Review Convergence: Superman

Ketika harapan tidak sesuai dengan kenyataan, terkadang kita menjadi kesel bin bete. Pun demikian saat membaca beberapa tie-in Convergence yang endingnya di luar ekspektasi awal. Tapi entah kenapa yang satu ini beda. Mempertemukan Superman versi pre-Flashpoint dengan Batman versi Flashpoint, tie-in Convergence: Superman ini memiliki twist di akhir yang cukup emosional, membuat saya mengabaikan harapan saya yang tak terwujud.

Langsung aja, yuk cekidot cerita singkat (spoiler warning) di masing-masing edisinya beserta review (singkat juga) dari kami. Oh ya, untuk info pelengkap, mini seri ini ditulis oleh Dan Jurgens, sedang untuk gambarnya dibuat oleh Lee Weeks (edisi #1) dan Norm Rapmund (edisi #2, bersama dengan Dan Jurgens). Jurgens sendiri sudah banyak menulis cerita tentang superhero DC, termasuk The Death of Superman, The Return of Superman, dan New 52: Futures End. Berhubung 3 judul yang saya sebutkan barusan termasuk cerita favorit saya, wajar dong kalau ekspektasi saya agak tinggi terhadap tie-in ini.

Convergence: Superman #1 (8 April 2015)

convergence_superman1

Pasca hadirnya dome, Clark Kent dan Louis Lane (istrinya, yang sedang hamil tua) terjebak di Gotham City. Jiwa keadilan Clark tidak bisa diam saja melihat banyaknya kejahatan yang terjadi di kota tersebut, sehingga, meski tanpa kekuatan super, ia tetap berusaha membantu menyelesaikan tindak kejahatan apa saja yang ada dengan menggunakan baju hitam ala ninja. Uniknya, saat ia beraksi, Louis memandunya melalui earphone (ponsel? voip?), jadi mirip aksi Batman yang terkadang dipandu oleh Alfred, Robin, atau Oracle di markas.

Cerita dibuka dengan aksi ninja Clark menggagalkan sebuah transaksi narkoba. Salah satu penjahat kemudian menembaknya dengan fire thrower. Untungnya tepat saat itu juga ternyata Telos memulai event Convergence dan kekuatan superhero Superman kembali. Setelah menyelamatkan Jimmy Olsen yang tiba-tiba bisa ada di TKP, ia pun terbang menemui Louis. Setelah mendengar kata-kata Telos melalui rekaman yang dibuat oleh Louis, plus info bahwa ia harus melawan Batman versi Flashpoint, Superman pergi untuk mengecek kebenaran pernyataan Telos.

Di Gotham City versi Flashpoint, Batman, Cyborg, Captain Thunder, dan beberapa superhero lainnya (sepertinya sih Justice League) sedang rapat untuk membahas event Convergence. Batman meminta mereka bersiap untuk perang dan mengalahkan musuh siapapun yang datang.

Dalam perjalanan menuju medan tempur, Superman dihadang oleh Captain Thunder. Tak lama Green Lantern (Abin Sur) dan Cyborg hadir dan bertiga mereka menggempur Superman. Tanpa ia sadari, ‘Flashpoint’ Kal-El mendatangi Louis Lane dan memaksanya untuk ikut serta dengannya.


Bagi yang tidak mengikuti cerita DC era Flashpoint mungkin akan kebingungan dengan edisi pertama ini. Kenapa Captain Thunder dan bukan Shazam. Apa yang terjadi dengan Louis di Flashpoint? Siapakah sosok di balik Batman, apakah memang Bruce Wayne? Sebaliknya, bagi yang sudah familiar, membaca edisi ini akan begitu menyenangkan karena efek “pertemuan dua universe dari timeline yang berbeda” benar-benar terasa.

Convergence: Superman #2 (6 Mei 2015)

convergence_superman2

Di Bat Cave, Batman yang sedang menganalisa kondisi dunia saat ini pasca hilangnya dome mulai memahami apa yang sebenarnya terjadi. Setelah mengetahui fakta bahwa Louis di tempat ‘musuh’ berada masih hidup (dan bahwa Kal-El sedang menculiknya), ia pun menyadari bahwa di dunia tersebut ‘Bruce Wayne’ juga masih hidup dan mulai mempertimbangkan untuk mengalah agar Bruce bisa hidup kembali. Sudah bisa menebak siapa yang menjadi Batman di Flashpoint ini? 🙂

Mengetahui bahwa Louis akan segera melahirkan, Kal-El membawanya ke Bat Cave dan meminta Thomas Wayne untuk membantu proses persalinannya. Tak lama, Superman — dengan bantuan dari Green Lantern yang mulai sadar bahwa Superman bukan musuh mereka — juga datang. Akhirnya, Clark, dengan bantuan instruksi dari Thomas, melakukan persalinan terhadap Louis dan lahirlah anak mereka dengan selamat. Selesai.

c_superman


Oke, endingnya memang termasuk WTF moment. Tapi setelah sekian puluh tahun kisah Clark dan Louis, siapa sih yang tidak ingin melihat ending cerita seperti ini? Sebagai veteran penulis cerita Superman, Jurgens sepertinya paham betul akan hal tersebut. Sisi positif lainnya, pembaca yang belum pernah mengikuti event Flashpoint turut mendapat gambaran sekilas mengenai sejarah superhero di era itu, yang sedikit/jauh berbeda dengan yang selama ini dikenal.

Tema artikel yang berhubungan: , , ,  convergence superman #2.

Reply