergi ke hulu sungai, lalu menyusuri aliran sungai dengan berenang atau menggunakan pelampung dari ban dalam bekas (contoh "Kami beranyut dari Gedong Johor sampai ke Polonia")
Berondok bersembunyi; ngumpet
Berselemak belepotan
Bocor alus agak gila
Bolong lobang
Bonbon / Bombon permen
Buka Dasar penglaris
Cakap ngomong, berbicara
Cak coba
Caper main guli
Cari angin keluar (rumah atau ruangan) untuk bersantai, refreshing
Cekot julukan buat orang yang lengannya cacat, tidak bisa diluruskan
Celat cadel (nggak bisa bilang r)
Celit pelit
Cem / Cam seperti, macam, kayak, biasa dipadukan dengan kata "mana" (cem mana)
Cendek plesetan dari pendek, dangkal / cetek
Cengkunek lagak, omong kosong
Cengkunek tingkah
Ceret tempat air dari aluminium, teko besar
Cincai bisa diatur
Cincong omong, alasan
Congor mulut (kasar)
Cop ucapan sebagai pertanda minta rehat / istirahat dulu; isyarat memilih lebih dulu
Cuak penakut
Cuak penakut
Dekak-dekak abacus, alat hitung Cina dari jajaran kayu (biasanya 10 baris) yang masing-masing jajar terdiri atas 10 bola sebagai satuan hitung
Deking beking
Delo pincang
Demon demonstrasi / demo; hebat, gaya
Dongok / dogol bodoh, pandir
Doorsmeer istilah untuk tempat yang menyediakan layanan cuci mobil/motor
Ecek / Ecek-ecek pura-pura
Enceng selesai, habis; berhenti
Estra maksudnya ekstra, preview film di televisi atau bioskop
Gacok / Gacuk benda yang diandalkan dalam permainan
Gelek julukan orang yang matanya setengah redup, biasanya karena menggunakan narkoba/mabuk
Gacok jagoannya
Gaprak hantam kaki dalam sepakbola atau permainan
Gecor besar mulut, ga bisa menyimpan rahasia
Gedabak besar
Gelasan benang untuk adu layangan, biasanya dicampur dengan ramuan khusus getah plus beling dihaluskan
Gelut berkelahi
Gerepes geripis, gigi yang hancur atau terkikis karena banyak makan makanan manis
Gerot akronim dari geger otak; merujuk pada orang yang tingkahnya aneh, gila
Getek genit
Getek ukang goda perempuan / anak gadis
Gobi ikan kecil yang hidup di got / parit (Lebistes reticulatus)
Golek-golek berbaring-baring santai; tidur ayam
Goni botot julukan buat penjual atau pembeli barang-barang bekas yang berkeliling kampung
Goplah adu kartu
Gosokan setrikaan
Gosok setrika
Guli kelereng
Gumarapus merujuk tokoh komik di harian Waspada, ditujukan pada orang yang gayanya sembrono, slenge'an
Hajab hancur
Hambus pergi, jauh-jauh
Honda sepeda motor
Hubar-habir berantakan, acak-acakan, idem
Ikan laga ikan cupang / ikan aduan (Beta splendens)
Jaga telor julukan bagi orang yang bermain (petak umpet, dsb) yang bertugas mencari pemain lain tetapi takut meninggalkan posnya
Jangek jangat, kulit; kerupuk jangek = kerupuk kulit
Jelutung kayu albasia, yang lunak dan biasa untuk bahan prakarya
Jengat jungkit
Kak panggilan untuk orang (perempuan) yang lebih tua atau dituakan (sama dengan Mbak di Jawa)
Kali sekali
Kalok kalau
Kamput singkatan dari kambing putih, merek minuman keras murahan
Kau engkau, anda
Kedan teman, sohib
Kede sampah warung kelontong kecil
Kede/kedai warung
Kek kayak, biasa dipadukan dengan kata "mana" (kek mana)
Kelen / kelien kalian
Keling Bangking ejekan untuk orang yang hitam
Kelir pinsil warna, mewarnai
Kembut / Kiput deg-degan, takut
Kepling kepala lingkungan
Keplor kepala lorong
Kerabu anting-anting
Kerepak peak makian, mengacu pada kondisi ancur-ancuran
Kereta Angin sepeda
Kereta sepeda motor
Kerkok tongos
Ketara kentara, tampak, terlihat jelas, tercirikan dengan mudah
