Review Komik Batman Beyond #11 (2016)

Arc City of Yesterday akhirnya masuk ke lintasan akhir. Di cerita sebelumnya, sekedar mengingatkan, para pengungsi mulai merangsek masuk ke dalam gerbang Neo-Gotham. Sementara itu, Justice League Beyond yang entah dalam pengaruh hipnotis atau memang mengalami kesalahpahaman, berhasil memaksa Batman Beyond untuk melarikan diri dari arena pertempuran. Bagaimana akhir kisahnya? Dapatkah Barbara dan Mayor Fox berdamai dengan para pengungsi yang sudah kalap? Apa yang terjadi dengan anggota Justice League Beyond? Simak jawabannya di sinopsis komik Batman Beyond #11 berikut ini.

Sinopsis Komik *SPOILER*

batmanbeyond11

Growing tensions between the citizens and refugees of Neo-Gotham have finally erupted into full-on revolt! The city’s in disarray and Batman’s fighting for his life—not just against the Splicers of Metropolis, but against the Justice League itself! A new power and a new ally will be key if Batman is to have any hope of leading both cities to the freedom they seek in this new world.

Story: Dan Jurgens
Art: Bernard Chang
Color: Marcelo Maiolo
Judul Edisi: City of Yesterday Part Four
Tanggal Rilis: 6 April 2016

Para anggota Justice League Beyond ternyata berada di bawah pengaruh Dr. Cuvier, yang menanamkan chip di leher mereka. Selama chip tersebut tertanam, mereka akan melihat kenyataan di sekeliling mereka sesuai dengan apa yang diinginkan oleh Cuvier. Ia juga sekali lagi menegaskan pada Tuftan bahwa tujuannya adalah menciptakan kombinasi maksimal antara manusia dengan hewan.

Tim Drake yang lolos dari serangan Barda di detik akhir berkat bantuan dari Matt McGinnis berkumpul dengannya di dalam watch tower, tepatnya di dalam ruangan dimana sebelumnya Matt menemukan para anggota Justice League Beyond (selanjutnya disingkat JLB aja) yang tertawan. Masih ada tubuh Superman tersisa di sana dan Matt berniat untuk mengeluarkannya meski Drake sedikit ragu. Sebelum ia melakukannya, tiba-tiba berbunyi alarm tanda bahaya yang ternyata berasal dari anggota JLB yang mulai menyerbu kota Metropolis. Dari komputer watch tower, terlihat bahwa chip implant Cuvier mengakibatkan mereka melihat para penduduk sebagai cyborg dan mengira dunia masih dalam pengaruh Brother Eye.

58_06

Drake pun memutuskan untuk keluar dan mencegah mereka memakan lebih banyak korban sementara Matt berniat untuk membebaskan Superman sembari mencegah chip implant yang ia miliki aktif. Tanpa disadari, Cuvier, Tuftan, dan anak buahnya sudah ada di belakangnya dan mengaktifkan chip Superman. Sejenak berada di atas angin, kejutan besar terjadi. Tuftan mulai menyadari bahwa pada dasarnya Cuvier hanya berniat untuk membangun pasukan bagi dirinya sendiri sehingga ia pun merebut kontrol chip dari Cuvier dan menghancurkannya.

58_10

Superman yang tersadar segera bergegas menuju kota dan membantu Drake dengan secepat kilat mengambil chip yang ada di leher Barda dkk. Setelah kondisi kondusif, giliran Neo-Gotham yang ditenangkan oleh Superman dkk. Dan akhirnya segala sesuatunya pun kembali normal. Tamat? Tidak juga, karena sementara Batman, Superman, Barbara, Micron, dan yang lainnya menyatukan tekat untuk membangun kembali dunia yang hancur oleh tirani Brother Eye, di kejauhan terlihat Rewire sedang berkomunikasi dengan sesuatu / seseorang untuk mulai merebut Gotham.


Di luar kehadiran Superman yang ternyata adalah Jonathan (si superboy dari miniseri Superman: Lois and Clark), edisi penghujung arc City of Yesterday ini justru terasa hambar. Selain penyelesaian akhir yang terkesan terlalu mudah dan dipaksakan, Matt yang tiba-tiba menguasai komputer watch tower rasanya juga agak janggal. Hadirnya kembali Justice League Beyond, termasuk Superman, dan bocoran ‘calon’ villain di arc berikutnya semoga saja bisa mengangkat kembali pamor serial ini, karena jika tidak, sepertinya bakal mulai ditinggalkan oleh pembacanya.

Tema artikel yang berhubungan: , ,

Reply