Sejarah Pangeran Wang So Dari Dinasti Goryeo

Ini sudah jelas bahasan paling berat di blog ini. Dari sudut pandang penulisan maksudnya. Bukan apa-apa. Mata pelajaran sejarah di sekolah dulu paling tidak saya sukai. Mungkin karena apes, selalu dapet guru yang hobinya mengajar dengan cara menghapal. Tapi pernah sih, dapet guru sejarah yang mantan pejuang. Beliau sudah sepuh. Setiap kali mengajar, pasti separuhnya diisi dengan cerita-cerita jaman perjuangan beliau saat mengangkat senjata membela negara mengusir penjajah. Termasuk juga saat beliau pernah ditangkap dan disiksa oleh tentara Jepang (kalo tidak salah). Yang jadi masalah cuma satu… cerita yang sama beliau ulang-ulang terus setiap minggunya 😀

Balik lagi ke masalah sejarah. Popularitas Moon Lovers: Scarlet Heart Ryeo memang sedikit banyak membuat sebagian fansnya jadi penasaran mengenai sejarah asli pangeran Wang So, pangeran ke-empat dari dinasti Goryeo, yang menjadi tokoh utama dalam drama korea tersebut. Drakor ini memang mengadaptasi cerita sejarah dengan lisensi kreatif, yang artinya mungkin saja ada penambahan atau perubahan cerita yang tidak berhubungan dengan sejarah aslinya.

Menurut referensi dari Wikipedia, dinasti Goryeo sendiri berkuasa di Korea pada tahun 918 hingga 1392. Dinasti yang merupakan keturunan dari wangsa (keturunan) Wang ini memiliki 34 raja dan 17 generasi. Pendirinya adalah Wang Geon di Songdo (saat ini bernama Kaesong). Nama Goryeo sendiri merupakan singkatan dari nama Kerajaan Korea, Gogruyeo. Nama Korea juga diambil dari kata Goryeo.

Untuk lebih jelasnya, silahkan simak gambar silsilah dinasti Goryeo berikut ini. Klik pada gambar untuk menampilkan ukuran besarnya agar lebih jelas.

silsilah_goryeo_1

silsilah_goryeo_2

silsilah_goryeo_3

Terlihat bahwa cerita di drama Moon Lovers berkutat pada generasi kedua dan ketiga, yaitu dimulai dari raja Taejo dan 11 anaknya: Wang Mu, Wang Tae, Wang Yo, Wang So, Munwon Taewang, Wang Uk Daejong, Jeungtong Gooksa, Wang Uk Anjong, Wang Wyu, In’ae, dan Wonjang. Dari anak-anak raja Taejo tersebut, yang kemudian menjadi raja adalah Wang Mu (bergelar Hyejong, bertahta dari tahun 943 hingga 945), Wang Yo (bergelar Jeongjong, bertahta dari tahun 945 hingga 949), dan Wang So (bergelar Gwangjong, bertahta dari tahun 949 hingga 975). Dua keturunan pangeran Wang So ini nantinya juga akan memimpin Goryeo, yaitu Wang Ju (anak Wang So, bergelar Gyeongjong, bertahta dari tahun 975 hingga 981) dan Wang Song (cucu Wang So, bergelar Mokjong, bertahta dari tahun 997 hingga 1009).

Selama menjadi kaisar ke-4 kerajaan Goryeo, Wang So dikenal tegas dan kejam terhadap saingan politiknya, sehingga menimbulkan suasana ketakutan dalam bidang politik pada saat itu. Di awal pemerintahannya, ia bersikap pasif terhadap para bangsawan. Namun semakin lama sikapnya berubah menjadi semakin drastik.

Secara umum, masa pemerintahan Gwangjong dapat dibagi menjadi 3 periode, yaitu periode pengelompokan (949–955), periode meningkatkan kekuasaan (955–959), serta periode pembersihan (959–975). Pada tahap pertama, Gwangjong mengelompokkan wangsa-wangsa yang berkuasa, siapa di antara mereka yang mendukungnya dan yang tidak. Ia lalu mempelajari Zhenguanzhengyao serta mendukung Buddhisme untuk mengukuhkan kekuasaannya. Pada tahap kedua, ia mulai menyingkirkan beberapa wangsa yang berkuasa dari istana Goryeo untuk lebih memperkuat tahtanya. Ia juga memulai reformasi secara agresif, di antaranya dengan membuat hukum emansipasi perbudakan dan layanan pemeriksaaan sipil nasional. Pada tahap ketiga, Gwangjong melakukan pembersihan dengan menyingkirkan wangsa-wangsa yang berniat untuk memberontak sebelum mereka melakukannya. Di antaranya adalah Pangeran Heunghwa (anak dari Pangeran Wang Mu) dan Pangeran Gyeongchunwon (anak dari Pangeran Wang Yo).

Kekuasaan Wang So sendiri berakhir karena kematian. Ia terjangkit sebuah penyakit serius di bulan Mei 975 lalu meninggal beberapa hari kemudian. Saat itu ia meninggalkan dua orang selir (Permaisuri Daemok dan Nyonya Gyeonghwagung) serta lima orang anak (Raja Gyeongjong, Putra Mahkota Hyohwa, Nyonya Chenchujeon, Nyonya Bohwagung, dan Permaisuri Mundeok).

Pada akhirnya, dinasti Goryeo usai setelah terjadi pemberontakan yang dipimpin oleh Jenderal Seong-gye pada tahun 1392. Kekuasaan dinasti ini digantikan oleh dinasti Joseon, yang kebetulan diceritakan sekilas pada drama korea Moonlight Drawn By The Clouds, yang kebetulan juga sempat menjadi saingan utama drakor Scarlet Heart Ryeo karena tayang di waktu yang bersamaan.

Satu fakta unik, alat cetak pertama di dunia (bukan mesin cetak ya) diketemukan di masa dinasti Goryeo, loh. Keren, kan? 🙂

Reply