Kilik mirip lego; mendrible bola
Kiri minggir
Kiyam Kaki ayam (main bola tanpa sepatu)
Kocik kecil
Kombur cakap, banyak omong
Kondor kendor, longgar
Kongsi bagi-bagi, sama rata
Kopek kupas, kelupas
Kornel tendangan pojok/penjuru dalam sepak bola
Koyak robek
Kuaci permainan berupa cetakan plastik yang berbentuk beragam wujud, dipakai utk mainan atau barang taruhan
Lancau umpatan kotor dari bahasa Cina
Langgar musola
Lantak habis; habisi
Lantam pedas mulut, nyelekit
Lasak banyak gerak, tidak bisa diam
Lego drible bola
Leles sisa-sisa; tukang leles = suka ambil sisa-sisa orang lain
Lembe lemah, lemes
Lencong; tai lencong tahi ayam yang hijau, bentuknya seperti pucuk es krim menjulang
Lengger plesetan dari tabrak
Lengkong cincau hitam, buat campuran es sirop
Lenje lain jiwa (sarap)
Lepoh bodoh
Lepuk pukul
Lereng sepeda besar, sepeda janda
Lewong putus; hilang, raib
Ligat lincah, lihai
Limper lima perak (dipakai untuk menyebut uang Rp 5)
Limpul lima puluh (dipakai untuk menyebut uang Rp 50 atau Rp 50.000)
Limrat lima ratus (dipakai untuk menyebut uang Rp 500 atau Rp 500.000)
Litak habis, kondisi capek sekali
Loak payah
Lobok kedodoran, kebesaran
Locak kalah terus menerus
Lokal kelas
Longoh bodoh, tolol
Lorong gang
Main-main / keluar main-main Istilah untuk jam istirahat sekolah
Mamak-mamak mengacu pada orang yang lamban, tidak gesit
Mentel genit, centil
Mamak ibu, mama
Manipol akronim dari mandailing polit / mandailing pelit / kikir; istilah stereotip suku mandailing, suku di Kab. Tapanuli Selatan
Masuk angin melempem (khusus buat makanan)
Melalak hobinya keluar rumah, ga betah di rumah, sebuah sifat perempuan yang negatif
Mengkek manja
Mentiko belagu, sifat orang yang suka merasa paling hebat dan suka cari masalah
Merajuk ngambeg
Mereng miring, sering juga disebut mencong
Merepet mengomel, marah
Merling bercahaya, mengkilap
Minyak lampu minyak tanah
Minyak lampu minyak tanah
Minyak makan minyak goreng
Molong Sodomi
Monza akronim dari Monginsidi Plaza, tempat jualan pakaian bekas; mengacu pada penyebutan semua jenis barang second/bekas
Motor / montor mobil
Nembak istilah untuk makan tapi nggak bayar
Ngemop menyudutkan seseorang dengan kata-kata
Ngeten mengintip.
Nona aktris utama
Nungkik nukik (menukik), muntah nungkik = muntah yang sejadi-jadinya
ODB tontonan gratis ala misbar (gerimis bubar); pemutaran film keliling
Ombus-ombus makanan jajanan khas di Tapanuli, dibungkus daun, rasanya legit, makannya harus dihembus karena panas
Ompa'an sifat orang yang suka dibaik-baikin
Ontok stop
Oyong terhuyung-huyung, limbung
PHR istilah untuk bioskop murahan, singkatan dari Panggung Hiburan Rakyat
Pajak pasar
Pak Tuntung merujuk tokoh di harian analisa, buat orang yang lugu agak-agak bodoh
Pakansi hari libur, liburan
Pakcik adik dari ayah/ibu; sering dipakai untuk panggilan ke teman
Pakek pakai
Pakpok pulang pokok, impas (break event point)
Palak sebel, marah
Palar dipaksa-paksain
Pala tidak seberapa; dicukup-cukupkan
Panglong toko material bangunan
Panglong toko tempat penjualan material bangunan
Paret parit, got
Paten hebat
Patok lele permainan memakai dua kayu ukuran panjang pendek, dimainkan per tim
Pauk / Paok Payah, nggak keren, bodoh
Pekak tuli
Pekong maksudnya tapekong, tempat sembahyang orang Tionghoa / Cina
Pencorot nomor urut paling akhir, pecundang
Pengkor tangan atau kaki yang (maaf) cacat bengkok
