Review Komik Detective Comics #45 (2015)

Arc anyar dimulai! Kini petualangan Jim Gordon sebagai man behind the robo-batman mulai memasuki babak baru *nulisartikelnyasambildengerininfotainment* dengan berkolaborasi bersama Justice League. Secara pribadi sih saya gak rela lihat karakternya ada di tengah-tengah superhero Justice League lainnya, tapi yah, maunya DC untuk saat ini ya seperti itu, sebagai pembaca kita pasrah-pasrah aja…

Eniwei, monggo disimak sinopsis (berspoiler) dan review dari Detective Comics #45 berikut ini.

Sinopsis Komik

detectivecomics_45

A brand-new epic begins as the superstar team of writer Peter J. Tomasi and artist Marcio Takara takes the new Batman on his first mission with the Justice League! When Jim Gordon is approached by the Justice League to solve a series of mysterious mass murders, he must turn his focus away from Gotham City and test his mettle with the World’s Greatest Heroes!

Judul Edisi: Of Giants And Men
Story: Peter J. Tomasi
Artist / Color: Marcio Takara / Chris Sotomayor
Tanggal Rilis: 7 Oktober 2015

Cerita dibuka dengan adegan pembunuhan masal dimana tanpa ada angin maupun hujan tiba-tiba sekelompok orang dibekap oleh semacam cairan yang kemudian ‘mengambil’ bola mata orang-orang tersebut dan membawanya pergi. Gileee.

21_02

Justice League (Superman, Wonder Woman, The Flash, Aquaman, Cyborg, Captain Marvel) yang menyelidiki misteri tersebut memutuskan untuk mendatangi Bruce Wayne, berharap ia dapat membantu mereka. Mengingat kondisinya yang tidak mengingat apapun, Wonder Woman menggunakan tali laso kejujurannya untuk memastikan apakah memang di dalam diri Bruce masih tersisa puing-puing kemampuannya sebagai Batman. Dan ternyata tidak.

21_07

Mau tidak mau mereka pun beralih ke Batman saat ini, Jim Gordon. Menemuinya sesaat setelah menangkap Mad Hatter (dimana Mad Hatter mengaku bahwa aksi kejahatannya kali ini adalah perintah dari sekelompok kartel yang ingin menjatuhkan new Batman), para anggota Justice League yang sudah mengetahui siapa sosok di balik robobat meminta Jim Gordon untuk membantu mereka, mengingat kemampuannya sebagai seorang polisi. Awalnya Jim menolak, dengan alasan ia masih cupu sebagai Batman dan Gotham City juga membutuhkan kehadiran dirinya. Tapi setelah diingatkan oleh Diana bahwa bukan dia saja superhero yang ada di kota Gotham, Jim pun akhirnya menerima pinangan mereka.


Setelah karakter Superman / Clark Kent (yang meski ceritanya sudah minim kekuatan tapi di sini bisa tiba-tiba berada di udara atau lebih tepatnya di atas sebuah pesawat jet tempur), sepertinya karakter berikutnya yang masih labil di era Divergence (pasca Convergence) ini adalah Jim Gordon / Batman. Jika sebelumnya ia ‘membenci’ Clark Kent (demikian pula di Batman #45), di sini justru ia terlihat ‘menyesal’ sudah sempat membenci Clark. DC memang sudah menyatakan bahwa di era sekarang yang terpenting adalah CERITA, bukan CONTINUITY atau lini masa. Tapi jujur aja, seperti halnya timeline sub-arc Truth yang agak membingungkan di beberapa bagian, ketidakseragaman karakter Jim Gordon di dua seri komik yang rilis (hampir) bersamaan jelas-jelas bikin pusing pala berbi.

Hal lain yang perlu digarisbawahi di Detective Comics #45 ini adalah kemampuan kostum robobat yang MIRIP BANGET dengan kostum Iron Man — bisa terbang sendiri ke si pemilik (atau target) dan langsung ngepas ke tubuh yang bersangkutan. Ini memang selaras dengan yang ditunjukkan di Batman Beyond #5, dimana pengguna robobat (dalam hal ini adalah Tim Drake) dapat dengan mudah keluar dari kostum tersebut. Keren sih, tapi saya masih belum bisa memutuskan bakalan hepi atau nggak dengan upgrade fitur robobat ini (baca juga Batman #45 untuk fitur robobat lainnya) karena sebagai #TimDC rasanya gak rela kalau ada jagoannya yang mirip dengan superhero sebelah (alias #TimMarvel)…

Reply