Review Manga Nae Ga Yuru (Young King Comics, 2006)

Jadi ceritanya, saat menulis review “Satanofani” di bulan Januari lalu, saya malah jadi liat-liat lagi beberapa judul manga yang ada hubungannya dengan survival. Dan ketemulah “Nae Ga Yuru” (ナエガユル), yang pada akhirnya saya tuliskan reviewnya di sini walau bukan jadwalnya. Meski nasib dari manga ini sebenarnya tidak jelas, namun ceritanya lumayan menarik untuk dibahas. Seperti apakah?

Oh, ngomong-ngomong, dua chapter pertama serial ini bisa dibaca secara online di https://archive.org/details/manga_Nae_ga_Yuru. Atau tentu saja, bisa dicari di situs-situs penyedia manga favorit teman-teman yang lain.

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung SPOILER!!!

Sinopsis Singkat

Sebuah gempa bumi dahsyat terjadi. Akito Aoki, seorang anak SMA, selamat dari kejadian tersebut walau sedang berada di tengah kota. Di saat melewati sebuah bangunan, ia mendapati ada seorang wanita yang terperangkap di dalam puing-puing. Ia adalah Miyu.

Setelah membantunya keluar, awalnya Akito hendak meninggalkan Miyu begitu saja. Namun pikirannya berubah begitu tahu ada orang-orang tak bertanggung jawab yang mencari kesempatan dalam kesempitan. Akito yang awalnya tidak peduli pada siapapun akhirnya bertekad untuk membantu Miyu hingga mereka bisa tiba di tempat yang aman.

Dalam perjalanannya, selain bertemu dengan teman baru dan teman baru, Akito juga jadi mengetahui bahwa Miyu menderita sebuah penyakit kejiwaan yang disebabkan oleh trauma masa lalu. Multiple personality disorder atau kepribadian ganda. Usaha Akito untuk menjaga agar Miyu tetap selamat menjadi makin rumit dengan ‘wajah lain’ Miyu yang justru ingin bunuh diri. Berhasilkah Akito menuntaskan janjinya untuk Miyu?

Penulis: Kotoyoshi Yumisuke
Artis: Kotoyoshi Yumisuke
Publikasi: Shōnen Gahōsha
Penerbit: Young King Comics
Genre: Action, ecchi, mature, seinen
Status: Ongoing (2006 – sekarang)

Review Singkat

“Nae Ga Yuru” menghadirkan tema survival di tengah bencana gempa bumi Jepang dengan sedikit twist. Salah satu karakter utamanya, Miyu, menderita kepribadian ganda alias multiple personality disorder. Di satu sisi ia ingin bertahan hidup, di sisi lain ia ingin bunuh diri. Kedelapan chapter yang ada memang belum sepenuhnya menggali premis ini, namun saya bisa membayangkan betapa serunya jika si pengarang pandai meraciknya ke dalam cerita.

Kendati demikian, saya agak heran dengan penggambaran kepribadian lain dari Miyu di dalam manga ini. Ia terlihat bisa dengan mudah berkompromi dengan Akito, sesuatu yang jarang saya temui di cerita-cerita lain. Tapi berhubung saya bukan dokter atau orang yang memiliki pengetahuan medis, jadi no comment deh untuk bagian itu.

Sayangnya, sejauh ini ya hanya soal kepribadian ganda itu saja sih poin positifnya. Untuk karakter utama lainnya, Akito, kepribadiannya terlalu klise. Sudah banyak komik maupun manga bertema serupa yang tokoh sentralnya punya kepribadian serupa. Cuek, tidak peduli pada orang lain, namun ujung-ujungnya jadi pahlawan yang rela berkorban demi siapa pun.

Begitu pula halnya dengan para karakter pendukung. Saya belum melihat ada yang unik atau berbeda di antara mereka. Masih standar cerita survival.

Satu elemen yang bisa membuat cerita jadi tidak monoton adalah bencananya sendiri, yang sejak pertama disebutkan ada kemungkinan terjadi lagi dan lagi. Di sini pengarang bisa saja menghadirkan gempa sebagai jembatan untuk tragedi maupun alur yang baru. Lagi-lagi, dengan keterbatasan chapter yang ada, mungkin kita tidak akan pernah tahu apakah pengarang yang bersangkutan melakukan hal itu atau tidak…


Punya premis menarik, sayangnya nasib manga “Nae Ga Yuru” ini tidak jelas. Apakah memang sudah berhenti atau masih berlanjut. Menurut salah satu referensi yang saya peroleh, volume 1 dan 2-nya dirilis pada tahun 2006 dan 2007 silam. Artinya, sudah hampir 14 tahun berlalu tanpa adanya rilisan chapter anyar. Sejauh ini total baru ada 8 chapter, yang itu tadi, dibukukan ke dalam 2 volume. Yah semoga saja suatu saat nanti bakal ada kelanjutannya. Aminnn.

rm naegayuru 5

Leave a Reply