Review Komik Year Of The Villain #1 (DC Comics, 2019)

“Year of The Villain” adalah event besar dari DC Comics yang akan melibatkan crossover dari sekian banyak seri mereka yang berjalan saat ini. Sesuai judulnya, skala cerita dalam event ini memang cukup besar dan (rencananya) melibatkan hampir semua supervillain ternama dari jagat DC. Bikin penasaran, kan? Untuk pemanasan, mari kita simak terlebih dahulu kisah pembukanya dalam sinopsis komik one-shot Year Of The Villain #1 berikut ini.

Sinopsis Komik *SPOILER*

Review Komik Year Of The Villain #1 (DC Comics, 2019)

Evil is winning! Lex Luthor and The Legion of Doom conspire with Cosmic Gods, bending mankind toward a dark destiny. Elsewhere, the scourge of Leviathan spreads unchecked, seizing power in every corner of the world. And all the while the Batman Who Laughs busies himself in the shadows, aligned with no one—yet with sinister plans for all.

The carnage starts here as the badguys take center stage in “The Year of the Villain,” the most treacherous event in DC Comics history. Some act with united goals, others with plans selfish and secret, every one of them on a monstrous collision course against Batman, Superman and the heroes of the DC Universe. And our heroes will fail us.

Don’t miss the start of “The Year of the Villain,” featuring the talents of writers Brian Michael Bendis, Scott Snyder and James Tynion IV, artists Jim Cheung, Alex Maleev and Francis Manapul and cover artist Greg Capullo—all for just $0.25!

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung spoiler!

Chapter 1: Doom

Story: Scott Snyder
Art: Jim Cheung
Color: Tomeu Morey
Letter: Tom Napolitano

Amanda Waller mendatangi gedung putih (White House) untuk bertemu dengan presiden AS. Ia terkejut begitu mendapati Lex Luthor dan kawanan Legion of Doom di ruangan presiden. Tanpa banyak basa-basi, Luthor memerintah Brainiac untuk menangkap Waller.

Luthor tiba di gedung LexCorp. Ia langsung memerintahkan sekretarisnya, Mercy, untuk memecat semua pekerja di kantornya. Tidak itu saja, mereka diminta untuk meninggalkan TKP dalam waktu 5 menit jika tidak ingin tewas dibunuh.

Di ruangannya, Brainiac sedang memeriksa semua data milik Luthor, termasuk yang barusan ia dapati dari Waller. Ia mempertanyakan apakah mereka sudah berada di jalan yang benar. Luthor memberikan catatannya mengenai semua villain dan meminta Brainiac untuk menganalisanya sendiri. Setelah mengamatinya, Brainiac mulai meyakini bahwa rencana besar Luthor bisa berjalan sesuai harapan. Namun untuk memulainya, ada satu hal yang harus dilakukan oleh Luthor terlebih dahulu.

Dengan tenang Luthor mengiyakan. Ia mengatakan bahwa untuk pertama kali dalam hidupnya ia percaya sesuatu yang lebih besar dari dirinya sendiri. Luthor lantas menekan tombol di jam tangannya dan sesaat kemudian ruangan tempatnya berada meledak dan hancur berkeping-keping.

Chapter 2: Leviathan

Story: Brian Michael Bendis
Art: Alex Maleev
Color: Alex Maleev
Letter: Joshua Reed

Di Seattle. Green Arrow dan BatGirl menangkap Merlyn. Merlyn memastikan akan menceritakan apa yang sebenarnya terjadi jika mereka mau membawanya pergi dari tempat tersebut sebelum terlambat. Namun baru saja Merlyn mengabarkan tentang adanya ‘royal flush’ (pembersihan besar-besaran) terhadap semua organisasi kriminal – -termasuk League of Assassin yang dikabarkan sudah hancur — sosok yang ditakuti Merlyn keburu hadir. Ia adalah Leviathan.

BatGirl mendapati Leviathan di hadapannya. Leviathan menawarkan kesempatan pada BatGirl untuk memulai semuanya dari awal demi menyelamatkan dunia.

Batman menerima informasi dari Green Arrow tentang aksi Merlyn yang kemungkinan besar berkaitan dengan Leviathan. Batman lantas memberitahu Robin bahwa ia akan pergi ke Seattle untuk memeriksa petunjuk yang diberikan Green Arrow. Robin merespon dengan mempertanyakan apakah mungkin sosok di balik Leviathan sebenarnya adalah Red Hood alias Jason Todd.

Chapter 3: Justice

Story: James Tynion IV
Art: Francis Manapul
Color: Francis Manapul
Letter: Tom Napolitano

Masih dalam perjalanan pulang pasca petualangan mereka di Dimensi Ke-Enam, Justice League mendapat informasi mengenai pergerakan Perpetua dan anak buahnya, yang mereka yakini adalah Lex Luthor. Batman menyatakan bahwa kali ini mereka akan membutuhkan bantuan dari semua superhero yang ada di bumi.

Di suatu tempat, Perpetua sedang memandangi tubuh Luthor yang berada dalam semacam tabung cairan berwarna hijau.


Sebagai pembuka, one-shot Year of The Villain ini cukup memberi gambaran mengenai apa yang sedang dan bakalan terjadi dalam jagat DC. Rasanya pembaca baru juga tidak akan kesulitan untuk mengikutinya, selama setidaknya sudah sedikit banyak tahu mengenai siapa-siapa saja yang ada di pihak baik (superhero) maupun jahat (supervillain).

Mari sama-sama kita tunggu kehadirannya bulan depan.

OK Google, tema artikel yang berhubungan: , ,

Reply