Review Justice League: Gods and Monsters – Wonder Woman (2015)

Yang menarik dari tiga komik prekuel Justice League: Gods and Monsters adalah, meskipun sama-sama bercerita tentang asal usul ketiga anggota Justice League, masing-masing komik menggunakan sudut pandang yang berbeda. Jika pada kisah Superman cerita dimulai sejak ia kecil hingga dewasa, kisah Wonder Woman dan Batman sama-sama dimulai saat mereka sudah dewasa. Yang membedakan, cerita Batman terjadi di masa kini, sedang cerita Wonder Woman mengambil waktu beberapa puluh tahun lalu. Atau tepatnya pada tahun 1962.

jl_gm_wonderwoman

Kisah dimulai di India. Tahun 1962. Di suatu malam yang sunyi, tiba-tiba portal boom tube terbuka dan muncullah Wonder Woman bersama seekor dinosaurus. Keduanya bertarung dan Wonder Woman berhasil mendorong si dino masuk kembali ke dalam boom tube sebelum portal menutup. Karena kecapekan ia pun pingsan.

Saat terbangun, ia sedang dirawat di sebuah rumah warga. Sempat amnesia ringan, tapi tak lama ingatannya pun sebagian kembali. Dan dari narasi yang diberikan kita dikenalkan dengan sosok Wonder Woman di jagat Gods and Monsters. Nama aslinya Bekka dan ia adalah salah satu dari New Gods yang berasal dari New Genesis. Kakeknya adalah Highfather, atau pimpinan dari New Gods itu sendiri.

Tidak diketahui alasan sebenarnya mengapa Bekka bisa sampai ke bumi. Hanya saja, sebelum terbawa portal, ia sedang melarikan diri dari Apokolips. Bekka sendiri tidak ambil pusing dan mencoba untuk menikmati dan mengeksplore dunia baru yang ia tempati saat ini. Dengan bantuan mother box yang ia miliki, Bekka juga mendapatkan berbagai pengetahuan tentang sejarah dan fakta yang ada di dunia. Seperti adanya kebaikan dan kejahatan, atau perdamaian dan perperangan, yang saling berdampingan. Ia pun sempat mengalaminya sendiri, ketika usaha yang ia lakukan untuk mencegah terjadinya pembunuhan, malah berakhir dengan kematian semua pihak.

ss_jlgm_ww_3

Perjalanan pencari jati diri Bekka membawanya ke New York. Pada saat menonton sebuah konser musik, ada seorang wanita yang berhalusinasi karena pengaruh obat-obatan. Dengan menggunakan mother box, Bekka membantu wanita yang belakangan diketahui bernama Suzie Sunshine. Dua rekan Suzie, Guitar Joe dan Doctor Psycho (note: di seri Wonder Woman asli juga ada tokoh villain bernama Doctor Psycho), kemudian mengajaknya bergabung ke komunitas mereka, di sebuah pertanian jauh di luar kota.

Di sana sedikit demi sedikit Bekka mengetahui adanya udang di balik batu. Joe, orang yang menjalin hubungan asmara dengannya, ternyata adalah orang yang sexist atau rasis terhadap perbedaan gender. Demikian pula dengan Doctor Pyscho, yang pada awalnya mengaku melakukan penelitian untuk membuat obat-obatan yang bisa membantu menyembuhkan teman-teman mereka yang kecanduan, ternyata sebaliknya, sedang berusaha untuk membuat obat yang bisa mengontrol manusia.

ss_jlgm_ww_2

Agar Bekka tidak membongkar rahasianya, Doctor Psycho membiuskan suatu obat pada Bekka, yang membuatnya berhalusinasi melihat orang-orang di sekitarnya sebagai orang-orang yang ia cintai di New Genesis bersama dengan musuh-musuhnya di Apokolips. Saat akan mencoba membunuh seseorang yang ia lihat sebagai monster Apokolips, Suzie berhasil menyadarkannya dan membuatnya berhenti. Bekka dan Suzie kemudian membentuk komunitas sendiri yang terpisah dengan komunitas Joe dkk.

Masalahnya, tanpa Bekka sadari, saat Psycho membiusnya, ia mengambil kristal mother box darinya, lalu menggunakannya pada orang-orang yang ia sekap sebagai kelinci percobaan. Dan hasilnya, ternyata mereka kemudian berubah menjadi monster. Joe yang saat itu ada di TKP juga turut berubah.

Para pasukan monster menyerang Bekka dkk. Saat Joe menyerangnya, Bekka sempat melihat potongan kristal di tubuhnya dan menyadari bahwa itu berasal dari mother box miliknya. Ia pun memanfaatkan kristal tersebut untuk mengubah para monster kembali menjadi manusia.

ss_jlgm_ww_1

Dengan kejadian yang baru saja ia alami, Bekka pun mengambil keputusan. Untuk secara pro-aktif membantu dunia agar menjadi lebih baik.


Jujur, perasaan saya bercampur aduk setelah menyelesaikan komik ini. Dari segi cerita memang tidak ada masalah, tapi pemilihan kombinasi warna yang colorful untuk cerita seorang dewa (new gods) rasanya agak aneh. Sekali lagi, memang sebenarnya tidak ada masalah karena warna yang digunakan, atau gambar bunga-bunga yang kadang muncul, masih sejalan dengan era tahun 60-an dimana cerita berlangsung. Hanya, entahlah, aneh aja rasanya…

Reply