Review Komik The Batman’s Grave #1 (DC Comics, 2019)

Miniseri Elseworld anyar tentang jagat Batman nih, gaes. Penulisnya Warren Ellis, salah satu favorit saya. Total bakal ada 12 jilid yang dijadwalkan terbit setiap bulannya. Dari edisi perdananya sih sepertinya serial ini punya nuansa investigasi misteri yang kental, mengangkat kemampuan analisa Batman sebagai seorang detektif handal. Semoga saja sih benar begitu. Yah, untuk saat ini, kita simak dulu aja deh sinopsis komik The Batman’s Grave #1-nya.

Sinopsis Komik *SPOILER*

Review Komik The Batman's Grave #1 (DC Comics, 2019)

The World’s Greatest Detective must try to inhabit the mind of a murder victim to solve a case-without filling the empty grave next to those of his parents. Can Batman imagine the life of a corpse with a half-eaten face without dying himself?

Warren Ellis and Bryan Hitch, one of the most legendary creative partnerships of the modern age, reunite in this maxiseries about life, death and the questions most are too afraid to ask.

Story: Warren Ellis
Art: Kevin Nowlan (Inks) / Bryan Hitch (Pencils)
Color: Alex Sinclair
Letter: Richard Starkings
Judul Edisi: Chapter 1
Tanggal Rilis: 9 Oktober 2019

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung spoiler!

Wayne Manor. Alfred terlihat memasuki bagian halaman yang memiliki pagar pembatas. Ada tiga buah makam di sana. Dua di antaranya terlihat bertuliskan nama Thomas Wayne dan Martha Wayne. Setelah membersihkan kedua makam tersebut, Alfred menghampir makam yang ketiga. Tanpa disangka, nama yang terukir di batu nisan adalah Bruce Wayne.

Kota Gotham. Seperti pada malam-malam yang lain, Batman (Bruce Wayne) melakukan tugasnya mencegah tindak kriminal yang terjadi di sudut kota Gotham. Dalam perjalanan pulang, Alfred melaporkan adanya panggilan 911 yang belum mendapat respon dari pihak kepolisian. Berhubung TKPnya tidak jauh dari lokasi Batman berada saat itu, Batman memutuskan untuk mampir ke sana sebelum pulang.

Tiba di TKP, sebuah rumah susun, pelapor memberitahu Batman mengenai tetangganya, Vincent William Stannik, yang tidak terlihat batang hidungnya dalam 3 hari terakhir. Tidak itu saja, bau menyengat mulai tercium dari dalam kamar 4C, tempat tinggal Vincent. Setelah mendapat informasi mengenai siapa saja orang-orang yang biasa mengunjungi Vincent, Batman pun melangkah menuju kamar Vincent.

Di dalam kamar, sesosok mayat yang sudah mulai membusuk terbujur kaku di ranjang. Yang lebih mengejutkan, tembok kamar dipenuhi dengan potongan koran yang berisi artikel tentang Batman. Setelah memastikan bahwa tidak ada lagi petunjuk yang bisa diambil dari TKP, Batman menghubungi GCPD dan meminta mereka untuk datang ke rumah susun tersebut.

Tiba di Wayne Manor, Alfred mengungkapkan pendapatnya tentang aksi Batman menumpas kejahatan di kota Gotham yang seolah tidak pernah berakhir. Ia meyakini penyebabnya adalah kengototan Batman untuk tidak mau membunuh siapa pun, termasuk para kriminal, sehingga mereka juga tidak pernah merasa kapok dalam melakukan tindak kejahatan. Sebagai mantan tentara, Alfred percaya bahwa membunuh para penjahat adalah solusi yang tepat untuk menghadirkan kedamaian di kota Gotham.

Bruce mengabaikan pendapat Alfred. Ia memilih untuk masuk ke ruangannya dan mulai menganalisa ulang kasus pembunuhan yang barusan ia hadapi. Setelah mensimulasikan pemikiran Vincent, Bruce mulai menyadari adanya kejanggalan.

Tanpa membuang waktu, Batman kembali ke kamar Vincent. Ia menyingkirkan tempat tidur Vincent dan membongkar lantai di bawahnya. Tepat seperti dugaannya, si pelaku pembunuhan sedang bersembunyi di sana dengan tersenyum, seolah menunggu Batman menemukan dirinya.


Berhubung kekuatan utama dari edisi ini adalah dialog yang terjadi saat Batman mencoba memahami pemikiran Vincent, saya tidak akan menulis terlalu banyak tentang hal itu. Namun saya yakin bagi teman-teman pecinta misteri tidak akan kesulitan untuk menyimpulkan siapa pelaku pembunuhan yang sebenarnya setelah membaca baris demi baris gelembung percakapan yang ada.

Sayangnya, keterkaitan kliping Batman dengan kasus pembunuhan itu sendiri terasa tidak solid dan lebih terkesan mengada-ada. Cuma agar terlihat misterinya berhubungan dengan eksistensi Batman.

Apapun itu, menurut saya ini adalah edisi pembuka yang cukup menjanjikan. Belum bisa dipastikan apakah edisi selanjutnya masih akan membahas kasus kematian Vincent atau move on ke kasus-kasus lainnya. Kita lihat saja bulan depan.

OK Google, tema artikel yang berhubungan: , , ,

Reply