Preman lontong preman yang klemak-klemek, lemes tidak garang
Pening pusing
Pen urutan ke
Perei libur
Perli menggoda, flirting seseorang utk menjadi pacar
Pasar jalan raya
Pesong gila, tidak waras
Petentengan belagu, banyak lagak
Pincuk orang arab
Pinggir kiri (perintah untuk menyuruh sopir berhenti, biasanya penumpang berkata "pinggir")
Piul sama dengan ulok
Ponten nilai
Porlep sebutan untuk kuli angkut barang di Polonia atau Pelabuhan Belawan
Pukimbek, pukilik sialan, makian
Pulak pula
Pusing keliling
RBT Ojek, singkatan dari Rakyat Banting Tulang
Raun-raun jalan-jalan berkeliling
Recok ribut
Recok ribut, berisik
Reket raket; main raket = bermain bulutangkis / badminton; reket pingpong = bed (alat pemukul) pada olahraga pingpong
Rodam siksa, dimapram
Rol penggarisan, mistar
Rupanya ternyata
Rusuh grasa grusu
Santing tinggal sedikit, kritis
Sarap tidak waras, gila
Sedeng gila, sinting
Seee, seee… maksudnya ciee… cieeee
Seje bohong
Seken salaman
Sekutil sedikit sekali
Selop sandal
Selow lambat
Semak kumuh, berantakan, kacau
Sempak swim pack / celana renang utk lelaki, lebih sering dipakai untuk menyebut CD pria
Sendaren layangan betina, yang besar, pakai surai panjang (tidak untuk diadu)
Sengak ketus
Senget gila
Senget tidak waras, gila
Sepeda Janda sepeda berpalang ala jaman dulu, suka dipakai ibu-ibu atau buruh kebun
Setalen satuan nilai uang, setara 25 sen
Setil gaya, keren
Setip penghapus; menghapus
Setrap dihukum berdiri di depan kelas
Siap selesai
Sikit plesetan dari sedikit
Silap salah, keliru
Simpang perempatan, pertigaan jalan
Somboy sejenis makanan cina yang populer, dari sejenis buah yang dikeringkan, berwarna merah dan diberi lapisan tepung yang rasanya asin, manis, asam
Sor syur, suka
Suar-sair merujuk tokoh komik di koran SIB, untuk orang yang agak kampungan
Sudako angkot
Sut suitan, adu menentukan pemenang dengan kode tangan
Tak bisa bilang pisang tidak bisa bicara apa-apa lagi, terdiam
Takir nasi bungkus / kotak yang biasa dibagikan saat kenduri atau tahlilan
Tam-tam buku nama permainan anak-anak
Taptu acara jalan malam mengarak obor, biasanya saat tujuh belasan dan hari besar lainnya
Tarok meletakkan
Teh kosong idem
Teh tong teh tanpa gula
Tekek jitak
Tekong; Tekongan menikung; tikungan, simpang jalan
Telekung mukena
Tepos lawan tonggek
Tepung roti tepung terigu
Teratak atap tambahan / atap tenda jika ada acara
Terei coba
Terge perhatian, peduli, acuh
Teronggok tertumpuk
Texas mengacu pada sifat Koboi Texas, seradak-seruduk
Titi Gantung tempat di kawasan lapangan merdeka, dekat stasiun KA Medan, yang dulunya banyak yang jualan buku (bekas)
Titi jembatan
Toke tauke, majikan atau pedagang Tionghoa.
Tokoh tipu; nokoh, menokoh = menipu; tukang nokoh = tukang tipu
Tokok; menokok memalu, memaku; pukul, jitak
Tonggek bokong yang montok
Toyor pukul; memukul
Tukam melayat, takziah
Tumbuk pukul
Tungkik teler, cairan di kuping
Ubi singkong; ubi rambat = ubi jalar
Ulok cerita yang dibesar-besarkan, dilebih-lebihkan
Uwak panggilan sopan untuk orang yang sudah tua
WC Toilet
Woy panggilan, seruan buat teman atau sekelompok orang
Wak Labu orang sok yang banyak gaya

Gunakan fitur pencarian browser / perambah web maupun fitur sortir alias pengurutan pada tabel untuk memudahkan dalam mencari kata tertentu pada tabel di atas. Akhir kata, semoga kamus bahasa Medan lengkap di atas bisa bermanfaat bagi semua teman-teman yang membutuhkan.

kamus bahasa medan

Leave a Reply