Review Manga GE: Good Ending (Kodansha, 2009)

Sebelum menggarap “Domestic Girlfriend” yang hingga sekarang masih berjalan, mangaka Kei Sasuga pernah menulis manga “GE: Good Ending”, yang alur ceritanya bisa dibilang terinspirasi dari game-game visual novel yang memberikan kita berbagai opsi dengan tujuan akhir untuk mendapatkan akhir yang membahagiakan. Jika teman-teman suka dengan “Domestic Girlfriend”, kemungkinan besar juga bakal menyukai manga ini. Seperti apa ceritanya?

Sinopsis Singkat

goodending

Seiji Utsumi jatuh cinta pada kakak senior sekaligus kapten tim tenis di sekolahnya, Shou Iketani. Namun karena tidak punya keberanian, ia pun meminta bantuan dari Kurokawa Yuki. Perlahan-lahan timbul benih-benih asmara di antara Utsumi dan Yuki.

Penulis: Kei Sasuga
Artis: Kei Sasuga
Publikasi: 19 Agustus 2009 ~ 9 Januari 2013
Penerbit: Kodansha
Genre: Adult, Romance, Drama, Ecchi, Shounen
Status: Completed (161 chapter / 16 volume)

Review Singkat

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung SPOILER!

Secara garis besar, cerita dalam “GE: Good Ending” tidak jauh berbeda dengan “Domestic Girlfriend”, dimana sang tokoh utama pria (Utsumi) jatuh cinta pada dua wanita sekaligus, Iketani dan Yuki. Hubungan mereka akan saling tarik ulur di sepanjang cerita hingga nantinya masing-masing dari mereka menemukan cinta sejatinya.

Meski cerita berputar pada ketiga karakter utama, namun saya suka fakta bahwa tokoh-tokoh pendamping yang hadir sama sekali tidak diabaikan. Tidak ada karakter yang terlihat sia-sia, semua ada kepentingannya dalam cerita. Entah cepat atau lambat. Apalagi ketika menjelang adegan puncak dimana nyaris semua karakter terlibat.

Kemampuan Kei mengoyak-ngoyak perasaan pembacanya seperti sudah terlatih sejak penulisan manga ini. Yang mungkin sedikit membedakan, dalam “Domestic Girlfriend” saya larut dalam romantisme Natsuo dan Rui, sementara di sini porsi kesal dan geregetan terhadap ketidaktegasan sikap satu dua karakter lebih dominan. Tapi intinya sama, sama-sama bikin terus penasaran membaca hingga selesai. Dan dari awal pun sudah ditegaskan bahwa salah satu karakter utama memiliki sifat yang tidak tegas / labil. Mau bagaimana lagi coba.

Berhubung sub-genre dari “GE: Good Ending” adalah ecchi dan adult, tidak perlu kaget jika ada cuplikan adegan-adegan khusus dewasa alias 17 tahun ke atas. Bagusnya, semua adegan tersebut menyatu dengan alur cerita. Tidak terasa sebagai sempalan belaka untuk memuaskan nafsu pembacanya.

Dari segi ilustrasinya sendiri cukup bagus. Sedikit di bawah “Domestic Girlfriend”, namun tetap berkualitas. Konsisten sampai ujung cerita.

Secara keseluruhan, “GE: Good Ending” termasuk salah satu manga bertema drama romantis anak sekolahan yang saya rekomendasikan. Wajib dibaca!

rm goodending

Leave a Reply