Review Manga Alice In Borderland / Imawa No Kuni No Alice (2010)

Gara-gara nonton trailer serial “Alice In Borderland” yang bakal tayang di Netflix tanggal 10 Desember mendatang, saya jadi kepo dengan versi aslinya yang hadir pertama kali dalam format manga di tahun 2010 silam. Sempat bete karena gagal menemukannya di beberapa layanan manga resmi, ujung-ujungnya malah nemu di situs yang ilegal. Jangan salahkan saya, ya. Kan sudah berusaha di jalan lurus dulu, hehehe.

Sinopsis Singkat

Review Manga Alice In Borderland / Imawa No Kuni No Alice (2010)

Ryohei Arisu, Daikichi Karube, dan Chota Segawa adalah tiga sahabat yang sama-sama duduk di bangku SMA. Mereka sama-sama bandel dan bosan dengan kehidupan mereka saat ini atas alasan yang berbeda. Suatu malam, di saat pesta kembang api, Arisu berharap bahwa ia bisa tinggal di dunia yang berbeda dan menjalani hidup baru yang jauh lebih menarik. Harapannya seolah terkabul karena sesaat kemudian mereka bertiga tiba-tiba sudah berada di dunia yang jauh berbeda. Masih di kota yang sama, namun sudah tidak ada orang lain. Hanya mereka bertiga. Kondisi kota pun seperti sudah terbengkalai selama bertahun-tahun.

Mengira sedang bermimpi, Arisu dan Chota asyik-asyik saja memasuki area festival yang kosong. Tanpa disangka, tak lama kemudian seorang wanita datang dan memberitahu mereka bahwa Arisu dkk sudah terlanjur mengikuti sebuah permainan. Belakangan diketahui bahwa saat ini mereka semua berada di Borderland dan untuk bisa bertahan hidup mereka harus terus memainkan permainan demi permainan yang menggunakan nyawa sebagai taruhannnya.

Penulis: Haro Aso
Artis: Haro Aso
Publikasi: 25 November 2010 – 25 Maret 2015 (Shonen Sunday S), 8 April 2015 – 2 Maret 2016 (Weekly Shonen Sunday)
Jumlah: 18 Volume
Penerbit: Shogakukan
Genre: Fantasy, Survival, Suspense
Status: Completed

Review Singkat

Sebagai penggemar manga-manga bertemakan death game alias game-game yang mempertaruhkan nyawa, “Imawa No Kuni No Alice” cukup menarik dan layak masuk dalam daftar favorit saya pribadi. Permainan-permainan yang dihadirkan bervariasi dan tidak membosankan. Arisu sebagai karakter utama juga tidak melulu dijadikan pusat perhatian. Keterlibatannya dalam permainan hidup mati mungkin hanya separuh lebih sedikit dari total permainan yang disuguhkan sepanjang serial manga.

Hal tersebut memungkinkan dengan hadirnya beberapa karakter pendukung yang masing-masing memiliki latar belakang yang kuat. Di satu sisi, Haro Asa selaku mangaka berhasil untuk menarik simpati pembaca terhadap karakter-karakter yang ia buat. Masing-masing membawa kepribadian dan cerita yang berbeda. Di sisi lain, yang membuat saya sedikit gregetan, porsi flashback dan side story terbilang tidak sedikit. Rasanya mencapai 1/3 bagian sendiri dari keseluruhan cerita. Gemes kan kalau lagi seru-serunya ngikutin cerita utama, lalu tiba-tiba ceritanya melipir ke masa lalu segala.

Yang menjadi nilai plus ekstra adalah cerita yang dituntaskan di akhir. Tidak dibuat mengambang. Setelah di babak akhir kita seolah diajak berimajinasi dengan berbagai variasi skenario di balik misteri Borderland, Haro menghadirkan skenario sesungguhnya yang untungnya masih bisa diterima akal sehat. Bahkan kalau jeli sebenarnya bocoran eksistensi Borderland sudah bisa ditebak dari kata Borderland itu sendiri, hehehe.

Yang sedikit mengecewakan adalah chapter penutup. Entah bagaimana pendapat pembaca lain. Namun yang ada dalam harapan saya bukan yang seperti itu. At least kasih bocoran lah tentang hubungan Arisu dan Usagi…

Kesimpulan

Latar karakter yang kuat dan variasi permainan yang tidak membosankan menjadi kekuatan utama dari manga “Imawa No Kuni No Alice”. Begitu pula dengan kunci misteri yang masih masuk akal dan tidak dipaksakan. Tidak boleh dilewatkan bagi yang doyan cerita-cerita bergenre fantasi psikologikal suspense.

By the way, buat yang belum nonton, simak nih trailer resmi dari serial adaptasi “Alice In Borderland” yang tayang di Netflix.

OK Google, tema artikel yang berhubungan: , , ,

4 Comments - Add Comment

  1. Avatar
    • Avatar
  2. Avatar
    • Avatar

Reply