Antara Saya, Canesten, dan Kutu Air

Sejak kecil, saya memiliki kebiasaan untuk mencuci kaki sebelum tidur. Hal itu terbawa hingga saat saya dewasa sekarang ini. Terasa ‘kotor’ jika naik ke tempat tidur sebelum melakukannya.

Sayangnya, kebiasaan tersebut tidak bersahabat dengan kondisi tubuh saya yang gampang berkeringat. Alhasil, jari kaki menjadi sering lembab dan berujung pada hadirnya kutu air. Atau istilah kerennya, athlete’s foot (tinea pedis).

Untungnya, infeksi jamur ini dapat dengan mudah disembuhkan oleh Canesten, obat berbentuk salep krim yang menjadi andalan sejak lama.

Dan lebih beruntungnya lagi, saya belum pernah terkena tinea pedis pada saat bepergian ke luar kota maupun ke luar negeri. Pengertian banget penyakitnya, hehehe.

Seperti apa sih sebenarnya penyakit jamur tersebut? Apa penyebab dan gejalanya? Lalu kenapa pula Canesten ampuh untuk mengatasinya? Simak deh penjelasan lengkapnya di bawah ini.

Tentang Kutu Air

Adalah jamur dari kelompok dermatophytes yang menjadi tersangka utama dari athlete’s foot. Beberapa di antaranya adalah jamur jenis Tricophyton rubrum, Tricophyton interdigitale, dan Epidermophyton floccosum.

Selain tinea pedis, kelompok jamur tersebut juga bisa memicu hadirnya kurap serta gatal pada selangkangan (tinea cruris / jock itch).

kutu air athletes foot

kutu air athletes foot

Semua orang bisa mengalaminya, tanpa mengenal usia, jenis kelamin, maupun strata sosial. Selama faktor resikonya terpenuhi. Apa saja?

Berikut beberapa faktor yang bisa memicu atau meningkatkan resiko seseorang terserang kutu air:

  • Kondisi kaki lembab atau sering berkeringat.

  • Sering mengenakan alas kaki, terutama sepatu, yang sempit atau ketat dalam jangka waktu lama.

  • Mengenakan kaus kaki yang basah dan / atau jarang mengganti kaus kaki secara berkala.

  • Melakukan aktivitas di tempat basah tanpa mengenakan alas kaki, termasuk di ruang publik seperti kolam renang atau toilet umum.

  • Tinggal di daerah yang cuacanya panas.

Selain itu, karena penyakit ini bisa menular melalui kontak fisik, maka mengenakan barang bekas penderita (misal: handuk, sepatu, kaus kaki) juga bisa membuat kita tertular.

Athlete’s foot termasuk penyakit yang bisa disembuhkan dengan mudah oleh obat antijamur. Pun begitu, jika faktor-faktor pemicu di atas tidak dihindari, maka seseorang bisa saja terkena berulang kali. Seperti yang saya alami sendiri.

Selaras dengan pengalaman saya pribadi, kehadiran kutu air umumnya berawal dari sela-sela jari kaki. Pertandanya adalah adanya rasa gatal dan ruam kemerahan yang bersisik. Jika dibiarkan, kulit kaki akan menjadi kering, terkelupas, dan terasa terbakar.

Infeksi ini juga bisa merembet ke kuku dan menimbulkan onikomikosis atau jamur kuku. Untunglah kalau yang satu ini saya belum pernah mengalaminya.

Cara mengobatinya adalah dengan menggunakan obat antifungal topikal (dioleskan secara langsung ke bagian kulit yang terinfeksi) maupun oral (diminum). Ada banyak pilihannya di pasaran. Namun yang sudah saya buktikan keampuhannya adalah Canesten.

Tentang Canesten

Canesten adalah obat antijamur berbentuk cream yang merupakan solusi untuk mengatasi infeksi jamur kulit. Mulai dari kutu air, jamur kuku, biang keringat, kadas, kurap, infeksi jamur selangkangan, hingga ruam popok. Semua bisa diatasi olehnya.

Krim ini mengandung bahan aktif clotrimazole yang bekerja dengan cara menghambat pertumbuhan jamur penyebab infeksi. Penggunaannya cukup dengan mengoleskan krim secukupnya pada bagian kulit terinfeksi 2-3 kali sehari secara rutin selama 2-4 minggu. Praktis.

obat krim canesten

obat krim canesten

Walau tergolong aman, namun ada kemungkinan obat ini menimbulkan efek samping. Seperti timbulnya lepuh, rasa nyeri, dan terbakar. Terutama apabila digunakan bersama dengan alfentanil, brexpiprazole, butorphanol, tacrolimus, leflunamide, lomitapide, mipomersen, amphotericin B, dan nystatin. Segera lakukan konsultasi pada dokter jika teman-teman mengalaminya.

Sudah eksis selama 45 tahun, Canesten tersedia secara bebas di berbagai apotek dan toko obat. Harganya berada di kisaran Rp 21.000,- untuk tube berukuran 5 gram, atau Rp 40.000,- untuk ukuran 10 gram.

Penutup

Walau tidak pernah membawanya saat traveling dengan alasan yang sudah disebutkan di awal, obat krim Canesten selalu tersedia di rumah. Dengan demikian, kapan pun kutu air datang menyerang, saya sudah siap dengan penawarnya.

Tentu saja bukan hanya athlete’s foot. Jika, amit-amit, penyakit kadas, kurap, biang keringat, jamur selangkangan, dan lain sebagainya ujug-ujug muncul, saya tidak bakalan panik dengan adanya cream tersebut dalam kotak obat.

Setuju, teman-teman?

canesten kutu air

Leave a Reply