Review Komik The Lollipop Kids #5 (Aftershock, 2019)

Di cerita sebelumnya, para Lollipop Kids disergap oleh Morgan Le Fey dan anak buahnya. Morgan sendiri memiliki dendam turun temurun terhadap marga Zion, terutama terhadap ibu Mia dan Nick. Karena kalah jumlah, Lollipop Kids memutuskan untuk melarikan diri dan mencari Excalibur, senjata legendaris yang dijamin bisa mengalahkan Morgan Le Fey. Berhasilkah mereka? Temukan jawabannya di sinopsis komik The Lollipop Kids #5 di bawah ini ya.

Sinopsis Komik *SPOILER*

Cover komik The Lollipop Kids 5

Short on time and experience Nick has no choice but to battle the monsters head on and save not only the city but the Lollipop Kids, too. Nick is the last man standing between the end of the world as we know it and being the hero he never asked to be. Can he succeed? Nick has an ace up his sleeve that might be just what he needs to win the day. His DYSLEXIA.

Story: Adam Glass & Aidan Glass
Art: Diego Yapur
Color: DC Alonso
Letter: Sal Cipriano
Judul Edisi: Stand By Me
Tanggal Rilis: 24 April 2019

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung spoiler!

Mia mengajak Nick menuju Bethesda Fountain yang masih berada di wilayah Central Park. Ia menceritakan bahwa orang yang dulu membangun kolam tersebut, Emma Stebbins, sebenarnya juga merupakan Lollipop Kids. Tidak itu saja, keluarga Emma-lah yang membawa pedang Excalibur dari Inggris ke Amerika. Mia meyakini bahwa Emma menyembunyikan pedang tersebut di sana dan sudah pula meninggalkan petunjuk keberadannya di sekitar area kolam bagi Lollipop Kids yang lain.

Setelah mendapatkan petunjuk yang berupa chord musik, Mia dan Nick menemui P-Dawg, pengamen tua yang dulunya merupakan bagian dari Lollipop Kids. Chord musik yang diperoleh Nick sebelumnya dikenali oleh P-Dawg sebagai bagian dari “Amleto Faccio”, adaptasi Hamlet dari Shakespeare. Dan itu membawa keduanya ke area lain dari Central Park, Shakespeare’s Garden, tepatnya di Whispering Bench.

Petunjuk berikutnya yang mereka peroleh adalah National History Museum yang berada di seberang Central Park. Kali ini pencarian mereka berakhir karena pedang Excalibur yang dicari-cari memang benar berada di sana, tersembunyi di dalam patung F. D. Roosevelt.

Dengan bersemangat Mia dan Nick kembali ke medan pertempuran dimana rekan-rekan mereka masih berjuang melawan Morgan dan pasukannya. Tanpa disangka-sangka, sedari awal Morgan sudah tahu bahwa Mia dan Nick bakalan mencari keberadaan pedang Excalibur. Dan begitu mereka tiba di sana, dengan mudah Morgan menarik pedang tersebut ke tangannya serta melumpuhkan Mia.

Tidak mau menyerah begitu saja, Nick berusaha mengalahkan Morgan. Usahanya sia-sia. Saat terpojok, Nick mencoba memanggil leluhur-leluhurnya untuk membantunya. Ia terkaget-kaget sendiri begitu mengetahui hal tersebut ada gunanya. Tangan-tangan leluhurnya tiba-tiba muncul dari bawah tanah dan menarik Morgan ke dalam.

Dengan semuanya telah usai, Nick menyerahkan kado ulang tahunnya pada Mia, yang pada hari itu berusia 18 tahun. Sayangnya, di saat itu pula Mia melupakan segala sesuatunya tentang Lollipop Kids karena ia sudah mulai beranjak dewasa.

Sepeninggal Mia, anggota Lollipop Kids yang lain mendapuk Nick sebagai pemimpin mereka yang baru.

Di suatu tempat di gorong-gorong. Expo dan rekan-rekannya sesama gremlin menemukan sebuah pipa yang segel sihirnya terbuka. Masalahnya, pipa tersebut merupakan penghubung antara dunia mereka dengan dunia monster. Tidak itu saja, melihat kondisi pipa yang rusak, mereka meyakini bahwa salah satu di antara Lollipop Kids adalah pelakunya.


Endingnya agak anti-klimaks sih. Tapi masih masuk di akal mengingat kemampuan bertarung Nick memang belum terasah. Saya cukup suka dengan twist dimana Mia ternyata memasuki usia 18 tahun, usia dimana otomatis siapa pun yang pernah menjadi Lollipop Kids akan lupa segalanya tentang hal tersebut. Bagian epilog yang membuka ruang untuk sekuel juga cukup baik, tidak terkesan dipaksakan.

Berhubung memang belum bisa dipastikan apakah seri komik ini bakal dilanjutkan kembali, sejauh ini secara keseluruhan saya menikmati alur ceritanya. Tidak terlalu spesial dan agak membosankan di beberapa titik, tapi masih bisa dinikmati tanpa ada niatan untuk berhenti di tengah jalan.

OK Google, tema artikel yang berhubungan: , ,

Reply